Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 47 # Di antar Jonathan



“Wah… dia mendapat karma yang kontan ya, lalu bagaimana perusahaan Tuan sekarang?” Tanya Jenny.


“Sejak hari itu, data dan aset perusahaan ku kembali aman Jenn, dan aku pun tidak jadi gulung tikar, aku benar-benar sangat berterimakasih padamu Jenn, kalau kau tidak mengejutkan pria jahat itu aku tidak tau nasib karyawan-karyawan ku saat ini, mungkin mereka akan mendemo ku besar-besaran jika kau tidak mengacaukan aksi kejahatan pria itu,” Kekeh Jonathan di akhir ucapannya.


“Kau terlalu memujiku Tuan, aku tidak berbuat apa-apa ko!” Sahut Jenny merendah.


“Ya sudah karena ini sudah semakin malam, aku akan mengantar mu pulang sampai rumah, lagi pula kau lupa membawa dompetmu kan, ayo!” Seru Jonathan seraya beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya ke hadapan Jenny.


“Haist! aku jadi merepotkan mu lagi Tuan, tapi aku memang tidak membawa dompet sih,” Kekeh Jenny seraya menyambut uluran tangan Jonathan.


Sepanjang perjalanan keduanya asik mengobrol tentang hal pribadi mereka masing-masing. Sesekali Jenny terlihat menguap karena menahan kantuk yang sudah dia rasakan saat keluar dari mini market. Jonathan yang menyaksikannya di buat gemas bukan main, karena Jenny benar-benar terlihat begitu cantik alami dengan sikap polos dan tulusnya.


“Ternyata kau aslinya benar-benar cantik dan baik Jenn, aku benar-benar beruntung bisa bertemu denganmu di sini, semoga kita bisa selalu bertemu lagi setelah ini,” Batin Jonathan.


“Berhenti di depan saja Tuan, kau yakin tidak ingin mampir masuk dulu?” Tawar Jenny seraya membuka sabuk pengaman yang membentang menyamping di dadanya.


“Lain kali saja Jenn, ini sudah terlalu larut, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahat keluargamu yang lainnya, aku akan menghubungimu lagi untuk membahas pekerjaan mu nanti, kau tidak boleh menolaknya lagi, ok!” Seru Jonathan seraya mengacungkan telunjuknya ke udara untuk memberi peringatan pada Jenny.


“Baiklah… aku akan mempertimbangkan tawaranmu itu Tuan, kalau begitu terimakasih ya untuk tumpangan dan belanjaannya, kau berhati-hatilah! selamat malam!” Tutur Jenny melambaikan sebelah tangannya dan bergegas masuk tanpa menunggu Jonathan pergi dengan mobilnya.


“Benar-benar cantik, dia juga begitu tulus dan baik, kedua bola matanya sungguh membuat siapa saja yang memandangnya terhipnotis untuk selalu menatapnya,” Gumam Jonathan sebelum melajukan kembali mobilnya.


Saat di perjalanan menuju rumah Jenny tadi, Jonathan sempat menawarkan pada Jenny supaya dia bekerja di perusahaannya. Awalanya gadis itu menolak, namun Jonathan begitu gigih membujuknya hingga akhirnya Jenny pun menerima tawarannya itu meski dia sendiri belum begitu yakin dengan keputusannya.


Di sebuah kamar yang bernuansa serba putih, seorang gadis terlihat membenahi barang belanjaannya dan segera menghampiri sebuah nakas yang terletak tak jauh dari tempat tidurnya. Hal pertama yang Jenny lakukan saat itu adalah memeriksa ponselnya yang ternyata sama-sama tertinggal bersamaan dengan dompet yang hendak dia bawa ke mini market tadi.


“Astaga! kenapa Kenny banyak sekali menghubungiku?” Gumam Jenny setelah memeriksa beberapa panggilan tak terjawab di ponselnya yang ternyata di penuhi oleh nomer ponsel Kenny.


“Sebaiknya aku mencoba meneleponnya balik, siapa tau ada hal penting yang ingin dia sampaikan!” Seru Jenny seraya menghubungi nomer sang kekasih saat itu juga.


Di dering pertama Jenny langsung mendengar sahutan dari suara kekasihnya yang begitu mengkhawatirkannya sejak tadi.


“Sayang, apa kau baik-baik saja? kenapa kau tidak menjawab teleponku sedari tadi? kau baik-baik saja kan? Tante bilang kau pergi ke mini market tadi, apa itu benar? kenapa kau tidak memberitahuku? aku begitu mengkhawatirkan mu sayang!” Cecar Kenny dengan pertanyaannya yang bertubi-tubi.


“Haist! kekasihku ini sedang merangkai kereta ya! kalau bertanya itu satu-satu lah Kenn, aku baik-baik saja ko, aku baru kembali dari membeli pem… eh, maksudku membeli makanan cemilan, dan kebetulan ponselku tertinggal tadi,” Tutur Jenny yang hampir keceplosan jika dia sudah membeli pembalut di mini market, bagi Jenny itu hal memalukan jika sampai Kenny tau.


“Ha… kau ini membuatku cemas saja sayang, aku pikir kau kemana dari tadi, ya sudah ini sudah larut malam sayang, sebaiknya kau beristirahat ya, apa besok kau bekerja?” Tanya Kenny sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.


“Tidak Kenn, aku libur besok, apa kau ingin aku ke kantormu lagi?” Tawar Jenny yang mengerti maksud Kenny bertanya seperti itu.


“Hm… sangat boleh sayang, aku akan menunggu mu besok di jam makan siang ya, miss you honey, love you, emmuach!” .


Keesokan harinya, Kenny terlihat begitu bersemangat karena tau jika sang kekasih akan menemuinya di jam makan siang, dia benar-benar sudah merindukan kekasihnya itu, di tambah lagi dia masih ingin menikmati kebersamaannya dengan Jenny sebelum dia meninggalkan kekasihnya itu ke Negara A untuk mengurus cabang perusahaannya beberapa hari lagi.


“Sayang, kau jadi ke sini kan? aku benar-benar merindukanmu, haist! kenapa waktu bergerak begitu lambat sih, kau datang sekarang saja ya, aku benar-benar tidak sabar ingin segera memeluk mu!” Tutur Kenny  dengan manjanya lewat sambungan video call.


“Sabar Kenn, aku sedang membeli bahan makanan yang akan aku masak untuk mu ini, apa kau menginginkan sesuatu juga? mumpung aku masih berada di swalayan!” Sahut Jenny yang memang sedang berada di sebuah swalayan saat itu.


“Tidak! aku hanya menginginkan mu sayang, cepatlah datang kemari!” Rengek Kenny bagai bayi yang sudah merindukan ibunya.


“Haist! kau sudah seperti bayi besar Kenn, aku akan menutup teleponnya dulu ya, aku ingin memilih ikan segar sekarang , bye sayang!” Jenny segera memutus sambungan teleponnya karena malu telah menyebut Kenny sayang dan bergegas memilih ikan segar yang akan dia olah sebagai bekal makan siang untuk kekasihnya itu.


Di tempatnya kini Kenny semakin uring-uringan karena mendengar Jenny memanggilnya dengan kata sayang sebelum mengakhiri sesi video call nya, membuat pria tampan itu semakin tak sabar ingin bertemu dengan sang kekasih yang selalu membuat jantungnya berdebar lebih kencang saat bersama dengan dirinya.


“Kau pasti aku hukum karena sudah mematikan teleponnya sayang, eh atau aku kasih kau hadiah saja deh, secara dia tadi sudah memanggilku sayang sebelum mengakhiri teleponnya.” Gumam Kenny seraya tersenyum-senyum sambil menatap layar ponselnya yang sudah mati sejak tadi.


Membuat Tian yang baru saja ingin masuk ke ruangannya terdiam di mulut pintu ruangan Kenny yang terbuka lebar. Tian sempat berargumen sendiri dalam benaknya, mungkinkah atasannya mengalami depresi? kenapa Tuan mudanya itu senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya?.


“Ehem… permisi Tuan!” Akhirnya Tian memberanikan diri untuk segera menghampiri atasannya itu.


“Haa.. kau mengganggu momen bahagiaku saja Tian! ada apa? bukannya meeting nya masih lama ya? aku ingin menikmati waktu senggang ku dulu sekarang, siang nanti kekasihku akan datang ke sini, kau sambut dia di bawah ya nanti!” Tutur Kenny .


“Oh baiklah Tuan, tapi sebelumnya saya ingin memberi tahu anda jika di bawah sekarang ada Nona muda yang mengaku sahabat anda ingin bertemu, apa anda ingin menemuinya?” Sahut Tian mencoba menjelaskan maksud dan tujuannya menghampiri Kenny ke ruangannya.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya ya guys...


See you next episode...🤗😘