Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 117 # Introgasi.



“Cukup! sekarang juga kau pergi dari sini, dan mulai hari ini kau bukan istriku lagi, Jenny Alexa.” Ucap Kenny yang membuat Papah Oscar turun tangan.


“Kenn! apa yang kau kata kan? sebaiknya kau jangan memperburuk keadaan, Mom saja belum sadar, kau sudah membuat masalah lagi! apa kalian tidak bisa rukun sebentar saja ya? kalian ini punya masalah apa sih?” Tegur Papah Oscar seraya mengusap kasar wajahnya.


“Papah tanya kan saja pada perempuan pembohong itu! Kenny sudah muak di bohongi terus olehnya!” Sahut Kenny penuh emosi.


Jenny tak habis pikir dengan sikap suaminya yang tiba-tiba saja seperti sangat membenci dirinya. Padahal terakhir kali dia berangkat kemarin, Kenny masih terlihat lembut dan penuh perhatian padanya.


“Kami tidak memiliki masalah apa pun Pah,” Isak Jenny seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Jelas bukan masalah! karena baginya kebohongan itu sudah biasa.” Ketus Kenny menyahut.


“Kenn! sebenarnya kau kenapa sih? kenapa kau seolah-olah membenci istri mu sendiri?” Papah Oscar masih mengintrogasi kedua pasutri itu.


“Kenn memang sangat benci pada pembohong Pah, kalau kau tidak mau pergi, biar aku saja yang pergi!” Kenny hendak melangkah, namun Jenny segera mencekal tangannya. Gadis itu memilih mengalah dan pergi dari ruangan rawat Nenek Martha.


“Biar aku saja yang pergi, Kenn!” Lirih Jenny seraya menghapus sisa air matanya sebelum berpamitan pada sang mertua dan Nenek Martha yang masih tak sadarkan diri.


Jenny memilih menghampiri tempat tidur Nenek Martha terlebih dahulu, Gadis itu ingin berpamitan sebelum meninggalkan wanita paruh baya yang baru beberapa waktu lalu bisa menerima dirinya.


“Nek, Jenny pamit ya! Nenek harus segera sembuh!” Lirih Jenny dengan isak yang kembali menemaninya.


Setelah berpamitan pada Nenek Martha, kini Jenny beralih berpamitan pada mertuanya.


“Pah, Jenny pulang ya! semoga Mommy juga segera sadar, Jenny janji akan menjenguk Nenek lagi nanti,” Ucapnya sebelum benar-benar pergi dari ruangan tersebut.


“Hati-hati lah Jenn, kau istirahat saja di rumah ya!” Seru Papah Oscar.


Jenny hanya bisa menganggukkan kepalanya, gadis itu akhirnya pergi meninggalkan orang-orang yang begitu dia sayangi.


“Nona, apa anda baik-baik saja?” Tanya Bruno yang sudah menunggunya di parkiran.


“Aku baik-baik saja Kak, tolong anterin aku pulang ya!” Tutur Jenny seraya memasuki mobil.


Tanpa menjawab lagi, Bruno segera bergegas menaiki mobil menyusul Jenny dan membawanya ke tujuan yang di inginkan majikannya itu. Di perjalanan, Jenny terus memikirkan sikap Kenny yang tiba-tiba kasar padanya, bahkan beberapa kali suaminya itu menuduhnya telah membohongi Kenny. Karena begitu lelah, akhirnya Jenny tertidur selama perjalanan pulang ke rumahnya.


“Tri, tolong bantu saya untuk bawa Nona ke kamarnya ya!” Pinta Bruno saat sudah berada di dalam rumah mewah milik majikannya.


“Baiklah No, ayo!” Sahut Tantri seraya mengikuti pria gagah itu ke arah mobil.


Belum sempat Bruno dan Tantri menggendong Jenny. Sang empunya tubuh ramping dan cantik itu ternyata sudah lebih dulu terbangun. Jenny mengerjapkan matanya yang terlihat sembab dan bengkak. Seketika senyumnya terbit meski dia paksakan terukir di wajah pucat nya.


“Tri, tolong antar aku ke kamar ya! aku sedikit pusing!” Seru Jenny yang langsung di hampiri Tantri untuk memapahnya berjalan menuju kamarnya.


Tantri dengan hati-hati memapah Jenny hingga majikannya itu berbaring di atas tempat tidurnya. Pelayan setianya itu tak lupa menyelimuti Jenny hingga sebatas dada. Setelah memastikan majikannya terlelap, Tantri segera keluar dan menutup kembali pintu kamar Jenny dengan perlahan.


“Sepertinya Nona sedang tidak baik-baik saja! aku jadi tidak tega melihatnya seperti itu,” Gumam Tantri setelah meninggalkan kamar Jenny.


“Tri! saya pulang dulu ya, nanti kalau Nona butuh saya, kamu telepon saya langsung saja ya, saya harus melihat kondisi putra saya dulu yang sedang sakit,” Tutur Bruno.


“Iya Kak, hati-hati ya! semoga putranya segera sembuh,” Sahut Tantri.


Di Rumah Sakit, Mom Bella terlihat baru saja tersadar dan menanyakan keberadaan menantu kesayangannya. Dia begitu khawatir karena terakhir kali Mom Bella melihat wajah Jenny yang sudah sangat pucat.


“Pah, Jenny kemana?” Tanya Mom Bella.


“Jenny sudah pulang Mom, Kenny yang menyuruhnya beristirahat di rumah, tadi.” Jawab Papah Oscar berbohong.


“Kenn! kau juga pulang saja sayang, biar Mom dan Papah saja yang menjaga Nenek di sini, kasian Jenny sendirian, di rumah!” Tutur Mom Bella.


“Kenny tidak ingin pulang sebelum melihat Nenek sadar kembali Mom, Kenny juga akan menginap di sini,” Sahut Kenny tanpa memalingkan wajahnya sedikit pun ke arah sang Mommy.


“Tapi istrimu sendirian, di rumah! apa kau tidak khawatir ya kalau sampai terjadi sesuatu padanya!”.


“Dia sudah dewasa Mom! dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri!” Ketus Kenny.


 Seketika Papah Oscar mere*** jemari istrinya agar tak berdebat lagi dengan sang putra, Pria paruh baya tersebut memilih mengajak istrinya untuk mencari makanan di sekitar Rumah Sakit.


“Mom! sudahlah! sebaiknya kita cari makanan dulu saja sekarang, ayo!” Seru Papah Oscar seraya merangkul bahu istrinya dan menggiringnya keluar ruangan.


*******


“Kak, apa Jenny ada memberi kabar padamu?” Tanya Jo yang saat ini tengah berada di ruangan kerjanya.


“Kalau tidak salah hanya malam kemarin dia menelepon, tapi tidak Kakak angkat karena sudah tidur, dia bilang kalau malam kemarin dia bermimpi mendiang Ayah, jadi dia menghubungi Kakak,” Tutur Aldo di seberang sambungan telepon yang di lakukan kedua Kakak Jenny tersebut.


“Ah… begitu ya! em… ya sudah kalau begitu Jo tutup dulu ya teleponnya,” Ucap Jo.


“Baiklah! jaga Ibu baik-baik ya!” Sambungan telepon pun terputus. Kedua Kakak laki-laki Jenny tersebut akhirnya kembali berkutat dengan kesibukannya masing-masing.


Tepat pukul 20.00 waktu setempat. Jenny, mengerjapkan matanya dan memindai sekeliling kamarnya, dia berharap jika Kenny pulang menyusulnya dan menjelaskan semua yang terjadi pada mereka hari itu. Namun harapannya hanya tinggal angan-angan saja. Jenny yang telah mencoba menghubungi ponsel Kenny berkali-kali pun harus menelan pil pahit karena tak satu pun panggilan telepon nya yang di jawab suaminya itu.


“Sebenarnya apa yang terjadi padamu Kenn, kenapa kau tiba-tiba membenciku seperti ini?” Gumam Jenny lirih.


Gadis itu akhirnya beranjak dari tempat tidurnya dan memilih membersihkan diri. Setelah selesai, Jenny menghampiri dapur dan mencari makanan yang bisa dia makan saat itu.


“Astaga! maafkan Mommy sayang, kau pasti kelaparan ya di dalam sini!” Ucap Jenny seraya mengelus lembut perutnya.


“Nona! apa Nona ingin aku buatkan makanan?” Tegur Tantri yang ternyata sudah memperhatikan Jenny sedari masuk ke dapur.


“Tidak perlu Tri, aku akan memakan buah pisang ini saja, kau tolong buatkan susu yang berada di dalam toples di atas lemari penyimpanan saja ya!” Tutur Jenny seraya melahap buah pisang yang sudah dia kupas kulitnya.


.


.


.


.


.


.


.


Semoga Jenny bisa tegar dan sabar ya guys… 😢


Like, komen, vote, and gift nya jangan lupa ya…


See you next episode…😘😘😘