
“Astaga! godaan apa lagi ini? aku mana mungkin sanggup jika melewatkan yang satu ini!” Gumam Kenny pelan namun ternyata masih bisa di dengar oleh Jenny yang ternyata sudah terbangun saat Kenny menggerutu di depan wajahnya.
Jenny kembali menggerakkan tubuhnya dengan sedikit menggeliat. Posisi tangan yang ia sengaja naikkan ke atas kepala itu membuat gaun malamnya ikut terangkat hingga menampilkan perut rata nan mulus putih miliknya di depan mata Kenny. Membuat pria dewasa itu semakin meracau di pacu gai*** yang semakin memuncak dan ingin segera tersalurkan.
“Arrgh… aku menyerah! aku tidak bisa menahannya lagi. Sayang! kau sudah membangunkan adikku saat ini, jadi kau harus bertanggung jawab untuk membuatnya tidur lagi sampai tuntas!” Ucap Kenny yang langsung menindih tubuh istrinya dengan tergesa.
“Aww!” Teriak Jenny yang terkejut karena Kenny sudah ada di atas tubuhnya dan siap melahapnya dengan buas.
“Kenn! apa yang akan kau lakukan?” Seru Jenny pura-pura tidak tau, padahal dirinya memang sengaja memancing gai*** suaminya agar melupakan kesalahannya yang sudah memuji Tian di depan suaminya sendiri.
“Kau sudah melakukan kesalahan sayang! jadi kau harus aku hukum dengan memuaskan adik ku yang sudah kau goda di bawah sana!” Kenny semakin menghimpit tubuh istrinya dengan tubuh atletisnya hingga sang pusaka Kenny pun begitu terasa menusuk di bagian inti Jenny.
"Ka…kapan aku menggodanya? aku kan dari tadi sudah tid…emm...” Jenny tak bisa melanjutkan ucapannya lagi karena Kenny langsung melu** bi***nya dengan rakus.
Pertautan pun tak bisa di elak lagi oleh Jenny, semakin malam keduanya semakin menggila kembali di atas tempat tidur yang baru beberapa jam mereka singgahi itu. Kini Jenny lebih banyak mendominasi permainan panasnya itu karena Kenny yang memintanya. Dengan senang hati Jenny melakukanya dan menuntaskan keinginan suaminya.
“Ha… terimakasih sayang, malam ini kau benar-benar sangat luar biasa.” Ucap Kenny seraya mengecup kening Jenny sebelum keduanya terlelap ke alam mimpi mereka masing-masing.
Keesokan paginya, Jenny terlihat sedang menyiapkan pakaian yang akan Kenny gunakan hari itu untuk berkunjung ke beberapa kantor staf sementara sebelum gedung barunya di resmikan esok malamnya.
“Sayang! harum apa ini? apa Tian sudah membawa sarapan kita?” Tanya Kenny yang baru saja keluar dari kamar mandi yang berada di kamar penginapan mereka.
“Aku menyuruh Kak Tian untuk membatalkannya Kenn, dan sebagai gantinya aku sudah membuatkan mu beberapa masakan yang aku buat sendiri, kita makan bersama ya nanti, sekarang kau pakai dulu saja pakaian yang sudah aku siapkan, lepas itu kita sarapan bersama, ok!” Kecup Jenny sekilas di bi*** sang suami sebelum melangkah pergi ke luar kamar.
“Astaga! dia benar-benar istriku kan? kenapa dia begitu manis sekali pagi ini?” Gumam Kenny yang masih memegang bi***nya setelah Jenny meninggalkannya.
Kenny yang sudah siap dan rapih pun akhirnya menghampiri sang istri di meja makan. Dia begitu antusias saat menghirup aroma masakan yang Jenny buat. Akhirnya dengan lahapnya Kenny menyantap sarapan yang istrinya buat sendiri untuk mereka berdua sebelum mereka memulai aktivitas hari ini.
“Ha… kau yang terbaik sayang! kau yakin tidak ingin ikut dengan ku hari ini?” Tanya Kenny setelah selesai menyantap sarapannya.
“Aku tunggu di sini saja Kenn, lagi pula kau hanya mengunjungi staf-staf mu kan hari ini?” Sahut Jenny seraya membetulkan kerah pakaian Kenny dan merapihkan dasi yang melingkar di leher pria tampan itu.
“Hm… baiklah kalau begitu kau baik-baik di sini ya, aku akan segera kembali jika pekerjaannya sudah selesai.” Tutur Kenny seraya mengecup pucuk kepala Jenny sebelum pergi.
“Kau juga hati-hati di jalan ya,” Sahut Jenny sambil melambaikan sebelah tangannya ke arah sang suami yang di bawa oleh mobil hitam mewah yang menjemput mereka berdua di bandara kemarin.
*****
Hari yang begitu cerah, secerah perasaan Erfan dan Renata yang kini sedang melakukan olah raga lari pagi bersama-sama di sekitaran taman Apartemen mereka. Kedua sejoli itu tengah menghabiskan waktu bersama tak kalah mesranya dengan sang pengantin baru yang kini ada di Negara A itu. Setelah keduanya merasa lelah, Erfan mengajak istrinya untuk menepi dan duduk di bawah pohon yang cukup rimbun dan teduh.
“Ha… rasanya sudah lama sekali aku tidak berkeringat seperti ini!” Ucap Renata seraya mengusap keringat yang bercucuran di kening dan lehernya dengan handuk kecil yang dia bawa dari Apartemennya.
“Kau benar sayang, kita terlalu banyak berkeringat di atas tempat tidur sih, jadi kita lupa deh untuk berkeringat di atas jalan seperti ini!” Seloroh Erfan yang membuat Renata seketika mendaratkan cubitannya di lengan kekarnya.
“Habisnya kau terlalu vulgar untuk mengatakan itu di sini, kau tidak malu apa kalau orang-orang mendengar ucapan mu itu!” Sahut Renata sambil kembali mengusap lehernya yang masih terasa berkeringat.
Dengan cepat Erfan mendekati telinga Renata seraya membisikkan sebuah kalimat yang membuat pipi Renata langsung merona karena malu.
“Tapi kau selalu menikmatinya kan sayang? semoga anak kita cepat tumbuh di perutmu itu,” Bisik Erfan yang dia akhiri dengan satu kecupan singkat di pipi sang istri. Membuat Renata seketika tersipu dan merona.
Blush… Tak tanggung-tanggung, Renata kembali di buat malu karena Erfan langsung menggendongnya hingga sampai di Apartemen mereka berdua. Setelah sampai di dalam Apartemen keduanya kembali duduk di atas sofa seraya menonton acara televisi pagi itu.
“Kira-kira saat ini pasangan pengantin baru itu sedang apa ya Fan? aku jadi penasaran, ternyata Jenny begitu hebat ya bisa meluluhkan hati Kenny yang selalu cuek dengan wanita lain selama ini,” Tutur Renata yang saat ini sedang bersandar di dada bidang sang suami yang sedang menonton acara di televisi.
“Aku akui Jenny memang hebat mencuri hati Kenny. Dan aku sangat tahu asalan Kenny selama ini menutup hati untuk wanita lain, karena dia terlalu mencintaimu selama ini Re,” Batin Erfan yang segera di sadarkan oleh sang istri yang masih asik menunggu jawaban darinya.
“Fan! kau mendengarkan ku kan?” Tegur Renata.
“Ah... maafkan aku sayang, aku terlalu fokus menonton televisi barusan, kau bicara apa tadi?” Seru Erfan seraya mengusap kepala Renata dengan sayang.
“Kau bohong, Fan! sejak kapan kau begitu serius menonton iklan?acara televisinya kan sudah ter jeda sejak tadi,” Tutur Renata yang kini memilih duduk dengan tegak dan menatap tajam ke arah sang suami yang menurutnya begitu berbeda saat ini.
“Kau kenapa sih? apa ada yang sedang kau pikirkan ya saat ini?” Tanya Renata.
“A…aku tidak sedang memikirkan apa pun ko, aku hanya benar-benar sedang fokus menonton saja tadi, mungkin ini efek dari kelelahan juga sayang, jadi fokus ku sedikit menurun, maaf ya!” Ucap Erfan beralasan.
“Hm… benar juga sih, aku juga begitu lelah sekarang, apa sebaiknya kita tidur lagi saja ya di kamar!” Seru Renata yang tak di sia-sia kan oleh Erfan. Pria gagah nan tampan itu segera menggendong istrinya masuk kembali ke kamar mereka dan melakukan olahraga kembali yang entahlah… Mom juga gak tau guys, hehe 🙈😁✌🏻.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya guys…
See you next episode…😘