
“Ha… Jenny sedang apa ya sekarang? astaga! aku lupa tidak memeriksa ponsel ku yang satunya lagi, aku taruh dimana ya?” Kenny sedikit kalang kabut saat tidak mendapati ponselnya yang dia lupakan seharian itu. Hingga akhirnya pria tampan itu memutuskan memanggil sendiri ponselnya lewat ponselnya yang satunya lagi, dan akhirnya dia menemukan ponsel yang dia cari-cari itu di saku jas yang tadi dia kenakan seharian ini.
“Astaga! kenapa banyak sekali email yang masuk! eh…” Tiba-tiba, Kenny mengepalkan tangannya, rahangnya pun seketika menjadi keras dengan roman wajah yang begitu menakutkan.
Rupanya saat itu Kenny tak sengaja membuka chat yang di kirim oleh Gea. Dan isi chat tersebut memperlihatkan sebuah foto istrinya yang sedang di rangkul oleh Jo memasuki ruangan Dokter Obgyn.
“Tunggu! Dokter Obgyn?” Kenny terlihat berpikir di sela amarahnya yang kian menggebu.
“Apa itu berarti…hamil!” Kenny menjambak rambutnya sendiri, pria itu terlihat masih berpikir keras dan mengurai kekusutan pikirannya.
“Pantas saja dia sering muntah-muntah akhir-akhir ini, tapi kenapa Jenny tidak memberitahu ku? kenapa dia terkesan menutupinya dari ku? bahkan aku sudah beberapa kali ingin mengantarnya ke Dokter, tapi selalu dia tolak dengan berbagai alasan!” Gumam Kenny yang masih mencerna setiap peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini.
Kenny kembali menatap foto yang dikirim Gea tersebut. Pikiran nya menjadi kacau, dia menjadi geram karena merasa di bohongi oleh istrinya sendiri.
“Apa mungkin Jenny hamil anak Jo? tapi bagaimana bisa?” Tebaknya dengan emosi.
“Tapi itu tidak menutup kemungkinan juga, aku sendiri akhir-akhir ini sangat sulit untuk menghabiskan waktu dengan Jenny, apa dia bermain di belakang ku ya? aku harus mencari tau kebenarannya secepatnya, aku harus menanyakannya langsung pada Jenny besok!” Ucap Kenny bermonolog.
Keesokan harinya, Gea yang sudah di pinta datang oleh Nenek Martha mau tak mau harus menghampiri Nenek tua itu sebelum dia menyambut kedatangan pria paruh baya yang merindukannya di Bandara.
Tok…tok…tok…
“Jenny buka kan dulu pintu ya Nek,” Ucap Jenny seraya melenggang menghampiri pintu dan membukanya.
“Selam… Hei! kenapa kau bisa berada di sini? apa kau ingin mencelakai Nenek nya Kenny ya?” Gea membulatkan kedua matanya setelah tau jika Jenny yang membuka kan pintu. Wanita genit itu langsung menyerobot masuk dengan gaya rusuh nya.
“Nenek! apa Nenek baik-baik saja?” Tanya Gea mulai berakting.
“Hei! kau tidak bisa berkata pelan ya? di sini itu Rumah Sakit!” Tegur Jenny yang sudah berhasil menghampiri.
“Aku tidak perduli, aku lebih cemas dengan Nenek yang bisa saja kau beri racun sewaktu-waktu!” Ucap Gea tanpa menghiraukan teguran Jenny.
“Astaga! wanita genit ini benar-benar membuat ku kesal!” Batin Jenny yang masih berusaha menahan emosinya.
Seketika matanya tertuju pada gelang yang melingkar di salah satu tangan Gea, Jenny sangat mengenali gelang tersebut. Gelang itu adalah gelang yang waktu itu Jenny lihat juga saat di Mall, dan waktu itu Gea juga yang memakainya. Jenny sangat yakin jika itu gelangnya yang hilang yang Kenny berikan sebagai hadiah pertamanya setelah pernikahan mereka.
“Gelang ku!” Ucap Jenny seraya meraih sebelah tangan Gea yang tengah memakai sebuah gelang antik untuk memastikan.
“Hei, apa yang kau lakukan!” Sahut Gea seraya menepis tangan Jenny.
“Itu benar-benar gelang ku yang hilang, jadi kau yang mencurinya ya?” Tutur Jenny.
“Enak saja! aku mendapatkannya dari Kenny, kau tidak tau kan kalau dia sampai rela memberikan gelang cantik ini padaku!” Ucap Gea dengan bangganya.
Nenek Martha yang sedari tadi sudah terbangun hanya bisa menyaksikan perdebatan mereka tanpa mau menyela atau melerai percekcokan mereka berdua.
“Astaga! aku seperti sedang menyaksikan drama kontroversial saja saat ini, tapi kalau aku sela atau aku lerai sekarang, aku tidak akan tau siapa yang benar-benar berkata jujur,” Batin Nenek Martha.
“Yakin lah! kau pikir ini palsu ya? Nenek saja tau kalau ini asli, ini kan adalah perhiasan yang saat itu Kenny belikan khusus untuk ku dari toko perhiasan sepupu Nenek yang berada di Negara A. benarkan Nek?” Tanya Gea meminta persetujuan.
“Hm!” Nenek Martha tak menanggapi lebih, dia hanya bergumam untuk menjawab pertanyaan Gea tadi.
Jenny hanya bisa tersenyum sinis seraya meraih tas selempang miliknya, gadis itu terlihat merogoh tas tersebut untuk mengeluarkan sesuatu. Dan sejurus kemudian…
“Lalu apa kau memiliki perhiasan lainnya seperti ini?” Tanya Jenny seraya memperlihatkan sebuah kalung dan juga sepasang anting yang memiliki batu yang sama dengan gelang yang di gunakan Gea dari sebuah kotak perhiasan yang begitu Nenek Martha kenali.
Seketika Gea membisu, wanita genit itu kalah telak oleh Jenny, dia pikir Jenny hanya di beri gelang saja oleh Kenny. Dia tidak menyangka kalau kebohongannya ini harus terbongkar di depan Nenek Martha secepat itu.
“Astaga! itu kan kotak perhiasan aslinya, kenapa kau memilikinya?” Tanya Nenek Martha seraya mencoba turun untuk menghampiri Jenny.
Namun belum sempat Nenek Martha menghampiri, Gea segera merebut kotak tersebut dari tangan Jenny secara paksa. Wanita licik itu masih berusaha memfitnah Jenny untuk meyakinkan Nenek Martha jika dia sama sekali tidak mencuri gelang tersebut.
“Hei! kembalikan kotak perhiasan ku! aku akan melaporkan mu pada polisi kalau kau nekad mengambilnya,!” Seru Jenny tegas.
“Kau pikir aku takut! Nek, Nenek lebih percaya padaku kan, Jenny hanya gadis miskin yang ingin memanfaatkan Kenny Nek, dia pasti sudah mencuri kotak ini dari ku secara diam-diam!” Tutur Gea.
“Cukup! aku bisa membedakan siapa yang jujur dan tidak saat ini!” Ucap Nenek Martha yang sudah tidak tahan dengan percekcokan kedua gadis di hadapannya itu.
“Nek, Nenek tidak boleh turun dari tempat tidur, Nenek belum betul-betul pulih, Nenek rebahan lagi, ya!” Seru Jenny yang namak cemas melihat keadaan Nenek Martha yang sudah terlihat pucat.
“Tidak Jenn, aku harus tau siapa yang berbohong sekarang, kau punya surat-surat perhiasannya kan? jika Kenn benar-benar memberikannya padamu dia pasti memberikan mu juga surat-suratnya, cepat tunjukkan saja padaku surat-surat itu!”.
Dengan sigap, Jenny segera meraih kembali tas selempang nya untuk mencari surat-surat perhiasan tersebut yang selalu dia bawa kemana pun. Namun lagi-lagi Gea merebutnya sebelum Nenek Martha melihatnya. Karena geram, Jenny akhirnya memilih merebutnya, dan aksi tarik menarik tas selempang milik Jenny pun tak dapat di hindari lagi, kedua gadis itu berebut tas yang berisi surat-surat perhiasan pemberian Kenny.
Hanya dengan melihat sikap tenang dan kepercayaan diri dari Jenny saja, Nenek Martha sudah sangat tau jika yang sedang berbohong saat ini adalah Gea, karena surat-surat perhiasan itu di kirim belakangan ke alamat yang langsung Kenny tujukan, dan itu sudah pasti di kirimkan pada Jenny. Karena kurir yang mengirim surat-surat perhiasan itu tidak akan sembarang memberikan surat-surat perhiasan tersebut jika bukan pada tangan yang seharusnya menerimanya.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys…😘😘😘