Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 92 # Bertemu Ibu



“Aku Jenny Nek, aku sedang memeriksa persediaan bahan makanan yang akan di gunakan di pernikahan Kakak ku,” Sahut Jenny menjawab.


“Nenek sendiri sedang apa di sini?” Tanya Jenny menambahkan.


“Aku juga ingin memeriksa persediaan bahan makanan juga untuk pernikahan cucu ku, sekalian aku ingin memberikan contoh makanan yang akan di sajikan sebagai dessert nya nanti,”Jawab si Nenek.


“Wah, kalau begitu kita sama-sama satu tujuan Nek, ayo aku bantu menemui kepala gudang nya!” Seru Jenny seraya membantu Nenek tua tersebut untuk menemui sang kepala gudang.


Sambil berjalan menuju ruangan kepala gudang, Jenny saling bertukar sedikit cerita dengan Nenek tua tersebut yang di ketahui bernama Dona. Jenny tak menyangka kalau Nenek tua yang dia temui itu adalah Neneknya Shakira.


“Jadi Nenek, Neneknya Shakira ya! wah… aku baru tau kalau Shakira memiliki Nenek yang begitu cantik dan baik seperti Nenek,” Sanjung Jenny tulus.


“Kau bisa saja Jenn, aku kan sudah tua, masa di bilang cantik sih, kulit ku sudah terlihat berkeriput loh!” Kekeh Nenek Dona.


“Tapi Nenek benar-benar masih cantik ko, Jenny jadi penasaran dengan perawatan yang Nenek lakukan, apa rahasianya sih Nek? bagi rahasianya dong!” Bujuk Jenny yang membuat Nenek Dona terkekeh melihat tingkah manja Jenny seolah menganggap dirinya Nenek nya sendiri.


“Kau ini Jenn! aku kan sudah bilang, aku tidak melakukan perawatan apa pun ko. Aku hanya sering membersihkan wajah ku setiap malam sebelum tidur dengan menggunakan milk cleanser dan pelembab wajah biasa,” Tutur Nenek Dona.


Tiba-tiba seorang perempuan seumuran Ibu Tania  menghampiri mereka berdua yang sedang asik berbincang sambil menunggu kepala gudang yang ternyata sedang memeriksa stok bahan makanan di gudang tersebut.


“Mamih, kenapa tidak menunggu ku di parkiran sih?” Tegur Perempuan tersebut yang membuat Jenny membulatkan kedua bola matanya.


“I… Ibu!” Gumam Jenny pelan setelah melihat wajah perempuan yang selalu dia rindukan selama ini, bahkan saking pelannya gumaman nya tersebut tak terdengar oleh kedua orang di ruangan tersebut.


“Aku sengaja langsung ke dalam karena ingin segera menyerahkan contoh kue yang aku buat Ka, kau lambat sekali sih jalan nya!” Tutur Nenek Dona.


“I..Ibu!” Panggil Jenny sedikit lebih kencang.


“Iya nak! apa kau memanggil Ibu barusan?” Sahut Erika yang tak lain Ibu Jenny yang telah lama menghilang.


“Erika, apa kalian sudah saling mengenal?” Tutur Nenek Dona.


“Erika? kenapa nama Ibu jadi Erika? lalu, kenapa Ibu seolah-olah tidak mengenal ku? apa karena kini aku sudah dewasa? tapi setiap Ibu pasti mengenali anaknya kan!” Batin Jenny memborong pertanyaannya sendiri.


“Jenn, apa kau baik-baik saja? kenapa kau malah melamun?” Tegur Nenek Dona.


“Iya benar nak, apa kau baik-baik saja? sepertinya kau terlihat pucat, apa kau ingin kami mengantar mu pulang?” Tawar Erika seraya hendak menaruh punggung tangannya di kening Jenny.


“Dia tidak demam Mih, tapi kenapa wajahnya terlihat sedikit pucat ya?”


“A…aku tidak apa-apa Ib…Tante,” Ucap Jenny terbata.


“Permisi Nyonya, maaf membuat kalian menunggu lama, mari ikut saya ke dalam!” Seru kepala gudang yang baru saja datang menghampiri.


“Ayo Jenn! kita sama-sama periksa stok bahan makanannya!” Ajak Nenek Dona.


Ketiga wanita berbeda generasi tersebut pun akhirnya masuk ke dalam ruangan persediaan bahkan makanan yang ingin mereka tuju dengan arahan dari kepala gudang tersebut. Di lain tempat, tepatnya ruangan Kenny. Pria itu terlihat semakin kacau tak kala seorang pekerjanya berkhianat dengan memalsukan data perusahaan untuk menggelapkan sebagian saham perusahaan, beruntung Gea lebih dulu menemukan kejanggalan tersebut, sehingga orang yang di curigai Kenny segera bisa di ciduk dan dia jebloskan ke penjara.


“Ge, aku benar-benar sangat berterimakasih, kalau kau tidak memberitahu ku, aku tidak tau nasib saham perusahaan ku yang lumayan besar itu sekarang,” Tutur Kenny seraya mendaratkan bokongnya di sofa ruangannya di samping Gea yang sudah terduduk manis sebelumnya.


Tiba-tiba saja minuman itu tumpah di gaun seksi yang Gea kenakan tepat di bagian dua bukit besarnya. Membuat Kenny mau tak mau ikut terkejut dan membantu Gea mengeringkan gaunnya yang terkena minuman tersebut.


Sesaat ketika Kenny membatu Gea membersihkan gaunnya, tanpa pria tampan itu sadari seseorang yang tak lain anak buah Gea yang berdiri tak jauh dari tempat Gea duduk pun segera mengambil gambar mereka yang sangat terlihat intim jika di tangkap dalam posisi tertentu.


“Oh astaga! gaunku jadi basah, maafkan aku ya Kenn, sofa mu juga jadi ikut basah karena kecerobohan ku,” Ucap Gea dengan nada menggodanya.


“It’s ok Ge, apa gaun mu masih nyaman di gunakan, bagaimana kalau kita pergi ke butik di dekat taman itu, kau bisa menggantinya setelah menemukan yang cocok di sana!” Tawar Kenny dengan gamblangnya.


“Aku mau Kenn, aku memang sudah tak nyaman memakai gaun yang basah ini, ayo! sebaiknya kita pergi sekarang saja!” Seru Gea mengambil kesempatan yang begitu menguntungkan untuknya itu.


Kedua anak manusia tersebut akhirnya melenggang ke area parkiran untuk memasuki mobil mewah Kenny yang akan mereka gunakan menuju butik yang di tuju. Beralih kembali ke gudang makanan. Jenny terlihat semakin pucat apa lagi saat dia melihat beberapa ikan dan daging mentah yang di simpan di ruangan bersuhu cukup dingin di gudang tersebut. Keseimbangannya hilang seketika tak kala kepala bagian gudang membuka stok persediaan bumbu-bumbu yang berbau cukup menyengat. Beruntung seorag pria yang berniat menjemput Nenek dan Ibunya untuk pulang meraih tubuh Jenny yang hampir tumbang menyentuh lantai dingin.


“Kenapa Oma dan Ibu belum juga selesai sih? padahal kan mereka sudah sejak tadi berangkat!” Gumam seorang pria yang baru saja memasuki lobi gudang tersebut.


“Selamat siang Tuan, ada yang bisa saya bantu!” Sapa seorang Resepsionis yang pria itu hampiri di meja kerjanya.


“Aku ingin menanyakan keberadaan Nyonya Dona dan Erika, apa mereka masih di gudang ini?”.


“Oh, iya! sepertinya Nyonya masih di gudang bagian persediaan bumbu-bumbu Tuan, mari saya antar,” Ucap sang Resepsionis menduga-duga.


“Baiklah, tolong antar kan aku pada mereka ya!” Sahut pria tersebut dengan ramah.


Setelah melewati beberapa udang bahan-bahan makanan yang beraneka ragam, ria tersebut akhirnya sampai juga di gudang yang di maksud oleh resepsionis tersebut, dan beruntungnya pria itu berpapasan dengan Oma dan juga Ibunya di into masuk gudang persediaan bumbu tersebut.


“Oma, apa semuanya sudah selesai?” Tanya pria tadi setelah bertemu dengan Oma dan Ibunya.


“Tinggal memeriksa gudang bumbu-bumbu ini sayang, kau sengaja menjemput Oma kemari ya?”.


“Iya Oma, ya sudah kalau begitu Jo juga ikut masuk memeriksa deh!” Sahut pria tersebut yang ternyata Jonathan.


Tanpa membuang waktu, Jo dan kedua wanita spesialnya memasuki gudang bumbu tersebut dan menghampiri seorang gadis yang terlihat sedang memegangi keningnya.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…