Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 33 # Apartemen Kenny



“Jenn, kau mau kan jadi kekasihku?” Tanya Kenny kembali.


Dengan perlahan namun pasti Jenny menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Kenny yang saat itu begitu senang segera merengkuh tubuh ramping gadis yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya itu.


"Tapi aku ingin kita pendekatan dulu Kenn, tidak apa-apa kan?".


"It's ok... terimakasih sayang! aku janji, aku tidak akan membuatmu sedih dan kecewa sekali pun!” Ucap Kenny tulus seraya menghujani pucuk kepala Jenny dengan kecupan nya.


“Kalau begitu, apa kita bisa pulang sekarang?” Tanya Jenny seraya mendongakkan kepalanya yang masih berada di dalam dekapan sang kekasih barunya.


“Hm… tentu saja, tapi sebenarnya aku ingin sekali merayakan hubungan kita ini sepanjang malam, tapi… ya sudahlah, kau juga harus bekerja kan besok?”.


“Emm… sebenarnya aku bisa saja menghabiskan malam ini denganmu Kenn, toh besok juga aku masuk siang!” Seloroh Jenny yang membuat sebuah senyuman terbit di bibir tipis milik Kenny.


“Benarkah? kau tidak sedang mencoba menghiburku saja kan?” Tanya Kenny memastikan.


Jenny hanya mengangguk dan memberikan senyum terbaiknya pada Kenny. Dia pikir tidak ada salahnya untuk merayakan hubungannya malam ini bersama sang kekasih.


Setelah mereka meluapkan perasaannya masing-masing. Kenny segera mengajak Jenny untuk berdansa, menikmati setiap alunan musik romantis yang di bawakan oleh beberapa pemain musik handal yang Kenny siapkan tadi.


“Sayang!”.


“Hm?”.


“Satu bulan lagi aku harus ke Negara A, apa kau ingat dengan rencana ku sebelumnya? saat aku merelakan Renata?” Tutur Kenny sendu.


Jenny yang merasa penasaran pun akhirnya melerai pelukan mereka yang tengah berdansa saat itu. Dia meminta penjelasan di balik tatapannya yang di tujukan pada sang kekasih.


“Apa itu berarti kau akan meninggalkan aku Kenn?” Tanya Jenny tak kalah sendu.


“Hanya sementara sayang, aku terlanjur membuka cabang perusahaan di sana, tadinya aku ingin menenangkan pikiran dan hatiku di sana sambil membuat cabang perusahaan, tapi ternyata takdir mempertemukan kita dan membuat kita bersatu malam ini,”.


“Ku harap kau bisa mengerti sayang! aku janji akan menyelesaikan pekerjaannya dengan sesegera mungkin,” Tutur Kenny merasa bersalah karena harus meninggalkan sang kekasih bulan depan.


“Pergilah Kenn! aku tidak ingin menjadi penghambat mu, aku rasa kau memang memerlukan waktu luang untuk membenahi hati dan pikiranmu, semoga dengan kepergian mu bulan depan nanti bisa membuatmu merelakan semua perasaanmu yang pernah ada untuk Nona Renata!” Kenny memegang kedua pipi mulus kekasihnya dengan kedua tangannya yang kemudian di lanjutkan dengan mengecup kening Jenny dengan begitu dalam.


Senyumnya terus terukir dan tidak pernah luntur ia sematkan di bibirnya. Kenny benar-benar beruntung mendapatkan Jenny yang bisa sangat mengerti kan perasaannya. Kali ini dia lebih takut kehilangan Jenny di bandingkan apa pun juga. Lambat laun perasaannya terhadap Renata seolah terkikis habis dengan kehadiran Jenny yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya.


“Terimakasih sudah mengerti aku sayang! I Love You!” Kecup Kenny lagi yang kali ini tepat di bi*** ranum kekasihnya dengan sekilas.


Jenny kembali menelusup kan kepalanya ke dalam dekapan pria tampan yang kini menjadi kekasihnya itu. Dia enggan berkata apa pun lagi selain bersyukur dalam hati karena dia akhirnya memiliki tambatan hati yang akan menemaninya hingga maut memisahkan.


“Apa kau ingin ikut ke Apartemen ku sekarang?” Tanya Kenny yang masih memeluk erat kekasihnya.


“Emm… memangnya mau apa kalau aku ke sana?” Pertanyaan polos Jenny akhirnya membuat senyum seringai di bibir Kenny mendarat dengan ide jahilnya yang seketika saja melintas di otak cerdiknya.


Kenny pikir dia tidak akan membiarkan kekasihnya pulang malam itu, dia akan menghabiskan malam ini dengan berduaan saja di Apartemen nya.


“Aku sering lapar tengah malam, jadi kau mau kan membuatkan ku makanan di sana? please?” Pinta Kenny seraya memohon dengan menunjukkan wajah memelas.


“Hm… baiklah, tapi hanya sekedar membuat makanan ya, setelah itu kau harus mengantarku pulang, ok!” Ucap Jenny yang di sambut antusias oleh Kenny.


“Ok! kalau begitu kita pergi sekarang saja ya, ayo!” Kenny langsung menarik pinggang Jenny seraya melenggang menuju arah parkiran dimana mobilnya di berhentikan di sana.


 *****


“Tapi ini sudah terlalu malam sayang, aku tidak ingin kau sakit jika harus pulang terlalu larut,” Sahut Erfan seraya membenahi pakaiannya.


“Hm… kau sepertinya tidak ingin berlama-lama denganku? apa kau sudah bosan denganku ya sekarang?” Rajuk Renata dengan bibirnya yang sudah nampak mengerucut.


“Astaga Re! itu tidak mungkin, aku tidak akan pernah bosan padamu, justru aku semakin mencintaimu sayang, aku hanya takut kau sakit! itu saja,” Tegas Erfan yang membuat Renata bersorak di dalam hatinya.


“Ya sudah kalau begitu kita jangan langsung pulang ya, aku tidak akan sakit ko kalau hanya sekedar duduk berdua denganmu di dalam Apartemen,”.


“Apartemen? maksudmu, kau ingin…” Belum sempat Erfan menyelesaikan ucapannya Renata sudah menganggukkan kepalanya dengan yakin.


“Iya Fan, aku ingin nonton berdua bersamamu di Apartemen, boleh ya? rasanya aku sudah lama sekali tidak mengunjungi kediaman sahabat yang sekarang menjadi kekasihku ini!” Bujuk Renata.


Erfan terlihat berpikir sejenak, namun pikirnya tidak ada salahnya juga untuknya membiarkan sang kekasih main lagi ke Apartemen nya, toh hanya menonton saja kan!. Erfan segera beranjak berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Renata.


“Ya sudah, ayo kita pergi!” Renata pun menyambut uluran tangan sang kekasih dengan antusias, dia benar-benar bahagia malam ini. Selain dia bisa bercengkrama dengan Kenny dan juga Jenny, dia juga masih bisa menghabiskan waktunya untuk saling mendekatkan diri dengan Erfan.


Di lain tempat, tepatnya di Apartemen Kenny. Terlihat seorang gadis yang melangkahkan kakinya dengan ragu ke dalam hunian yang cukup mewah bagi kalangan menengah ke bawah seperti dirinya. Meski Kenny menganggap Apartemen itu terlalu kecil untuknya, namun nyatanya Apartemen itu memiliki fasilitas yang begitu lengkap seperti di Apartemen mewah lainnya.


“Astaga Kenn, apa benar ini tempat tinggal mu?” Tanya sang gadis ketika memasuki Apartemen kekasihnya itu.


Kenny hanya terlihat mengulas senyum kikuk saat melihat Jenny yang terkejut karena melihat isi Apartemen nya yang begitu berantakan seperti kapal pecah. Kenny lupa meminta Mommy nya untuk membereskan masalah yang satu itu.


Flash back start.


“Mom! Kenny ingin berbicara!” Ucap Kenny saat dia sudah kembali dari rumah Jenny.


“Ada apa? biasanya juga kau langsung berbicara pada Mommy, kenapa sekarang kau malah meminta ijin seperti itu?” Sahut Mommy Bella yang saat ini tengah menikmati teh hangat yang baru saja di sajikan oleh pelayan mansion nya.


Ya, saat ini Kenny memang tengah berada di mansion kedua orangtuanya. Dia berniat berdamai dan meminta keringanan pada sang mommy untuk hukuman yang di berikan sang Mommy kepadanya.


“Mom, kali ini Kenny ingin berbicara serius!”.


“Ya sudah, bicara saja!” Ucap Mommy Bella seraya menyeruput kembali teh hangat miliknya.


“Mom, sepertinya Kenny… mencintai Jenny!”.


Mom Bella yang baru saja menyeruput tehnya akhirnya tersedak karena terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya dari mulut sang putra. Sebenarnya Mom Bella memang sudah menebaknya sejak di villa tadi, namun setelah mendengar langsung penuturannya dari Kenny, dia benar-benar terkejut bukan main.


.


.


.


.


.


.


.


Kira-kira Mom Bella setuju gak ya kalau Kenny melamar Jenny??? ikuti terus kelanjutan ceritanya ya guys, .see you next episode...