Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 112 # Menjenguk Nenek Martha 2



“Eh… tapi itu bukannya ruangan sahabat Oma ya Jo? benar! ini ruangan Martha, apa jangan-jangan…” Oma Dona tak sempat melanjutkan ucapannya karena Jo segera membenarkan dugaan nya.


“Benar Oma! Jo rasa, Nenek Martha memang Nenek yang ingin Jenny temui, dan itu berarti Nenek Martha adalah Nenek nya Kenny.” Tutur Jo.


“Kau juga mengenal cucu sahabat Oma itu ya? kenapa Oma tidak tahu Jo?” Sahut Oma Dona.


“Dulu, Jo dan Kenny hanya teman kampus biasa, Oma! Jo tidak terlalu kenal dekat dengannya, namun kita memang sama-sama saling mengenal!” Tutur Jo lagi menjelaskan.


“Ya sudah, kalau begitu kita sama-sama masuk saja bersama Jenny, ayo kiya susul dia!” Seru Oma Dona yang segera melangkah menghampiri Jenny yang masih mematung di tempatnya.


“Jenn!”.


“Oma!” Jenny akhirnya tersadar dari lamunannya, dia segera menyunggingkan senyum terbaiknya ke arah Oma Dona.


“Apa Nenek yang kau maksud bernama Martha?” Tanya Oma Dona memastikan.


Jenny hanya bisa menganggukkan kepalanya, namun raut wajahnya sedikit terlihat gelisah. Entah apa yang membuat gadis itu sendu. Akhirnya Oma Dona pun mengajaknya masuk bersama ke dalam ruangan rawat inap Nenek Martha tersebut.


Di dalam ruangan rawat inap Nenek Martha, terlihat hanya Mom Bella yang berjaga. Pagi tadi, Papah Oscar sudah pulang lebih dulu karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Akhirnya Mom Bella pun hanya berjaga sendirian merawat Nenek Martha.


Tok…tok…tok…


“Sebentar ya Mih, Bella buka dulu pintunya, siapa tau itu Suster yang ingin memeriksa Mamih lagi!” Tutur Mom Bella segera beranjak untuk menghampiri pintu.


Ceklek…


“Tante, mari masuk!” Sapa Mom Bella setelah melihat siapa yang datang.


“Ayo sayang kita masuk!” Seru Oma Dona.


Jenny nampak masih ragu, perasaannya masih terus berkecamuk antara harus maju atau kembali pulang. Tapi dia kembali memikirkan suaminya, Jenny tak ingin membuat Kenny bersedih karena dirinya. Akhirnya Jenny pun ikut melangkah masuk dan memberikan senyuman terbaiknya untuk menyapa Nenek Martha.


“Ayo Jenn! kau tidak akan berdiri di sini sendirian lagi kan?” Tegur Jo.


“Kau benar Kak, aku tidak akan berdiri sendirian di sini lagi, ayo!” Sahut Jenny seraya mengekor Oma Dona yang sudah lebih dulu melenggang ke dalam ruangan rawat VVIP tersebut.


“Mar! bagaimana keadaan mu sekarang? kenapa kau bisa pingsan sih?” Tanya Oma Dona setelah berhasil duduk di samping tempat tidur pasien Nenek Martha.


“Aku hanya terlalu lelah Don, kau kan tau sendiri, kemari saat aku datang ke sini, aku belum istirahat dengan benar, jadi tubuh ku mengalami drop,” Tutur Nenek Martha menjelaskan.


“Hm… syukur lah kalau tidak ada yang serius,” Sahut Oma Dona.


“Hei! kenapa kau datang lagi ke sini? dan kenapa kau bisa datang dengan sahabat ku?” Sarkas Nenek Martha yang melihat Jenny menghampiri tempat tidur pasiennya.


“Jenny datang sendiri tadi, tapi Jenny tidak sengaja bertemu dengan Oma Dona, jadi kami bisa bersama-sama datang ke sini, apa Nenek sudah sarapan? Jenny membawa sedikit masakan dari rumah, apa Nenek mau Jenny suapi?” Jenny membuka kotak makanan yang dia bawa dan mencoba untuk menyuapi Nenek Martha.


Namun belum sempat suapan itu masuk ke mulut keriput Nenek Martha. Wanita paruh baya itu menepis tangan Jenny hingga makanan yang sudah di sodorkan tadi pun berhamburan di lantai. Mom Bella begitu terkejut dan sedih, perlakuan Ibu begitu kasar terhadap menantu kesayangannya itu. Dengan sigap Mom Bella segera menghampiri dan mengusap punggung menantunya untuk memberi kekuatan agar bisa bersabar dalam menghadapi Ibu nya itu.


“Jenny tidak apa-apa Mom, mungkin Nenek masih belum lapar!” Ucap Jenny untuk menenangkan sang mertua serta Oma Dona dan juga Jonathan yang terlihat khawatir pada dirinya.


“Mar, kau tidak boleh marah-marah seperti itu, nanti tensi mu bisa naik, Jenny itu gadis yang baik, dia hanya ingin membantu mu makan…” Tutur Oma Dona yang segera di sela oleh Nenek Martha.


“Kenapa kau membela nya, Don? dia itu gadis ceroboh yang tak tau sopan santun, aku tidak sudi memiliki cucu menantu seperti dia.” Sahut Nenek Martha.


“Nek, Jenny tidak seburuk yang Nenek bicarakan ko, dia ad…” Seru Jo membela. Namun lagi-lagi Nenek Martha menyela ucapan lawan bicaranya.


“Kau kau pemuda yang waktu itu menolongnya di Mall? apa hubungan mu dengan gadis ini? jangan-jangan kau selingkuh di belakang suami mu ya?” Sarkas Nenek Martha.


“Jenny dan Kak Jo tidak memiliki hubungan apa pun Nek, Kak Jo hanya Kakak tiri Jenny yang baru Jenny jumpai belakangan ini,” Tutur Jenny menjelaskan.


“Alah… alasan saja, maling mana ada yang mau mengaku, kalian bersekongkol kan menutupi hubungan terlarang kalian itu?” Tuduh Nenek Martha.


“Mar! aku tidak habis pikir kau bisa menuduh mereka seperti ini, mereka ini cucu-cucu ku meski mereka lahir dari rahim yang berbeda.” Sanggah Oma Dona yang tak terima cucu nya di tuduh demikian.


“Cucu? jadi pemuda dan gadis ceroboh ini, cucu mu?” Nenek Martha sedikit terkejut karena Oma Dona mengakui Jo dan Jenny cucu-cucu nya.


“Benar Mar, jadi kau jangan terlalu kasar lagi ya pada Jenny, aku sangat mengenalnya meski baru beberapa kali bertemu, aku bisa pastikan kalau Jenny adalah gadis yang sangat baik,” Ucap Oma Dona seraya mengusap samping wajah Jenny dengan lembut.


Nenek Martha masih bergeming, dia masih mencerna setiap perkataan yang di ucapkan sahabatnya itu. Namun sejurus kemudian Nenek Martha terlihat mengalihkan pembicaraannya untuk membuang rasa bersalahnya tanpa mau meminta maaf.


“Apa kau sengaja datang ke sini, Don?” Tanya Nenek Martha.


Mom Bella terlihat menghela kasar nafasnya, dia begitu lega setelah mendengar pembelaan dari Oma Dona tentang menantu kesayangannya itu. Mom Bella sangat berharap jika Ibu nya itu bisa menerima Jenny dengan tulus tanpa harus memandang kasta dan status sosialnya lagi.


“Aku memang sengaja datang ke sini Mar, cucu ku yang kemari menikah mendengar berita kau di bawa ke Rumah Sakit dari suaminya yang bekerja di kantor menantu mu, jadi aku segera datang ke sini setelah tau kabar itu,” Tutur Oma Dona.


“Kau memang sahabat terbaik ku Don, terimakasih ya sudah menyempatkan menjenguk ku,” Sahut Nenek Martha.


Beberapa menit kemudian, Oma Dona memutuskan untuk pamit. Kebetulan Jo yang sedari tadi menemaninya juga harus kembali ke kantornya karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan. Dan kini tinggallah tersisa Jenny dan Mom Bella yang menemani Nenek Martha di ruangannya.


“Mom, sebaiknya Mommy juga pulang saja, biar Jenny yang menunggu Nenek hari ini, Mommy juga harus istirahat supaya tidak ikutan sakit,” Pinta Jenny.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys… 😘😘😘