Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 143 # Berkunjung ke taman.



"Biar saya saja yang periksa ke sana Tuan, saya permisi dulu ya!" Sahut Anggun seraya beranjak dari duduknya.


Kenny tak bisa berbuat lebih saat Anggun sudah terlihat menjauh menghampiri Alexa alias Jenny, pria itu berharap jika perempuan yang dia tolong tadi baik-baik saja.


"Nona! apa kau baik-baik saja? atau kita ke Rumah Sakit saja ya, wajah Nina terlihat begitu pucat, aku khawatir jika kondisi Nona semakin memburuk," Tutur Anggun setelah menghampiri Jenny yang baru saja keluar dari toilet.


"Aku tidak apa-apa Gun, sebaiknya kita kembali ke meja Kenny saja, dia pasti curiga kalau kita terlalu lama di sini," Sahut Jenny.


"Hm... baiklah, tapi jika kau merasa tidak enak badan, kau jangan sungkan bilang padaku ya, Non!" Seru Anggun yang masih merasa cemas dengan kondisi Jenny.


Kedua perempuan tersebut akhirnya kembali menghampiri Kenny, mereka berusaha profesional dan menjalani sesi makan siang dengan tenang. Setelah selesai, Kenny mengantar Anggun dan Jenny ke perusahaannya untuk menunjukkan kantor yang akan Jenny gunakan selama persiapan pertunjukan hasil desainnya kelak.


"Silahkan Nona, semoga ruangan ini cukup nyaman untuk membantu anda dalam persiapan pertunjukan kelak," Tutur Kenny setelah berhasil masuk ke sebuah ruangan yang cukup luas yang masih bersebelahan dengan ruangan kerjanya sendiri.


"Terimakasih Tuan, ruangan ini sangat nyaman dan luas, aku yakin aku bisa menghasilkan banyak desain terbaik jika tempat persiapannya sangat nyaman seperti ini," Sanjung Jenny tulus.


"Kalau begitu untuk penyambutan anda di kantor ini, bagaimana kalau kita menikmati sedikit kudapan terlebih dahulu?! sebentar, aku akan memanggil Asisten ku dulu untuk mempersiapkannya!" Tutur Kenny seraya menghubungi Tian, Asisten andalannya.


Tak berapa lama kemudian, sang Asisten yang baru saja Kenny panggil pun menampakkan batang hidungnya. Pria yang selalu terlihat rapi dan gagah itu segera membungkukkan tubuhnya memberi hormat ketika berhadapan langsung dengan sang atasan.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?!" Seru Tian.


"Ya, aku ingin kau siapkan kudapan untuk merayakan penyambutan Nona Alexa, kau bawalah beberapa kudapan dan minuman terbaik yang ada di Kantor ini!" Titah Kenny.


"Nona Alexa? nama itu terdengar tak begitu asing, tapi aku pernah mendengarnya di mana ya?" Batin Tian seraya mengingat-ingat nama Alexa.


Sejurus kemudian pandangannya saling beradu dengan Jenny yang sama-sama menatap ke arahnya, entah ada perasaan apa,namun Tian sendiri masih bingung, dia pikir saat ini dia pasti sedang berhalusinasi. Dia seperti melihat Nona mudanya yang sudah beberapa tahun ini dia cari keberadaannya.


"Apa aku tidak salah melihat ya? itu kan Nona Jenny, tapi... ah, sudahlah! sebaiknya aku laksanakan tugas ku dulu saat ini, biar aku selidiki saja nanti setelah tugas ini selesai," Batin Tian seraya melenggang setelah berpamitan.


Beberapa hari berlalu begitu cepat. Hari ini Jenny berencana mengajak putra semata wayangnya untuk menghabiskan waktu bersama di sebuah taman Kota. Akhir-akhir ini Ken kecil selalu merajuk dan mengeluh tidak di perhatikan oleh sang Mommy, pria kecil menggemaskan itu akhirnya luluh saat Jenny membujuknya dengan mengajaknya jalan-jalan ke sebuah taman Kota yang cukup ramai dengan pengunjung yang notabenenya para orangtua yang menghabiskan waktunya bersama putra-putri mereka.


Lain halnya dengan Marsya dan juga Kenny yang semenjak kedatangannya ke mansion keluarga Alvaro, mereka memilih menginap di sana atas permintaan Nenek Martha yang selalu merasa kesepian akhir-akhir ini, sehingga dia meminta Kenny untuk menginap di sana bersama Marsya.


"Mommy, aku ingin membeli itu," Tunjuk Ken kecil ke arah sebuah gerobak penjual Es Krim keliling yang kebetulan sedang mangkal di dekat taman tersebut.


"Hm... tapi pedagangnya begitu ramai sayang, kita beli yang lain saja ya!" Bujuk Jenny ketika melihat gerobak pedagang Es Krim tersebut tengah dikerumuni banyak pembeli.


"Aahhh... Ken mau Es Krim itu Mom, pokoknya Ken tidak ingin yang lain," Ucap Ken kecil yang mulai merengek.


"Haist!! dasar pria menggemaskan ku, ya sudah! tapi kau tunggu saja di sini ya, Mommy akan kembali dengan cepat, kau jangan kemana-mana, ok!" Seru Jenny mengingatkan sang putra sebelum menghampiri sang pedagang Es Krim.


"Hem... Ken akan tunggu di sini Mom!" Tegas Ken kecil untuk meyakinkan.


Jenny hanya bisa terkekeh melihat keseriusan sang putra, akhirnya dia pun mengalah untuk membelikan Es Krim yang di inginkan Ken kecil. Di area parkir taman tersebut, terlihat seorang pria dewasa yang sedang menggendong putri cantiknya ke arah taman Kota yang saat ini menjadi tempat Ken kecil bersama Jenny menghabiskan waktu mereka bersama. Pria dewasa yang tak lain Kenny itu selalu mengajak sang putri rutin bermain di taman Kota tersebut di setiap hari liburnya berkerja.


"Tapi kita baru saja sampai Dadd, aku juga masih lelah jika harus pulang kembali," Keluh Marsya.


"hm... ya sudah! tapi kau pakai jaketnya dulu ya, sepertinya udaranya semakin dingin sekarang!" Tutur Kenny mengalah seraya memakaikan sang putri jaketnya yang selalu dia bawa kemana pun mereka bepergian.


Sejurus kemudian, tatapan Marsya menangkap sosok yang begitu dia kenali. Gadis kecil menggemaskan itu memberitahu sang Daddy dengan menunjuk ke arah Ken kecil yang tengah terduduk manis di salah satu kursi taman tak jauh dari tempat mereka singgah saat ini.


"Dadd, itu Ken, kan! aku ingin menghampirinya!" Seru Marsya seraya menunjuk ke arah Ken kecil yang masih setia menunggu sang Mommy yang sedang membelikannya Es Krim yang dia inginkan.


'Iya benar sayang, tapi dia bersama siapa? apa dia duduk sendiri? kalau benar, itu sangat berbahaya! ayo kita hampiri dia!" Sahut Kenny seraya menggandeng sebelah tangan putrinya dan berjalan menghampiri Ken kecil.


"Ken! kau sedang apa di sini?" Tegur Marsya yang membuat Ken kecil sedikit terkejut dengan keberadaannya.


"Astaga! kau membuatku terkejut Sya, aku sedang menunggu Mommy membeli Es Krim, kau juga sedang bermain di taman ini ya?!" Tutur Ken kecil.


"Hm... aku selalu datang ke taman ini setiap Daddy libur kerja," Sahut Marsya menjawab.


Tiba-tiba awan me dung yang sejak tadi sudah nampak menggelap akhirnya mencurahkan air hujannya yang sudah tak terbendung lagi ke atas bumi. Seketika Kenny menggendong dua bocah menggemaskan itu untuk berteduh tanpa memikirkan orangtua Ken kecil yang entah sedang berada di mana.


"Om, Mommy ku masih membeli Es, dia pasti mencari ku nanti!" Rengek Ken kecil gelisah.


"Tapi kau bisa sakit kalau terkena air hujan, sebaiknya kita menunggu Mommy mu di sini saja Ken!" Tutur Kenny membujuk.


"Daddy benar Ken, kau tunggu saja di sini!" Seru Marsya menimpali.


Mau tak mau bocah menggemaskan itu menuruti kemauan Kenny dan Marsya yang menyuruhnya untuk menunggu di salah satu aula di taman tersebut.


Di tempat semula Ken dan Jenny duduk, terlihat seorang perempuan cantik tengah gelisah mencari putra kecilnya. Ya! dia adalah Jenny, sekembalinya membeli Es Krim, dia berlarian menghindari hujan demi menjemput sang putra yang tengah menunggunya sejak tadi.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys 😘😘😘