Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 165 # Obat tidur.



Warning!!! bab ini mungkin mengandung unsur traveling, jadi buat yang masih di bawah umur skip aja ya 😁✌🏻.


.


.


.


.


.


"Haist! kenapa pria menyebalkan itu selalu berbuat sesukanya sih?!" Gumam Jenny menggerutu.


"Sudahlah Non, sebaiknya sekarang Nona mandi dulu saja, lepas itu turun ke bawah untuk makan," Seru Bibi Rosa.


"Ha... sepertinya aku memang tidak bisa terlepas dari Kenny ya Bi, ya sudah aku mandi dulu ya!" Jenny menghela kasar nafasnya, sejurus kemudian dia pun melenggang ke dalam kamar mandi.


"Iya Non,".


Sepeninggalan Jenny ke dalam kamar mandi, Bibi Rosa segera kembali ke dapur menyiapkan makanan untuk Jenny. Namun tanpa sepengetahuan Jenny, Bibi Rosa telah mencampur minuman Jenny dengan obat tidur sesuai perintah Kenny.


"Maafkan Bibi ya Non, tapi hanya cara ini yang bisa Bibi lakukan untuk membantu Tuan kembali bersama lagi dengan Nona," Gumam Bibi Rosa seraya mengaduk minuman yang sudah dia campur dengan obat tidur.


Beberapa menit kemudian Jenny terlihat sudah lebih segar dengan pakaian yang sama seperti yang sebelumnya dia gunakan untuk bekerja.


"Kenapa makanannya banyak sekali Bi? apa akan ada tamu yang datang lagi?" Tanya Jenny setelah sampai di depan meja makan.


"Tidak Nona, Tuan bilang ini semua untuk Nona, ayo! Bibi alaskan ya nasinya!" Seru Bibi Rosa seraya menggiring Jenny duduk di kursi meja makan dan melayaninya untuk menyendok nasi serta lauk yang sudah terhidang di atas meja makan.


"Tidak apa-apa Bi, aku bisa sendiri ko, sebaiknya Bibi temani aku makan juga ya!" Ucap Jenny sambil meraih centong nasi yang masih di pegang oleh Bibi Rosa.


"Tadi Bibi sudah makan duluan Non, sebaiknya Non makan saja yang banyak ya," Sahut Bibi Rosa.


"Hm... ya sudah, aku makan sekarang ya Bi, perutku sepertinya memang harus segera di isi, selamat makan!" Ucap Jenny yang memang sudah menginginkan mengisi perutnya yang keroncongan.


Segelas minuman jeruk pun tak lupa Bibi Rosa suguhkan setelah Jenny menyelesaikan ritual makan malamnya, perempuan itu segera meneguknya hingga tandas tanpa curiga sedikit pun jika minuman itu sudah di campur dengan obat tidur.


"Ha... perutku benar-benar penuh Bi, terimakasih ya, masakan Bibi enak-enak semua, huft... sepertinya aku harus berjalan-jalan sebentar untuk mencernanya," Gumam Jenny seraya beranjak dari duduknya dan berniat berkeliling di area vila.


Namun belum sempat perempuan cantik itu melangkahkan kaki, tubuhnya sudah terasa sangat ringan dengan pandangan mata yang seketika menggelap. Akhirnya Jenny tertidur dengan posisi terduduk di kursi meja makan. Bibi Rosa yang sudah di tugaskan Kenny segera memanggil beberapa pengawal untuk membantunya memindahkan Jenny ke kamar yang sudah di sediakan.


"Kalian boleh pergi, sisanya biar aku yang urus!" Titah Bibi Rosa seraya mengambil sehelai baju dinas dari dalam lemari yang berada di kamar tersebut.


Di gantinya pakaian Jenny dengan pakaian dinas malam tersebut. Meski sedikit kesulitan, namun Bibi Rosa tak kehabisan akal, dia memakai bantuan kain lain untuk mempermudahnya menggantikan pakaian Jenny dengan pakaian dinas yang dia ambil tadi.


"Ha... selesai, Nona memang benar-benar cantik, pantas saja Tuan sampai tergila-gila, hihihi..." Kekeh Bibi Rosa setelah selesai menggantikan pakaian Jenny.


"Oh iya, hampir saja aku lupa! semoga saja Tuan nanti tidak akan marah," Ucap Bibi Rosa seraya menebarkan serbuk ajaib di depan hidung Jenny agar terhirup olehnya jika Jenny menghirup udara.


"Selesai, sepertinya Tuan juga sudah sampai di bawah!" Tutur Bibi Rosa bermonolog.


Flash back done.


"Emm... kenapa rasanya panas sekali?" Gumam Jenny terbangun.


"Hah?! apa obat tidurnya tidak bekerja dengan baik?!" Batin Kenny sedikit terkejut karena Jenny mulai terbangun.


"Sa... sayang, kau sedang apa?!" Tanya Kenny saat melihat Jenny membuka kain penutup baju dinasnya.


"Aku kepanasan Kenn, kenapa di sini gerah sekali?!" Racau Jenny seraya mengibaskan tangannya untuk menghasilkan angin.


Padahal suhu AC di kamar tersebut sudah terbilang sangat dingin, dan itu tentu tidak terlepas dari pekerjaan Bibi Rosa tentunya. Bibi Rosa sengaja menaikkan suhu kamar tersebut agar lebih dingin, agar Jenny tidak terlalu tersiksa jika seandainya Kenny datang sedikit terlambat.


"Kenapa dia bilang panas? padahal di sini sudah jelas-jelas sangat dingin... sebenarnya apa yang terjadi padanya sih?! apa dia sakit ya?!" Batin Kenny seraya menempelkan punggung tangannya di dahi Jenny.


"Suhu tubuhnya normal ko, lalu apa yang sebenarnya terjadi?! aku harus bertanya pada Bibi sekarang juga,".


Tanpa membuang waktu, Kenny segera menekan tombol di papan telepon yang berada di atas nakas di samping tempat tidur.


"Iya Tuan, apa Tuan membutuhkan sesuatu?" Sapa Bibi Rosa dari sebrang telepon.


"Bi! kenapa Jenny terus mengeluh kepanasan? sebenarnya obat apa yang Bibi berikan padanya?!" Cecar Kenny.


"Bibi hanya memberinya obat tidur Tuan, tapi... Bi...Bibi menambahkannya obat perangsang juga," Jujur Bibi Rosa.


"Astaga, pantas saja dia sampai kepanasan seperti kepiting rebus begini!" Sahut Kenny terdengar kesal.


"Kenn, aku benar-benar kepanasan, aku ingin ke kamar mandi, tapi aku terlalu lemas, apa karena aku tidak terlalu banyak makan ya tadi?!" Gumam Jenny dengan suara yang sudah terdengar er*tis di telinga Kenny.


"Astaga, mendengar suaranya seperti ini saja sudah membangunkan juniorku, apa lagi... ahh, sudahlah! sebaiknya aku membantunya dulu untuk ke kamar mandi." Batin Kenny seraya mendekat untuk membantu Jenny beranjak dari tempat tidur.


Namun karena kondisi Jenny yang semakin lemas, membuat Kenny kehilangan keseimbangannya dan malah terjatuh di atas lantai dingin kamar tersebut.


"Ahh... kenapa tubuh mu sangat nyama Kenn, aku tidak bisa menahannya lagi," Racau Jenny yang malah mengelus dada bidang Kenny yang kini sedang dia tindih akibat terjatuh tadi.


"Astaga, kalau begini sama saja dia yang menggodaku," Batin Kenny.


"Kenn, tolong aku... aku sudah tidak tahan," Rengek Jenny putus asa.


"Apa aku benar-benar harus melakukannya? tapi bukannya rencana awal ku juga ingin mengikatnya dengan menanam benih ya?! astaga, kenapa aku baru menyadari kesempatan ini!" Batin Kenny bersorak.


Serasa di beri jalan, Kenny akhirnya berinisiatif ******* bibir ranum di hadapannya itu. Alhasil suara leng"han pun meluncur begitu saja dari mulut Jenny.


"Emmm... Posisinya kurang nyaman sayang, sebaiknya kita pindah ke atas tempat tidur ya!" Seru Kenny setelah melepas pagutan bibirnya.


"Aku sudah tidak tahan Kenn, kenapa kau melepaskan bibir mu?!" Sahut Jenny yang sudah siap untuk menyerang Kenny.


"Tunggu sebentar sayang, aku akan menggendong mu!".


"Panas sekali Kenn, kau harus menolong ku, sepertinya ada yang salah dengan makana yang aku lahap tadi," Tutur Jenny.


"Tapi... apa kau yakin?" Tanya Kenny.


"Aku sudah tidak tahan, Kenn! jangan buang-buang waktu lagi!" Sahut Jenny yang langsung menyergap kembali bibir seksi mantan suaminya itu secara brutal.


"Astaga, perempuan ini kenapa sangat liar sekarang?!" Batin Kenny seraya menikmati momen yang sudah dia tunggu-tunggu sejak dulu.


"Baiklah sayang, aku akan membantumu menuntaskannya!" Bisik Kenny tepat di samping telinga Jenny.


.


.


.


.


.


.


.


Udah segitu aja ya travelingnya 🙈🙈 Mom gak bisa lanjutin lagi 🤣🤣✌🏻✌🏻, ayo kasih dukungannya ya guys, biar Mom tambah semangat nih...


See you next episode... 😘😘😘