
“Nama ku Ken Om, kalau begitu aku pergi dulu ya…” Ken melirik Marsya dengan tatapan bingung karena belum mengetahui nama gadis kecil itu.
Seketika Marsya pun menyebutkan namanya sendiri untuk mengusir kebingungan Ken yang ingin memanggilnya.
“Marsya! nama ku Marsya, Ken! apa kau mau ikut kami mencari mainan juga? aku pikir akan lebih seru jika kita mencarinya bersama-sama!” Seru Marsya.
“Wah kalian mudah akrab ya, dan siapa tadi nama mu? Ken, ya? nama mu terdengar sama dengan nama Om loh, nama Om juga Kenn lengkapnya sih Kenny, kalau kau mau, kau bisa ikut Om dan Marsya untuk membeli mainan, Om juga akan membelikan nya untuk mu sebagai tanda terimakasih karena sudah menolong Marsya tadi,” Tutur Daddy Marsya yang ternyata Kenny.
“Benarkah?” Tanya Ken penuh harap.
“Tentu, kau bebas memilih mainan yang kau inginkan Ken, tapi… apa kau ke sini sendirian? Kemana orangtua mu? sebaiknya jika kau datang dengan orangtua mu, kau harus meminta izin dulu pada mereka, karena mereka bisa khawatir mencari mu, nantinya! Om tidak akan ingkar janji! Om juga akan mengantar mu untuk menemui mereka jika kau mau,” Tutur Kenny mengingatkan.
“Om tidak perlu khawatir, aku dengan orangtua ku ko, itu di sana!” Tunjuk Ken pada pengawal Dion yang ternyata sudah di sadari keberadaannya oleh Ken.
“Astaga! apa bocah itu mengenali ku? padahal kan aku tidak menunjukkan wajah ku sejak tadi,” Batin Dion yang tengah berdiri tak jauh dari tempat Ken dan Marsya berdiri.
“Apa itu Papah mu?” Tanya Kenny memastikan.
“Bukan, aku tidak punya Papah dari sejak lahir, aku hanya punya Uncle, Mommy serta Oma dan juga Oma buyut yang selalu menyayangi ku,” Tutur Ken menjawab.
“Kalau kau tidak punya Papah, lalu siapa pria dewasa itu?” Tanya Kenny.
“Dia orang suruhan Uncle Ken, Om. Sebentar! Ken hampiri dulu orangnya ya!” Ucap Ken seraya menghampiri Dion yang masih diam membelakangi mereka.
“Om, aku mau membeli dulu mainan dengan Om yang di sana, nanti aku akan ikut Om pulang untuk bertemu Mommy dan Uncle Jo kalau aku sudah selesai menemukan mainan yang aku inginkan, bagaimana? aku sudah lelah main petak umpat terus dari tadi, jadi Om tunggu di sini saja ya sampai aku selesai.” Tutur Ken dengan lancarnya seolah sedang berhadapan dengan anak sebayanya.
“Astaga! anak ini penuh kejutan ternyata, em… tapi sepertinya kali ini dia bisa di percaya! apa aku biarkan dia memilih mainan nya dulu saja ya?” Batin Dion yang masih diam di tempatnya, namun sudah menghadap ke arah Ken yang mengajaknya bicara.
“Om! Om tidak perlu banyak berfikir yang aneh-aneh, aku juga seorang pria, dan pria sejati itu pasti menepati janjinya, benar kan!” Oceh Ken membuyarkan lamunan Dion.
“Hm… baiklah, aku akan menunggu mu di sini pria kecil!” Sahut Dion yang pada akhirnya mengalah.
Flash back done.
“Maaf Tuan, mungkin Tuan muda kami akan sedikit merepotkan anda!” Tutur Dion yang akhirnya menghampiri Kenny dan putrinya.
“It’s Ok, kalau begitu aku akan mengajaknya berkeliling dulu untuk memilih mainan, kau
tunggu lah di sini, dan ini… kau pasti masih ragu tentang ku, kan!” Sahut Kenny seraya memberikan kartu nama nya pada Dion.
Dengan segera Dion pun mengambilnya dan memasukkannya ke dalam kantung jas yang dia kenakan tanpa menaruh curiga lagi pada Kenny. Dion pikir, jika Kenny memiliki niat jahat, pria itu tidak akan meminta ijin padanya dan memberikan kartu namanya, bukan?.
Satu jam kemudian. Ken kembali menghampiri Mommy nya dan sang Uncle bersama Dion yang membawa dua kantong besar berisi mainan yang di belikan Kenny untuk Ken. Dengan senyum yang terus terukir di mulut mungilnya, pria kecil bernama Ken itu berlari ke arah sang Mommy seraya membentangkan kedua tangannya dengan gembira.
“Mommy…” Teriak Kenn menghampiri.
“Anak nakal? pergi kemana saja kau? apa kau tidak memperdulikan Mommy yang khawatir, hem?” Omel Jenny setelah mendekap erat putra tersayangnya.
“Sorry! Ken janji tidak akan mengulangi nya lagi, Mom!” Lirih Ken penuh penyesalan.
“Lain kali kau harus mendengarkan Uncle Jo bicara, ok!” Seru Jo seraya mengimbangi langkah Jenny yang menggendong Ken ke arah mobil mereka.
Setibanya di rumah, Ken segera membongkar barang belanjaannya di hadapan sang Oma dan Oma buyut nya, pria kecil itu terlihat begitu gembira karena bisa memiliki mainan yang dia inginkan selama ini, bukan Jenny tak mampu membelikannya. Namun mainan Ken di rumah pamannya itu sudah sangat menumpuk, jika pria kecil itu terus membeli mainan yang diinginkannya, sudah pasti kamar nya itu akan menjadi gudang mainan nantinya.
“Wah… banyak sekali sayang! apa Mommy mu tau, kau membeli ini semua?” Tanya Ibu Erika.
“Mommy tau ko Oma! Ken dapat mainan ini dari Daddy nya Marsya, Oma!” Jawab Ken yang memang sudah menceritakan semuanya saat di perjalanan menuju rumah mereka.
“Marsya? siapa itu? apa dia teman baru mu? sepertinya Oma baru mendengar namanya deh!” Sahut Ibu Erika seraya mengingat ingat nama-nama teman cucu nya.
“Marsya teman yang baru Ken temui di Mall tadi Oma, Daddy nya baik… sekali, dia membolehkan Ken membeli semua mainan yang Ken mau!” Tutur pria kecil itu antusias.
“Wah… baik sekali Daddy teman mu itu, tapi alangkah baiknya jika Ken tidak mudah percaya dan sungkan dengan orang yang baru di kenal ya sayang , kadang itu juga bisa membahayakan mu, kita kan tidak pernah tau dengan hati manusia, bisa saja banyak orang jahat yang menyamar seperti malaikat di dunia ini, termasuk di Mall yang kau datangi, Ken!” Sahut Ibu Erika memberikan petuahnya
“Tapi Oma Daddy nya Marsya itu benar-benar baik, dia juga sempat membawa Ken pada Om Dion pengawalnya Uncle, dan dia tidak berbuat jahat sedikit pun ko pada Ken,” Sanggah Ken yang sepertinya sudah sangat suka pada sosok Daddy Marsya yang baru dia jumpai sekali itu.
Sementara itu di kediaman Alvaro di Negara M. Sepasang suami istri yang terlihat masih tampan dan cantik di usianya yang tak lagi muda baru saja tiba, setelah melakukan penerbangan kilat menggunakan jet pribadi milik keluarganya.
“Ha… akhirnya Mommy bisa rebahan juga Pah,” Ucap Mom bella seraya merebahkan tubuh ringkihnya di atas tempat tidur.
“Mom, kita kan baru sampai! Sebaiknya kita membersihkan diri dulu sebelum istirahat!” Seru Papah Oscar yang sudah lebih dulu melepas pakaian nya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
“Haist! Papah duluan saja deh, Mommy ingin rebahan sebentar, Pah!” Sahut Mom Bella seraya menutup kedua matanya yang sudah terasa mengantuk.
Tok…tok…tok…
“Oma, apa Marsya boleh masuk?” Seru Gadis kecil yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Oma nya.
“Iya sayang, masuk lah! pintunya tidak di kunci ko,” Saut Mom Bella dari dalam kamar.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys... 😘😘😘