
“A…aku tadi juga habis dari Rumah Sakit sayang!” Jawab Kenny terbata. Dia merasa bersalah karena membiarkan istrinya berobat sendirian, padahal mungkin mereka bisa saja berada di Rumah Sakit yang sama tadi.
“Benar kah? Rumah Sakit mana? siapa tau tadi kita mengunjungi Rumah Sakit yang sama,” Tanya Jenny menutupi rasa bersalahnya karena telah membohongi suaminya perkara pemeriksaan sembelit nya.
“Aku dari Rumah Sakit XXXX sayang,” Ucap Kenny yang membuat Jenny membulatkan kedua bola mata indahnya dengan sempurna. Pasalnya dia pun mengunjungi Rumah Sakit tersebut bersama Jo tadi.
“Oh… aku pikir kau pergi ke Rumah Sakit XXXXX Kenn, aku tadi ke Rumah Sakit yang berada di sana, lalu apa yang kau lakukan di Rumah Sakit? apa kau juga memeriksakan diri ya?” Tanya Jenny kembali dengan wajah yang berubah cemas.
“Sebenarnya aku ke sana untuk menemui seseorang Jenn…”.
“Seseorang?” Sanggah Jenny yang di angguki oleh Kenny.
“Iya, aku akan mengajakmu ke sana jika kau ingin tau orang yang aku temui tadi, sebenarnya aku ingin memperkenalkan mu padanya saat di pesta pernikahan Rangga tadi, tapi kau sedang sibuk, jadi aku tidak memiliki kesempatan untuk memperkenalkannya padamu,” Tutur Kenny.
“Begitu ya! kalau begitu besok saja kau pertemukan aku dengan seseorang itu? aku jadi penasaran Kenn, apa orang itu seseorang yang begitu istimewa untuk mu?” Tanya Jenny.
“Dia begitu istimewa sayang, bahkan sama istimewanya dengan dirimu di hidupku, ayo! sebaiknya kita istirahat sekarang!” Seru Kenny seraya menggendong tubuh ramping istrinya ke dalam kamar mereka.
Jenny masih mencoba mencerna perkataan suaminya, dia benar-benar di buat penasaran dengan seseorang yang di maksud suaminya tadi, namun karena rasa lelah dan nyeri di sekujur tubuhnya, akhirnya Jenny memilih memejamkan kedua mata indahnya setelah dia membaringkan diri di atas tempat tidur.
“Good night my queen!” Kecup Kenny tepat di bibir ranum istrinya setelah membelai dan mengucapkan kata selamat malam untuk Jenny.
Keesokan paginya, Jenny kembali dengan rutinitasnya yang kini selalu menyerangnya saat kedua mata indahnya terbuka di pagi hari. Gadis cantik itu, bergegas ke dapur untuk menghindari kecurigaan Kenny. Jenny akhirnya memilih memasuki kamar mandi yang berada di dekat ruang makan agar suaminya tak mendengar suara muntahan dari mulutnya itu.
Hoek…
“Astaga! kau jangan nakal di dalam sana ya! Mommy kan ingin memberi kejutan buat Daddy, kalau kau terus membuat Mommy mual seperti ini, nanti Daddy akan curiga, Nak!” Gumam Jenny seraya mengusap perutnya yang sudah sedikit mengeras di bagian bawah.
“Mommy jadi tidak sabar untuk memberitahukan keberadaan mu pada Deddy secepatnya sayang,” Ucap Jenny lagi.
Ceklek…
“Nona! apa anda baik-baik saja?” Tanya Tantri yang kebetulan sudah datang sejak pagi tadi.
“Astaga! kau mengejutkan ku Tri, aku tidak apa-apa ko! sejak kapan kau datang?” Tanya Jenny.
“Maafkan saya Nona, saya sudah datang sejak jam 6 tadi Nona, apa ada yang Nona butuhkan?” Jawab Tantri sambil balik bertanya.
“Tidak Tri, aku hanya ingin membuat sarapan untuk suamiku seperti biasa, kau kerjakan yang lainnya saja ya!” Ucap Jenny seraya menghampiri lemari es untuk mencari bahan masakan yang akan dia olah menjadi sarapannya pagi itu.
Sekitar 20 menit kemudian, Jenny telah selesai membuat sarapan untuk suaminya, dia segera bergegas kembali ke kamarnya untuk membangunkan sang suami yang ternyata masih tertidur lelap di atas tempat tidur mereka.
“Kenn… aku sudah membuat sarapan di bawah, bangun lah! aku akan menyiapkan pakaian mu sekarang!” Jenny membuka tirai di kamarnya dan membuat sang suami menggeliat karena terpaan sinar matahari yang begitu tepat menyorot wajah tampannya.
Mau tidak mau pria tampan itu membuka kedua matanya dan beranjak dari tempat tidurnya, dia masih mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya sebelum memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
“Sayang, aku ingin di mandikan! kau bantu aku ya!” Rengek Kenny dengan manjanya.
“Haist! tidak biasanya kau ingin di mandikan, ini kan sudah siang Kenn, memangnya kau tidak akan pergi ke kantor ya?” Tutur Jenny yang beru saja selesai menyiapkan pakaian suaminya.
“Tidak sayang, aku tidak ingin pergi ke kantor hari ini, aku akan mengajak mu menemui seseorang sesuai janjiku semalam, kau lupa ya?” Sahut Kenny seraya mengendus celah leher istrinya.
“Kenn, geli! kau mandi sendiri saja ya! aku salah menyiapkan pakaian mu tadi, jadi aku harus menggantinya lagi dengan baju santai,” Ucap Jenny mencari alasan.
Di Apartemen nya, Jo masih saja gelisah memikirkan keadaan sang adik tiri yang baru semalam dia tolong, dia benar-benar masih khawatir saat Jenny memilih pulang ke rumahnya kembali dari pada menerima perawatan di Rumah Sakit.
“Semoga kau baik-baik saja Jenn, kenapa kau masih memikirkan kejutan untuk suami mu sih, padahal dia dengan teganya meninggalkan mu di rumah sediri dalam keadaan sakit, apa dia tidak akan menyesal kalau dia tau kau sedang mengandung anaknya!” Gumam Jo yang baru saja keluar dari kamar mandi dan berdiri di depan cermin besar yang berada di kamarnya.
Tok…tok…tok…
“Masuk!”.
“Nek…” Sapa Kenny setelah berhasil masuk ke ruangan rawat inap Nenek Martha.
Deg.
“Dia kan Nenek yang waktu itu…” Batin Jenny seraya mengingat-ingat.
Jenny masih bersembunyi di belakang punggung tegap suaminya, dia begitu terkejut setelah melihat siapa yang ingin Kenny pertemukan dengannya.
“Kenapa kau meninggalkan Nenek tadi malam? kau benar-benar cucu yang tega Kenn,” Rajuk Nenek Martha yang masih belum menyadari keberadaan Jenny di belakang punggung cucunya.
“Maafkan Kenny Nek, semalam Kenny harus kembali ke rumah karena kekasih Kenn sedang tidak enak badan, dan sebagai gantinya Kenn akan memperkenalkan kalian sekarang,”.
“Sayang…” Panggil Kenny ketika suasana sudah sangat tegang bagi si gadis yang berdiri di belakang punggungnya.
“I…iya Kenn,” Sahut Jenny terbata sambil memberanikan diri untuk menyapa Nenek Martha.
“Kau!” Seru Nenek Martha seraya menunjuk ke arah Jenny.
“Apa Nenek sudah mengenalnya?” Tanya Kenny sambil melirik ke arah Jenny dan Neneknya bergantian.
“Hei kau, bukannya kau gadis ceroboh itu ya? kenapa kau bisa bersama cucu ku?” Ketus Nenek Martha.
“A…aku, aku…” Jenny kesulitan untuk menjawab, dia masih terkejut jika wanita paruh baya yang pernah dia temui dengan segala keunikannya itu adalah Nenek dari suaminya sendiri.
“Dia adalah istri Kenny Nek, maafkan Kenny yang baru memperkenalkan nya pada Nenek!” Akhirnya Kenny membantu istrinya untuk menjawab sekaligus memberitahu status Jenny yang sudah sah menjadi istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
Hari Senin nih guys, jangan lupa vote nya ya.
See you next episode.... 😘😘😘