Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 60 # Jenny sakit



Sesampainya di perusahaan Kenny, Jenny segera menghampiri Resepsionis untuk menanyakan keberadaan kekasihnya. Meski Jenny sudah tau kalau Kenny sedang ada hal penting dadakan, namun dia tidak ingin berlaku seenaknya di perusahaan kekasihnya itu. Dia memilih menegur dan bertanya terlebih dahulu pada Resepsionis perusahaan Kenny.


“Selamat siang, apa Tuan Kenny ada?” Sapa Jenny pada seorang Resepsionis yang terlihat sibuk mencari sesuatu di daftar sebuah buku besar sambil menundukkan kepalanya.


“Selam… Nona! saya benar-benar sangat senang bisa bertemu dengan anda lagi!” Seru Anggun yang baru masuk kerja kembali setelah masa cut pernikahannya habis setelah dia mendongakkan kepalanya.


 “Anggun! aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi, oh iya! selamat menempuh hidup baru ya, meski terlambat yang penting aku sudah mengucapkannya ya, hehe…” Sahut Jenny yang terlihat berbinar bahagia setelah mengetahui Anggun yang menyapanya.


“Terimakasih banyak ya Nona, eh… Nona mau bertemu dengan Tuan kan, mari saya antar ke ruangannya!” Seru Anggun begitu bersemangat.


“Kau tidak perlu buru-buru Gun, aku sedang santai ko, lagi pula Tuan muda mu itu sedang meeting penting dadakan kan saat ini,” Kekeh Jenny yang melihat antusias Anggun mengantarnya ke ruangan Kenny.


“Hehe… iya benar Nona, Tuan memang masih meeting, tapi sebaiknya Nona tunggu di ruangannya saja, saya yakin Tuan pasti akan marah kalau saya hanya menyuruh Nona menunggu di sini!” Anggun cemberut saat berucap ketika mengkhayalkan  reaksi Tuannya yang pasti akan marah besar jika membiarkan kekasihnya menunggu di lobi perusahaan.


“Baiklah! tapi kau temani aku di sana ya, aku takut bosan jika harus menunggunya sendirian di sana!” Seru Jenny.


“Siap Nona! ayo saya antar sekarang!” Ajak Anggun antusias.


Jenny hanya bisa terkekeh melihat aksi konyol Anggun yang begitu takut pada atasannya. Gadis itu benar-benar sedikit menghibur Jenny yang sedang gelisah memikirkan banyak hal di otaknya.


Tak berapa lama kemudian mereka tiba di ruangan Kenny dan langsung masuk begitu saja, Anggun segera menawarkan Jenny berbagai minuman dan makanan yang bisa dia pesan di pantry perusahaan.


“Nona, apa anda mau minuman dingin dan cemilan?” Tawar Anggun.


“Emm… nanti saja deh, aku ingin meluruskan kaki ku dulu saat ini,” Jawab Jenny seraya meluruskan kakinya menjadi sejajar sambil duduk di sofa ruangan Kenny.


“Astaga! Nona! kenapa dengan kaki mu?” Tanya Anggun terkejut setelah melihat pergelangan kaki Jenny yang terlihat membiru dan bengkak.


“Ah… ini pasti karena ter hilir tadi Gun, sudah lah… kau tidak perlu khawatir!” Seru Jenny seraya mengusap-usap kakinya.


“Nona! cedera seperti itu kalau di biarkan bisa semakin memburuk, saya carikan obat pereda nyeri dulu ya,” Sahut Anggun yang segera bergegas mencari obat pereda nyeri untuk Jenny.


“Haist! dasar manten baru, semangat terus kerjaannya,” Gumam Jenny seraya menatap nanar kepergian Anggun dari ruangan kekasihnya itu.


10 menit kemudian Anggun kembali masuk ke ruangan atasannya dengan obat pereda nyeri yang dia bawa. Dengan telaten Anggun membantu Jenny mengoleskan obat pereda nyeri tersebut di kaki sang kekasih atasannya itu.


“Biar aku sendiri saja yang mengoleskannya Gun, kau pasti capek kan sudah mencari obatnya tadi!” Seru Jenny yang tak mau merepotkan karyawan perusahaan kekasihnya itu.


“Sudah! tidak perlu sungkan Nona, saya sama sekali tidak lelah ko jika hanya membantu mengolesnya saja,” Sanggah Anggun yang tetap kukuh membantu Jenny mengoles obat pereda nyerinya.


“Ha… terimakasih banyak ya Gun, aku jadi banyak merepotkan mu.” Ucap Jenny.


“Sudah kewajiban saya Nona, oh iya! tadi saya juga sudah memesankan minuman dan cemilan untuk Nona, mungkin sebentar lagi bagian pantry akan mengantarkannya ke sini, sepertinya saya tidak bisa berlama-lama menemani Nona di sini, karena saya harus kembali bekerja di lantai bawah, Nona tidak apa-apa kan jika saya tinggal sendiri di sini?” Tutur Anggun merasa menyesal karena tidak bisa menemani Jenny lebih lama lagi.


“It’s ok Gun, aku benar-benar berterimakasih untuk semuanya ya,” Sahut Jenny seraya menyunggingkan senyum di bi*** ranumnya.


“Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi dulu ya, mari!” Ucap Anggun seraya bergegas kembali ke lantai bawah.


“Kenn, kira-kira kau kapan selesainya sih? aku benar-benar sudah tak sanggup lagi menahan kantuk ini, aku tidur dulu sebentar aja deh,” Gumam Jenny seraya merebahkan tubuhnya di atas sofa dan mencari posisi nyaman sebelum dia memejamkan matanya.


Dua jam kemudian, Kenny barulah teringat dengan kekasihnya yang hendak datang ke kantornya. Dia segera merogoh saku jasnya untuk mencari keberadaan ponsel canggihnya. Setelah menemukan kontak dengan nama julukan untuk kekasihnya. Kenny segera menghubungi nomor tersebut untuk menanyakan keberadaan Jenny saat itu.


“Kau kemana sih Jenn? kenapa tidak menjawab panggilan dariku, atau jangan-jangan dia tidak jadi berkunjung ke sini ya?” Gumam Kenny setelah beberapa kali tidak mendapati jawaban dari panggilan telepon yang dia lakukan pada nomor ponsel kekasihnya.


“Tian! meeting nya kita lanjutkan besok saja. Sekarang kau cari keberadaan Jenny saat ini juga!” Seru Kenny memerintah.


“Baik Tuan,” Jawab Tian seraya menutup meeting petang itu.


Tian segera menutup meeting petang itu dan segera menyuruh anak buahnya untuk mencari tau keberadaan Jenny. Hari ini dia benar-benar di buat kewalahan dengan kemauan Kenny yang selalu memerintah nya secara tiba-tiba dan semaunya.


Kenny yang masih gelisah menunggu kabar dari kekasihnya akhirnya memilih kembali ke ruangannya untuk sekedar beristirahat sejenak. Namun baru saja dia masuk, rasa penat dan lelahnya seakan sirna tak kala dia menyaksikan wajah polos nan cantik kekasihnya yang tertidur damai di atas sofa ruangannya.


“Haist! ternyata dia tertidur di sini rupanya, pantas saja dia tidak menjawab beberapa panggilan telepon dariku,” Batin Kenny seraya menghampiri Jenny dan membelai lembut kepalanya.


“Astaga! kenapa badannya begitu panas!” Ucap Kenny terkejut setelah merasakan kening Jenny yang terasa begitu panas di telapak tangannya yang mengusap kepala Jenny.


“Sayang! bangun Jenn, kau baik-baik saja kan?” Seru Kenny sambil menepuk-nepuk pelan pipi kekasihnya.


“Emm… Kenn, kau sudah selesai ya!” Gumam Jenny lemas.


“Sayang! kenapa kau memaksakan datang ke sini kalau kau sakit, kita ke rumah sakit saja ya sekarang!” Kenny bersiap menggendong Jenny untuk membawanya ke rumah sakit. Namun belum sempat Kenny menggendongnya, Kenny kembali terkejut saat melihat pergelangan kaki Jenny yang terlihat membiru dan bengkak.


“Astaga Jenn, sebenarnya apa yang terjadi padamu sayang, kenapa kakimu bengkak dan memar seperti ini!”.


“Kenn, aku baik-baik saja, kau antar aku pulang saja ya!” Sahut Jenny.


“Sayang tapi keadaanmu benar-benar tidak baik saat ini, aku benar-benar tidak tega melihat kondisimu seperti ini, atau aku panggilkan Dokter saja ya, sebentar! aku akan meminta Tian agar menjemput Dokter untuk memeriksa mu!" Secepat kilat Kenny segera menghubungi Asisten andalannya itu dan menyuruhnya untuk menjemput Dokter pribadi Keluarga Alvaro.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... 😘