
Flash back start.
“Bagaimana Pet? apa mobilnya bisa di perbaiki?” Tanya Nenek Martha pada Peter supir pribadinya yang sedang membetulkan mobilnya yang tiba-tiba mogok.
“Sepertinya mobilnya harus di bawa ke bengkel Nyonya. Apa mau saya carikan taksi untuk Anda sekarang Nyonya?” Tawar Peter.
Sementara di seberang jalan terlihat wanita muda yang hendak masuk ke dalam mobilnya. Wanita itu ternyata Geandra yang baru saja selesai menentukan gaun yang akan dia gunakan di acara malam peresmian cabang perusahaan Kenny.
“Sepertinya aku kenal dengan wanita tua itu, dia Nyonya Martha kan? hm… sepertinya wanita tua itu bisa aku manfaatkan juga kali ini!” Seringai licik langsung tersungging di bi*** Gea setelah dia berucap.
Dengan percaya diri Gea menghampiri wanita tua di seberang jalan itu dengan mobilnya. Dia sengaja menepikan mobilnya saat sudah sampai di dekat mobil Nenek Martha yang tengah mogok saat itu.
“Permisi Nyonya! apa ada yang bisa saya bantu, sepertinya anda sedang membutuhkan bantuan!” Tegur Gea setelah turun dari mobilnya dan menghampiri Nenek Martha.
“Ah! apa kau berbicara dengan bahasa yang sama dengan ku?” Tanya Nenek Martha.
“Benar Nyonya, kalau boleh saya tau kenapa anda berdiri di tepi jalan begini, di daerah sini sangat padat dengan kendaraan, anda bisa saja terserempet jika tidak berhati-hati,” Tutur Gea.
“Aku terpaksa menunggu supir ku memperbaiki mobil tua itu, tapi sepertinya dia tidak bisa membenarkannya sendirian, jadi aku pikir aku akan pergi sendiri saja menggunakan taksi,”Tutur Nenek Martha memaparkan.
“Kemana tujuan Nyonya? mungkin jika searah aku bisa mengantarmu sekalian nanti!” Tanya Gea.
“Aku akan pergi ke toko perhiasan yang berada di jalan xxxxx, aku akan naik taksi saja, terimakasih karena sudah berbaik hati nak! Kalau aku boleh tau siapa nama mu?” Sahut Nenek Martha.
“Aku Geandra Nyonya, senang bertemu dengan anda, kebetulan aku juga akan melewati jalan yang anda tuju, sebaiknya anda ikut bersamaku saja, aku janji akan mengantarmu sampai tujuan dengan selamat,”.
“Tapi…” Ucap Nenek Martha yang masih ragu.
Seketika Gea mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya pada Nenek Martha untuk meyakinkannya.
“Ini kartu nama saya Nyonya, anda bisa melaporkan saya jika saya berbuat sesuatu yang tidak di inginkan!” Seru Gea sambil menyerahkan sebuah kartu nama miliknya.
Nenek Martha nampak membacanya dengan teliti. Dia sedikit kagum setelah mengetahui profesi yang Gea sematkan di kartu namanya tersebut, dan seketika Nenek Martha mengingat sang cucu yang memiliki profesi yang sama dengan Gea, namun tentu jauh lebih di atas kemampuan Gea kualitasnya.
“Apa kau seorang pebisnis?” Tanya Nenek Martha.
“Em… ya! bisa di bilang begitu, saya juga saat ini sedang bekerja sama dengan beberapa perusahaan, dan salah satunya dengan anak cabang perusahaan Alva corp yang lusa nanti akan melangsungkan peresmian gedungnya.” Tutur Gea.
“Berarti kau kenal dengan cucu tampan ku?” Tanya Nenek Martha semakin penasaran.
“Tentu saja Nyonya, dia adalah pujaan hati saya selain rekan dalam berbisnis,” Ucap Gea dengan senyum miring di bi***nya.
“Hm… apa kau kekasih cucu ku? tapi kenapa Kenny tidak pernah bilang kalau sudah mendapat pengganti Renata?” Gumam Nenek Martha yang masih bisa di dengar oleh Gea.
“Saya juga mengenal baik Renata Nyonya, dulu kami sempat satu Universitas, mungkin Kenny tidak mempublikasikan hubungan kami karena tidak ingin Renata tersinggung, jadi dia memilih menutupi hubungan kami ini!” Tutur Gea berbohong.
“Ah… begitu ya, masuk akal juga sih, Kenny memang anak yang selalu memperhatikan perasaan orang lain dari dulu,” Sahut Nenek Martha yang teringat Kenny kecilnya.
“Kalau begitu apa kita bisa pergi sekarang, saya rasa Nyonya akan semakin kepanasan jika terus berdiri di sini!” Seru Gea.
“Baiklah, aku akan memberitahu supirku dulu sebentar!” Ucap Nenek Martha seraya memerintah supirnya untuk langsung pergi ke bengkel dan menjemputnya di toko perhiasan dengan mobilnya yang lain.
Flash back done.
Kembali ke toko perhiasan.
“Kenny akan memperkenalkannya di saat acara peresmian perusahaan nanti Nek, jadi Nenek harus datang ya, Kenny akan sangat senang jika Nenek bisa hadir.” Sahut Kenny seraya menyerahkan kartu hitamnya pada Antoni untuk membayar perhiasan yang di pilihnya.
“Baiklah, aku akan usahakan datang kalau begitu, apa kau tak ingin berkunjung ke Apartemen ku dulu Kenn?” Tutur Nenek Martha sebelum Kenny pergi meninggalkannya.
“Lain kali saja Nek, Kenny masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan saat ini, Kenny pamit ya,” Kecup Kenny di pipi sang Nenek setelah berucap untuk berpamitan.
“Om, terimakasih untuk perhiasannya ya!” Ucap Kenny lagi sebelum benar-benar meninggalkan toko perhiasan tersebut.
“Sama-sama Kenn, semoga kekasihmu itu menyukai hadiahnya!” Sahut Antoni.
Kenny sengaja masih merahasiakan status pernikahannya dengan Jenny. Pasalnya saat ini perusahaannya sedang tidak aman. Akhir-akhir ini Kenny sering mendapat teror yang mengancam keselamatan sang istri, jika dia sampai nekad mempublikasikan status pernikahannya, maka Kenny harus bersiap menerima kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi ada istri tercintanya itu.
“Maafkan Kenny Nek, sebenarnya Kenny sudah menikah dengan gadis yang Kenny cintai, tapi Kenny masih harus merahasiakannya sampai Kenny tau siapa yang meneror Kenny akhir-akhir ini!” Batin Kenny.
Setelah tiba di penginapannya, Kenny segera mencari keberadaan Jenny di kamar mereka. Namun setelah Kenny membuka pintu, Kenny tidak menemukan sang istri di sana.
“Sayang! kau dimana? aku punya hadiah untuk mu ini!” Teriak Kenny seraya menutup kembali pintu kamar setelah memeriksa seluruh sudut ruangan dan juga kamar mandi.
“Haist! Jenny kemana sih? kenapa dia tidak bilang kalau mau pergi? aku kan jadi khawatir!” Gumam Kenny seraya mencari kontak Tian di ponselnya.
Perasaannya semakin kalang kabut dan gelisah saat Tian mengatakan jika dia tidak berhasil menemukan keberadaan Jenny. Senja kian menyapa, Kenny semakin frustasi dan ketakutan jika istrinya mengalami hal yang tidak di inginkan. Setelah beberapa jam melakukan pencarian yang tak membuahkan hasil, akhirnya Kenny masuk kembali ke kamarnya dan berniat membersihkan diri sejenak sebelum kembali mencari istrinya.
“Ha… sebaiknya aku mandi dulu saja sekarang!”Ucap Kenny dan langsung melangkah menuju kamar mandinya.
Sementara itu sang terduga, yang sedari tadi di cari-cari ternyata baru saja membuka matanya setelah tertidur pulas di balkon depan kamarnya sambil mendengarkan musik dari earphone yang dia gunakan. Jenny menggeliatkan tubuhnya yang terasa kaku, dia berniat melihat jam yang terpasang di ponselnya, namun setelah dia periksa ternyata ponselnya mati kehabisan daya karena sedari tadi memutar musik.
.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira Jenny dapat hukuman apa ya dari Kenny? ikutin terus kelanjutan ceritanya ya guys…
Jangan lupa dukungan penyemangat nya juga. Dengan like, komen, gift dan vote sebanyak-banyaknya, see you next episode…😘😘😘