Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 122 # Salah memahami.



Semua orang yang berada diruangan tersebut akhirnya memfokuskan pandangan mereka ke arah pintu yang di ketuk. Dengan ragu, Mom Bella terlihat menghampiri untuk memeriksa siapa yang berkunjung ke ruangan tersebut.


Ceklek…


“Ge! ada apa?” Tanya Mom Bella setelah membuaka pintu.


“Tante! Gea ingin menjenguk Nenek. Ini… Gea sempat membeli buah-buahan segar sebelum ke sini tadi!” Sahut Gea seraya menyerahkan buah-buahan yang dia beli pada Mom Bella.


“Terimakasih, kalau begitu masuklah!” Seru Mom Bella memberi jalan. Meski Mom Bella tak terlalu suka pada Gea, namun dia masih menomor satukan etika dan sopan santun, sehingga Mom Bella mau tak mau mempersilahkan Gea masuk untuk menjenguk Nenek Martha.


Suasana diruangan tersebut semakin menegang kala Gea dengan sengaja mengompori kedua orangtua Kenny dengan beberapa foto rekayasa hasil bidikan orang suruhannya yang menguntit Jenny beberapa waktu lalu.


“Mommy dan Papah bisa tidak percaya pada Kenn, tapi foto-foto itu sudah bisa membuktikan kalau gadis ini sudah lumayan lama berhubungan dengan Jo.” Ucap Kenny penuh emosi.


“Jenny memang berhubungan dengan Jo, Pah! Mom! tapi hanya sebatas Kakak dan adik, Mom sendiri juga sudah tau kan kalau Jo adalah anak tiri Ibu Jenny, jadi Jenny tidak mungkin berhubungan dengannya lebih dari sekedar keluarga, apa lagi Jenny sudah menikah dengan Kenny Mom, Pah! Jenny tidak akan pernah mengkhianatinya sampai kapan pun.” Tutur Jenny membela diri.


“Kau bilang Jo Kakak tiri mu?! sejak kapan? kau bahkan tak pernah memberitahu ku Jenn!” Tanya Kenny. Jenny hanya bisa terdiam menyesali keputusannya yang ingin mengungkap semua hal bahagianya itu di hari ulang tahu Kenny, termasuk perihal tentang Ibu kandungnya yang ternyata menjadi Ibu tiri Jo saat ini.


Nenek Martha yang menyaksikan perdebatan tersebut sangat geram dan kesal. Wanita tua itu seakan ingin menjelaskan pada semuanya jika yang dikatakan Jenny itu adalah benar adanya. Semalam setelah dia bisa menggerakkan tangan dan kepalanya kembali, Jenny sempat menunjukkan hasil konsultasinya pada Dokter yang dia kunjungi kemarin sebelum menjenguk Nenek Martha.


Tiba-tiba saja Nenek Martha menarik lengan baju Kenny yang berdiri di samping tempat tidurnya dan memberinya tatapan tajam. Wanita tua yang begitu Kenny sayangi itu mencoba mengutarakan apa yang ingin dia ucapkan, namun sayangnya lagi-lagi Kenny salah paham dengan gesture tubuh Neneknya itu. Kenny pikir, Nenek Martha juga sangat kesal pada Jenny.


“Nenek! ada apa?” Tanya Kenny yang membuat perhatian semua orang tertuju padanya.


“Gawat! Kenapa Nenek tua itu bisa menarik lengan baju Kenny sekuat itu? kalau aku biarkan terus, bisa-bisa dia membongkar kebenarannya pada Kenny nanti!” Batin Gea yang gelisah sekaligus terkejut melihat perkembangan kesehatan Nenek Martha yang sudah bisa menggerakkan tangannya dengan kuat.


Nenek Martha terlihat mengibaskan tangannya ke sembarang arah, dan lagi-lagi Kenny menyangka jika Nenek nya itu menyuruh dia untuk mengusir Jenny saat itu juga.


“Apa Nenek ingin Kenn mengusirnya?” Tanya Kenny yang di jawab anggukan oleh Nenek Martha.


Ternyata Nenek Martha pun salah memahami maksud cucunya. Nenek Martha pikir yang Kenny maksud mengusirnya itu di tujukan pada Gea, namun nyatanya Kenny mengira Jenny yang harus dia usir.


“Tenanglah Nek, Kenn akan membuat dia keluar dari ruangan ini sekarang juga!” Ucap Kenny seraya menghampiri Jenny yang masih terduduk di sofa bersama Mom Bella.


“Ayo! kau sudah tak di inginkan di ruangan ini, sebaiknya kau pergi sebelum aku memperlakukan mu lebih kasar lagi!” Kenny benar-benar sudah hilang kendali, pria itu dengan teganya menggiring sang istri ke luar dengan kasar.


Mom Bella yang sejak tadi duduk di sofa bersama suaminya pun akhirnya beranjak mengikuti Kenny untuk mencegah putranya itu berlaku kasar yang berlebihan pada Jenny. Sedangkan di ruangan rawat Nenek Martha, kini hanya tinggal lah Gea dan Nenek Martha yang masih terkapar lemah di atas tempat perawatannya.


“Bagus! kau benar-benar hebat Nenek tua! ternyata aku tidak perlu repot-repot lagi mengusir gadis pengganggu itu dari sisi Kenny. haha…” Gumam Gea dengan tawa jahatnya.


Nenek Martha begitu geram dan ingin sekali mencekik wanita licik yang berada di depannya itu, namun tenaga serta tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih, dia begitu kesal saat mengetahui keburukan Gea setelah kepergian orang-orang yang tadi berada di ruangannya.


“Dasar wanita licik! ternyata selama ini aku sudah salah mengenalinya. Dia benar-benar wanita berbahaya. Jenn! maafkan Nenek sayang, kau harus terusir karena Kenny salah paham dengan perintahku tadi.” Sesal Nenek Martha membatin.


“Hei Nenek tua! mumpung orang-orang sedang mengejar pasangan suami istri yang sebentar lagi akan menjadi mantan itu, aku akan peringatkan kau untuk tutup mulut atas semua perilaku yang sudah kau ketahui. Karena ini semua baru permulaan!” Gea menunjukkan seringai di bibirnya, wanita licik itu kini tengah mengancam Nenek Martha yang masih terkapar lemas di atas pembaringannya.


Flash back start.


“Re, apa kau tidak apa-apa? siapa yang berani mengurung mu di sini?” Tanya Kenny setelah berhasil mendapati Renata di dalam toilet kampusnya.


“Aku tidak tau Kenn, sebaiknya kita periksa CCTV saja, aku yakin pelakunya pasti terlihat di salah satu CCTV yang terpasang di area ini,” Tutur Renata menjelaskan.


Setelah membawa Renata pulang, Kenny segera menuju ruangan CCTV kampus dan meminta salinan tayangan CCTV hari itu di bagian area sekitar toilet. Kenny semakin geram setelah mengetahui siapa pelakunya, tanpa segan-segan pria tampan itu segera menghubungi anak buahnya untuk memberi balasan pada Gea agar wanita genit itu jera.


“Ti, cepat bereskan keluarga ini, jangan sampai ada yang tersisa!” Seru Kenny penuh ketegasan.


“Baik Tuan.” Jawab Tian dengan patuh.


Semenjak hari itu Gea tak terlihat berkeliaran lagi di kampus, perusahaan keluarganya pun di kabarkan mendadak bangkrut akibat kasus korupsi dan eksploitasi pekerja yang kebanyakan masih di bawah umur.


“Tunggu pembalasan ku Kenny Alvaro! Aku akan membuat kau membayar semua ini nanti!” Ucap Gea penuh ambisi.


Flash back done.


Nenek Martha hanya bisa mengumpat di dalam hatinya, dia benar-benar menyesal telah membuat Kenny percaya pada wanita licik itu.


“Dasar wanita psikopat! dia benar-benar sudah gila! aku tidak bisa membiarkannya, rumah tangga cucu ku sedang di pertaruhkan. Kenny sedang berada dalam bahaya sekarang!” Batin Nenek Martha seraya mencoba menjambak rambut Gea yang kini duduk di samping tempat pembaringannya dengan menopang sebelah kakinya.


“Awww! kau ternyata masih punya nyali juga ya Nenek tua!” Jerit Gea ketika Nenek Martha berhasil menjambak rambutnya.


“Kau belum tau ya kalau aku bisa melawan mu lebih dari ini, atau… kau memang ingin aku lenyap kan saat ini juga!” Tutur Gea dengan senyum mengerikan di wajahnya.


Seketika Nenek Martha tak berani melawan lagi, tubuhnya tiba-tiba bergidik ngeri kala mendapati Gea yang sudah mendekatinya dengan bantal yang siap di tindih kan ke wajahnya.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys… 😘😘😘