
“Ah… ternyata benar, Kenny masih di Rumah sakit ini, aku harus segera mencarinya untuk meminta penjelasan!” Ucap Jenny seraya beranjak dengan kondisi kakinya yang masih terasa sakit.
“Awww!!” Pekik Jenny saat kakinya terasa sakit saat menyentuh lantai.
“Kau harus kuat Jenn! kau harus kuat, kau tidak boleh biarkan wanita genit itu menang, kau harus rebut kembali kekasihmu itu!” Batin Jenny menyemangati dirinya sendiri.
Jenny mencoba melangkahkan kakinya susah payah demi mencari ruangan yang di ketahui sebagai tempat Kenny tertidur saat ini. Sebelum Jenny memutuskan untuk menghampiri Kenny, dia sudah mendapat pesan dari Ibu Tania yang harus terlambat mengunjunginya karena suaminya meminta beliau untuk mengantarkannya makan siang
terlebih dahulu ke tempat suaminya bekerja.
“Aku harus kuat, kau pasti bisa Jenn, kau pasti bisa!” Gumam Jenny sambil terus menggusur kakinya yang terasa sakit.
Di ruangan lain, Kenny baru saja tersadar dari pingsannya setelah suruhan Gea memukul tengkuknya dari arah belakang.
“Arrghh!! di mana aku?” Tanya Kenny seraya memegangi tengkuknya yang terasa masih nyeri.
“Kau ada di ruangan Mommy ku Kenn. Entah kenapa tadi kau tiba-tiba saja pingsan saat mau masuk ke ruangan ini, kau baik-baik saja kan?” Tutur Gea memberikan penjelasan palsu.
“Ahh… begitu ya, maaf ya sudah merepotkan mu!” Sahut Kenny yang masih meringis memegangi tengkuknya.
“Kenn, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu, tapi aku takut kau tidak akan percaya!” Ucap Gea dengan nada di buat terdengar sendu.
“Kenapa aku tidak akan percaya? bicara lah Ge! jangan membuatku penasaran!” Seru Kenny yang masih menyimak perkataan wanita genit itu.
“Aku tidak sengaja memergoki Jenny dengan Jo di depan sebuah kafe kemarin!” Tutur Gea.
“Mungkin mereka hanya sedang membicarakan tentang pekerjaan Ge, karena tadi juga Jenny bilang dia seharusnya hari ini pergi ke Negara A,” Sahut Kenny yang mencoba tak terhasut oleh perkataan Geandra.
“Tapi aku melihat mereka berpelukan mesra Kenn, apa itu yang di maksud membicarakan pekerjaan?”.
“Aku hanya tidak rela kalau kau sampai di sakiti oleh wanita licik itu, wanita itu hanya memanfaatkan mu Kenn!” Ucap Gea dengan wajah di buat memelas.
“Sudahlah Ge, aku tidak ingin berburuk sangka pada kekasihku lagi, kau mungkin hanya salah lihat!” Tutur Kenny seraya beranjak berdiri.
Kenny berniat pamit untuk menemui kembali kekasihnya yang saat ini sudah pasti mencari keberadaan dirinya yang sejak tadi berpamitan untuk sekedar menelepon Tian. Namun baru saja dia hendak berucap Gea segera memperlihatkannya sebuah foto yang membuat hatinya seketika merasa panas. Sorot matanya kian memerah dan membulat kala melihat hasil jepretan orang suruhan Gea yang menampilkan Jenny yang sedang berpelukan mesra dengan Jonathan.
“Jonathan sialan! dia pasti yang sudah merayu Jenny untuk menemuinya!” Batin Kenny sambil meremas foto pemberian Geandra.
Tanpa ba bi bu lagi Kenny langsung keluar dari ruangan di mana dirinya tertidur tadi dengan langkah yang tergesa-gesa. Dirinya benar-benar ingin meminta penjelasan yang sesungguhnya dari mulut Jenny langsung.
“Hah! kena kau Kenn, aku akan tunggu kabar kehancuran hubungan mu dengan kekasihmu itu, aku tidak akan biarkan siapa pun memiliki mu jika aku sendiri tidak bisa memiliki mu!” Gumam Geandra dengan nada liciknya.
Di salah satu lorong Rumah Sakit namun masih lantai yang sama dengan tempat Jenny di rawat. Jenny yang masih berjuang menggusur kakinya kini semakin hilang kendali dan hampir ambruk jika saja Jonathan yang kebetulan sedang berada tak jauh dari sana melihat dirinya yang hampiri mencium lantai dingin Rumah Sakit.
“Aku bisa! aku ku…at!” Gumam Jenny pasrah saat semua tubuhnya mati rasa karena lelah.
“Awas!!”.
Hupp…
“Kau baik-baik saj… Jenn!!” Seru Jonathan yang begitu terkejut saat tau jika gadis yang dia tolong adalah Jenny.
“Jenn! bangunlah Jenn! Suster tolong! ada pasien pingsan di sini!” Teriak Jonathan yang berbarengan dengan itu Aldo terlihat berjalan menghampiri dengan Mirea di sampingnya.
“Ada apa dengan adik ku? kemana orang yang menjaganya? Suster! Suster! tolong adik ku Suster!” Teriak Aldo yang tak kalah cemas.
“Kau kemana saja sih Kenn, kenapa Jenny bisa sampai pingsan di sini?” Gerutu Aldo meluapkan kekesalannya.
“Maafkan Kenny Kak, Kenny baru saja menerima panggilan telepon masuk dari rekan bisnis barusan, Kenny juga tidak tau kenapa Jenny bisa pingsan di sini!”.
“Hei Jo, kau apa kan Jenny? kau kan yang membuatnya pingsan begini!” Tuduh Kenny.
“Jadi pria ini yang bernama Jo, tapi kenapa hatiku tidak mempercayai dia yang sudah membuat Jenny pingsan ya?” Batin Aldo yang masih menyimak interaksi kedua pria di depannya itu.
“Kak, sebaiknya kita panggilkan Suster saja ya, sepertinya Jenny harus segera di tangani lagi!” Usul Mirea memecah kegaduhan saat itu.
“Kau benar Mi, ayo kita cari Suster nya!” Ajak Aldo yang segera di cegah oleh Kenny.
“Tunggu Kak! kalian pasti tidak akan menemui Suster di lantai ini, karena aku sudah mengosongkannya demi ketenangan Jenny selama di rawat di sini, Suster akan kemari jika aku yang menelepon mereka, jadi biar aku akan menelepon mereka untuk segera memeriksa Jenny,” Tutur Kenny panjang lebar.
“Pantas saja di lantai ini selalu sepi, ternyata ini ulah mu ya, ya sudah kau tunggu apa lagi, cepat suruh mereka datang!” Ucap Aldo memerintah.
Dengan cepat Kenny memanggil bagian pelayanan Rumah Sakit lewat ponselnya, tak menunggu lama 4 perawat sekaligus seorang Dokter datang menghampiri mereka dan langsung membawa Jenny untuk di periksa.
“Maaf! untuk kelancaran pemeriksaan kalian tunggu di luar saja ya!” Seru salah satu Suster yang hendak menutup pintu ruangan Jenny.
“Tapi aku calon suaminya, aku harus berada di sampingnya sekarang!” Tutur Kenny ambigu.
“Maaf Tuan! tapi itu sudah prosedur Rumah Sakit!” Sahut Suster.
“Sudah lah Kenn, biarkan mereka melakukan tugasnya, sebaiknya kita berdoa sekarang! semoga Jenny baik-baik saja!” Saran Aldo membujuk.
“Benar Kenn, sebaiknya kau jangan menghalangi mereka untuk memeriksa Jenny! kita tunggu di sini saja sekarang!” Timpal Jonathan yang membuat Kenny seketika menatap tajam ke arahnya. Dengan emosi yang sudah meluap, Kenny mencengkram kerah baju Jo dengan begitu kuat.
“Dasar pria brengsek! Ini semua pasti gara-gara mu!kau harus di beri pelajaran! aku tidak akan melepaskan mu lagi kali ini!” Ucap Kenny yang hendak melayangkan pukulannya ke arah wajah Jo, namun segera di cegah oleh Aldo.
“Cukup Kenn! sabar! Ini Rumah Sakit, tidak baik membuat keributan di sini!” Seru Aldo seraya mencengkram tangan Kenny dengan sebelah tangannya.
“Tapi dia sudah keterlaluan Kak, aku tidak bisa membiarkannya lagi!” Tutur Kenny yang masih emosi.
“Kak! sebaiknya Kakak turuti saja yang di ucapkan Kak Aldo, tidak baik membuat keributan di Rumah Sakit, jika Jenny tau kalian bertengkar seperti ini, dia pasti sangat sedih!” Seru Mirea.
.
.
.
.
.
.
.
Wah... kira-kira Kenny sama Jenny jadi menikah gak ya? yuk ikutin terus cerita Mom sampai akhir! dan jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian ya. Klik fav, like, komen, gift dan vote nya sebanyak-banyaknya ya guys...
See you next episode... 😘😘😘