Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 105 # Perasaan yang tak terungkapkan.



Warning!!!


Buat yang belum cukup umur skip aja ya bab ini...


Happy reading guys...


Akhirnya mereka semua menemani Jenny untuk di periksa ke Rumah Sakit. Setelah melakukan pemeriksaan Jenny sudah di perbolehkan pulang dengan catatan harus banyak beristirahat dan meminum vitamin serta obat yang sudah di resep kan oleh Dokter.


“Bu, Jenny sudah tidak apa-apa ko, maaf ya! Jenny jadi membuat kalian semua repot,” Sesal Jenny.


“Tidak ada seorang Ibu yang merasa direpotkan oleh putrinya sendiri sayang, kau pulanglah sekarang! dan jangan lupa makan obat dan vitamin yang di berikan Dokter tadi, ya!” Sahut Ibu Erika seraya mengecup kening Jenny dengan penuh sayang.


“Aku antar ya!” Seru Jo.


“Tidak Kak, Jenny tidak ingin Kenny curiga lagi dengan kita, sebaiknya Jenny pulang bersama Kak Tian saja,” Ucap Jenny yang di angguki Jo meski kecewa dalam hatinya.


“Hm… baiklah, kalau begitu kalian berhati-hatilah! telepon Kakak kalau terjadi sesuatu ya Jenn!” Pesan Aldo.


“Iya Kak, kalian juga hati-hati ya!” Sahut Jenny seraya memasuki mobil yang sudah Tian buka kan pintunya sebelumnya.


Di rumah mewahnya, Jenny masih belum mendapati suaminya pulang. Setelah memastikan di seluruh penjuru kamar kosong, Jenny segera memeriksa ponselnya yang sejak tadi dia mode silent.


“Astaga! Kenn sampai menelpon ku sebanyak ini! aku harus meneleponnya balik agar dia tidak curiga!” Gumam Jenny setelah memeriksa beberapa panggilan tidak terjawab dari suaminya.


Tut…tut….tut…


“Halo sayang! kenapa baru menghubungi ku sekarang? kau baik-baik saja kan?” Tanya Kenny bertubi-tubi setelah menghubungkan sambungan teleponnya.


“Aku baik-baik saja Kenn, kau masih dimana sekarang? apa kau pulang ke mansion Mommy?” Tutur Jenny balik bertanya.


“Aku memang di mansion Mommy sayang, aku akan pulang sekarang kalau kau sudah di rumah, aku merindukan mu, honey!” Sahut Kenny dengan suara serak menahan sesuatu yang seketika menyeruak di bagian inti tubuhnya bagian bawah.


“Aku juga merindukan mu Kenn, pulanglah! Aku menunggu mu di rumah!”.


Jenny segera mengakhiri sambungan teleponnya dan bergegas membersihkan diri sebelum suaminya pulang, dia ingin sudah bersih dan wangi saat suami pulang nanti. Tak memakan waktu lama, akhirnya Jenny selesai membersihkan diri, namun dia di buat terkejut ketika membuka pintu kamar mandi.


Ceklek…


“K…Kenn! kenapa kau pulang cepat sekali! aku bahkan baru selesai mandi,” Ucap Jenny terbata.


Tanpa menghiraukan keterkejutan istrinya, Kenny segera mendekat dan memeluk tubuh istrinya itu dengan begitu erat, seakan dia sudah lama berpisah dengan sang pujaan hati.


“Kau tidak lelah kan malam ini? aku ingin kita melakukannya sampai pagi! biar calon akan kita segera hadir di sini,” Bisik Kenny seraya mengusap perut istrinya yang sudah sedikit mengeras di bagian bawah.


“Sayang, kenapa perutmu sedikit keras di bagian sini?” Ucap Kenny yang menyadari sesuatu yang berbeda dari tubuh istrinya. Secepat mungkin Jenny menghindar dan mencari alasan.


“Ah… itu mungkin karena aku mengalami sembelit akhir-akhir ini Kenn, ya sudah! sebaiknya kau membersihkan diri dulu saja, aku akan menyiapkan pakaian mu sekarang!” Sangkal Jenny seraya melenggang ke arah walk in closet.


Pria tampan yang masih menggunakan setelan jas itu pun nampak menurut dan tak menghiraukan ucapan istrinya lagi, sesegera mungkin Kenny menuntaskan ritual bersih-bersihnya sebelum melakukan penyatuan yang syahdu dengan sang istri tercinta.


“Sayang, aku merindukan mu! kenapa seharian ini kau sulit sekali aku temui!” Rajuk Kenny seraya memeluk tubuh istrinya dari belakang yang kini tengah berbaring di atas tempat tidur mereka.


“Aku kan membantu acara pernikahan Rangga, Kenn! lagi pun, kau juga sama sibuknya akhir-akhir ini, sampai-sampai…” Jenny hampir saja keceplosan bicara, dia segera membalikkan tubuhnya dan mengecup singkat bibir suaminya untuk mengalihkan fokus Kenny.


“Kau sampai rindu padaku juga ya!” Ucap Kenny seraya balas meraup bibir Jenny dengan lembut dan penuh perasaan.


“Sayang\, aku sudah tidak tahan\, kita lakukan sekarang ya!” Pinta Kenny dengan nada yang sudah di selimuti kabut gai***.


Jenny hanya mampu menganggukkan kepalanya pertanda setuju. Jenny hanya bisa pasrah saat sang suami mulai menjelajah ke tempat-tempat favoritnya\, terutama saat menemukan dua bukit kembar yang selalu membuatnya candu. Setelah puas bermain di ke dua bukit kembar\, kini Kenny menjelajah ke bagian atas kembali. Memberi ciu*** yang manis dan lembut di bibir istrinya sebagai ungkapan rindunya yang sudah tak dapat di bendung lagi.


“Sayang, aku masuk sekarang ya!” Kenny memberi aba-aba.


Jenny paham, dan dia sudah hafal dengan kode yang di berikan suaminya tersebut, dia pun memposisikan diri senyaman mungkin agar memudahkan suaminya untuk berkelana di goa miliknya. Semakin lama mereka semakin menikmati pertautannya itu, hingga akhirnya pertautan itu pun terselesaikan setelah semburan lahar Kenny bersarang di rahim sang istri yang akan memperkuat janin yang Jenny kandung saat ini.


“Terimakasih sayang,” Ucap Kenny seraya mengecup kening Jenny yang sudah terkulai lemas di sampingnya.


“Kau memang tidak ada tandingannya, sayang! bahkan Gea pun tak bisa mengalahkan mu di atas ranjang mau pun di hatiku!”Ucap Kenny lagi yang sayangnya hanya dia suarakan dalam hatinya.


Jenny terlihat langsung tertidur setelah di gempur oleh sang suami, dia langsung berseluncur ke alam mimpinya dalam sekejap setelah Kenny menyelimutinya dan mengecup seluruh wajah  istri tercintanya itu.


“Maafkan aku yang tak bisa berkata jujur padamu, sayang! aku janji tidak akan mengulangi nya lagi, aku tidak mau kau terluka dan bersedih jika sampai tau kebenarannya,” Lirih Kenny.


Tanpa pria tampan itu tau, ternyata Jenny belum benar-benar tertidur. Jenny terus mendengarkan ucapan suaminya yang semakin terdengar menyesal. Bahkan Kenny sampai terisak di akhir ucapannya tadi.


“Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari ku Kenn? kenapa kau tidak mengatakannya padaku langsung?” Batin Jenny.


Perlahan Kenny beranjak dan meninggalkan sang istri yang masih terlelap tidur, pria itu memilih berendam di dalam kamar mandi agar pikirannya sedikit tenang.


“Apa yang sebenarnya terjadi Kenn? kenapa kau seperti bukan dirimu saat ini? apa yang kau sembunyikan dariku?” Gumam Jenny bertanya-tanya.


Perlahan bulir Kristal dari pelupuk matanya pun meluncur bebas di atas pipi mulusnya, gadis itu menangisi kebimbangannya. Di saat kabar kehamilannya yang seharusnya membahagiakan, ternyata harus terusik karena perubahan sikap Kenny, suaminya. Membuat suasana hati gadis cantik itu seketika murung dan sendu.


“Apa aku beranikan bertanya saja ya? kalau tidak, aku pasti terus kepikiran,” Gumam Jenny sambil memungut pakaiannya dan mengenakannya kembali sebelum menghampiri pintu kamar mandi.


Setelah memakai kembali pakaiannya, Jenny segera menghampiri pintu kamar mandi dan hendak mengetuknya agar Kenny keluar dan menjelaskan tentang apa yang diucapkannya tadi. Namun baru saja tangan mungil itu melayang hendak mengetuk, Kenny lebih dulu membuka pintunya dan membuat gadis itu hampir terjatuh jika Kenny tak sigap menangkap tubuh mungilnya.


“Sayang! kau tidak apa-apa kan?” Tanya Kenny terlihat panik sekaligus cemas.


“A…aku! aku, tidak apa-apa! aku ingin ke kamar mandi, kau cepat pakai baju saja, sana!” Sangkal Jenny.


Pada akhirnya gadis itu mengurungkan niatnya untuk bertanya karena saat ini perut bagian bawahnya terasa keram. Dengan hati-hati Jenny mendudukkan tubuhnya di atas closet duduk yang berada di dalam kamar mandi seraya memegangi perutnya.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…


Jejaknya jangan lupa ya.... 😘😘😘