Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 84 # Di sangka pencuri



“Haist! dasar anak muda jaman sekarang, makannya kalau kau sedang berjalan, fokus! jangan seperti mayat hidup yang tak bisa melihat begitu,” Gerutu wanita paruh baya tersebut seraya melenggang kembali menuju Mall yang sama dengan yang Jenny tuju.


Jenny benar-benar tak menduga jika Nenek yang sudah menolongnya malah memarahinya saat ini. Awalnya Jenny pikir Nenek tersebut akan memberinya nasihat dengan lemah lembut, namun ternyata kenyataannya di luar ekspektasinya.


“Kenapa dengan Nenek tua itu? ha… ya sudah lah, biar bagaimana pun juga aku harus berterimakasih padanya,” Batin Jenny.


“Maafkan saya Nek, sebenarnya saya sedikit tidak sehat saat ini, sekali lagi terimakasih karena sudah menolong saya!” Ucap Jenny.


“Ha… ya sudahlah! lagi pula aku tidak sengaja menolong mu barusan, aku hanya takut jika kau menginjak sepatu terbaru ku yang mahal ini!”  Seketika mulut Jenny menganga karena begitu sulit menerima kenyataan jika Wanita tua itu lebih mementingkan sepatunya di bandingkan menolongnya dengan rasa kemanusiaan.


“Astaga! Nenek tua ini benar-benar penuh kejutan ternyata, sebaiknya aku bergegas saja deh sekarang!” Batin Jenny.


Jenny mengendap-endap pergi saat Nenek itu kembali membicarakan tentang istimewanya sepatu yang sedang Nenek itu kenakan saat ini. Setelah berhasil lolos, Jenny segera masuk ke dalam Mall tersebut untuk membeli beberapa makanan yang akan dia beli.


“Hu…selamat! kenapa aku bisa bertemu dengan Nenek tua aneh itu sih,” Gumam Jenny  mengelus dadanya setelah berhasil sampai di supermarket yang dia tuju.


Sementara itu di tempat kejadian Jenny hampir jatuh tadi, Nenek tua yang tak lain Nenek Martha itu sedang mengomel kesal setelah tau jika gadis yang sudah di tolong nya tadi malah menghilang begitu saja tanpa berpamitan atau pun berterimakasih padanya lagi sebelum pergi.


“Dasar gadis tak punya sopan santun, untung cucu ku sudah memiliki Gea sebagai kekasihnya, aku tidak bisa membayangkan kalau gadis ceroboh seperti gadis tadi yang menjadi kekasih cucuku!” Omel Nenek Martha seraya kembali melenggang untuk menemui seseorang yang akan mengajaknya makan siang hari itu.


Setelah selesai memilih beberapa makanan yang akan dia beli, Jenny segera menghampiri kasir untuk membayar semua barang yang telah dia masukkan ke dalam troli Supermarket. Sesaat ketika Jenny sedang menunggu kasir menjumlah harga barang yang di belinya, netra nya menangkap sosok yang begitu dia kenali sedang bergelayut manja di lengan seorang pria paruh baya di sebuah Restoran. Dan mata Jenny langsung tertuju pada gelang yang wanita genit itu kenakan saat ini, gelang yang tak lain bagian dari perhiasan yang Kenny berikan malam itu sebelum mereka pergi ke acara peresmian gedung baru perusahaan Kenny di Negara A.


“Itu kan Gea! sepertinya dia sedang berkencan! tapi kenapa pria nya terlihat sangat tua, pria itu terlihat lebih pantas menjadi Ayahnya di banding menjadi kekasihnya! tapi kenapa dia begitu genit saat mengecup pipi pria itu? seolah… mereka memang pasangan kekasih,” Batin Jenny bermonolog.


“Silahkan Nona, ini barang belanjaan Anda, totalnya jadi XXXXX!” Seru seorang kasir.


Jenny hendak membuka dompet miliknya untuk mengambil kartu ATM pemberian suaminya, namun belum sempat Jenny memberikan kartu ATMnya, Jenny langsung berlari mengikuti Gea yang ternyata terlihat menggunakan gelang yang begitu dia kenali dan dia cari-cari selama ini.


“Eh…tunggu! itu kan gelang ku yang hilang! aku harus menyusulnya sekarang juga.” Gumam Jenny seraya memasukkan kembali kartu ATM yang hendak dia keluarkan untuk membayar belanjaannya dan meraih kantung belanjaan dari meja kasir yang sudah terbungkus rapih.


Seketika sang kasir pun panik dan segera menghubungi sekuriti karena Jenny membawa belanjaannya tanpa membayarnya terlebih dahulu, dengan langkah yang lebar Jenny mengejar Gea yang sudah terlihat berjalan menjauh dari arah Restoran yang tadi mereka tinggalkan.


“Berhenti Nona, kau tidak bisa pergi begitu saja sebelum membayar belanjaannya!” Tegur Sekuriti yang mengejar Jenny entah sejak kapan.


Membuat Jenny mau tak mau menghentikan pengejarannya untuk mendapatkan kembali gelang miliknya. Dan bertepatan dengan kejadian tersebut, Nenek Martha melihat Jenny yang hendak di bawa oleh sekuriti Mall tersebut ke ruangan keamanan.


“Hei Pak, ada apa ini? kenapa gadis ini kau seret seperti ini?” Tegur Nenek Martha.


“Nek, Nenek akan menolong saya lagi kan! Anda memang Nenek terbaik yang pernah saya temui Nek, tolong jelaskan pada sekuriti ini ya Nek, saya tidak mungkin mencuri, saya hanya lupa membayarnya saja karena tadi saya takut kehilangan jejak orang yang sudah mencuri gelang saya,” Tutur Jenny penuh harap.


“Cih! aku tidak datang untuk menolong gadis yang tidak tau sopan santun seperti mu lagi kali ini, enak saja kau sudah membiarkanku berbicara sendiri tadi, sekarang kau rasakan saja akibat ulah mu itu,” Ketus Nenek Martha.


“Aih!! ternyata Nenek tua itu benar-benar penuh kejutan,” Batin Jenny.


“Nek, ku mohon kali ini tolonglah aku, apa kau tega ya membiarkan cucu kesayangan mu yang cantik ini di seret-seret oleh sekuriti.” Rengek Jenny berakting. Panggilannya pun dia ubah menjadi aku agar terdengar lebih meyakinkan jika dia memang benar-benar cucu Nenek Martha.


“Aku tidak punya cu…” Baru saja Nenek Martha hendak berbicara, kata-katanya langsung terpotong karena seorang pria tampan menghampiri mereka dengan gagahnya.


“Permisi! apa aku boleh membawanya pergi!” Seru Jo yang tak lain pria tampan yang menghampiri mereka.


“Tuan! maaf, apa Tuan mengenali gadis pencuri ini?” Tanya sekuriti setelah mengetahui atasannya yang menegur.


“Ya, aku sangat mengenal gadis ini, jadi biarkan dia pergi bersamaku sekarang!” Ucap Jo seraya menarik tangan Jenny agar mendekat ke arahnya.


“Tu…Tuan, kenapa kau bisa berada di sini?” Tanya Jenny.


“Hm… ternyata kau punya kekasih yang lumayan tampan juga ya, tapi masih tetap tampan cucu ku, apa lagi dia begitu kaya dan sukses di usianya yang masih muda,” Tutur Nenek Martha menyombongkan cucunya dan langsung melenggang pergi.


“Haist! Nenek tua itu benar-benar amazing!” Gumam Jenny pelan, namun masih bisa di dengar oleh Jo yang berdiri di sampingnya.


“Apa kau mengenal Nenek tadi?” Tanya Jo.


“Ha… aku baru dua kali bertemu dengannya hari ini, tapi semua pertemuan kami selalu tidak baik. Hm.. ya sudahlah, kalau begitu aku akan membayar belanjaan ku dulu ke kasir ya sekarang!” Tutur Jenny hendak menghampiri kasir kembali untuk membayar belanjaannya.


“Nona! sebelumnya saya minta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi barusan!” Seru Sekuriti yang masih tampak cemas dengan tindakan gegabah nya pada gadis yang di kenali atasannya itu.


“It’s ok Pak, aku tidak masalah, justru aku begitu kagum padamu yang langsung bertindak ketika ada pencurian yang terjadi di Mall besar ini!” Sahut Jenny dengan senyum yang dia ukir di bi***nya.


“Kau terlihat semakin cantik Jenn, andai aku bisa memiliki mu!” Batin Jo yang sejak tadi terus memperhatikan Jenny yang sedang berinteraksi dengan sekuritinya.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…


bunga, kopi, dan vote nya d tunggu ya 😘😘😘