Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 83 # Hampir jatuh



“Sayang! kenapa kau malah diam?” Tegur Kenny.


“Ah… aku hanya merasa sedikit pusing Kenn, ya sudah aku mau tidur lagi saja ya!” Sahut Jenny seraya membaringkan kembali tubuhnya di atas tempat tidur. Namun baru saja dia menyelimuti tubuhnya, tangan kekar Kenny sudah melilit erat di atas perutnya dengan begitu posesif.


“Kenn! apa yang kau lakukan?”.


“Diam lah sayang! aku hanya ingin memeluk mu,” Lirih Kenny.


Entah mengapa pria bertubuh atletis itu terlihat sedikit sendu setelah memeluk tubuh istrinya, membuat Jenny menduga-duga kembali jika Kenny memang sudah tau berita yang menggosipkan dirinya dan Jonathan.


“Kenn, ada apa? apa semuanya baik-baik saja?” Tanya Jenny sambil membalikkan tubuhnya menghadap sang suami.


“Tidak apa-apa sayang, semuanya baik-baik saja, istirahat lah! sekarang sudah sangat larut, kau harus banyak istirahat supaya cepat pulih.” Tutur Kenny sambil menyibak anak rambut yang menghalangi wajah istrinya dengan begitu lembut dan mengecup keningnya.


Cup… Kecup Jenny sekilas di bi*** suaminya.


“Aku mencintaimu Kenn,” Ucapnya.


“Aku pun sayang, aku sangat-sangat mencintaimu, tetaplah di sisiku apa pun yang terjadi,” Tutur Kenny dan membawa Jenny ke dalam pelukannya.


Malam berganti pagi. Jenny yang memang sudah sangat bugar akhirnya memutuskan menyiapkan sarapan untuk suaminya setelah membersihkan diri.


“Selamat pagi Nyonya! apa anda sudah benar-benar sehat sekarang?” Sapa seorang pelayan yang bernama Tantri.


“Oh, iya! aku sudah sangat sehat sekarang, apa kau pelayan baru di Apartemen ini?” Tanya Jenny yang memang baru bertemu dengan pelayan tersebut.


“Benar Nyonya, Tuan baru mempekerjakan saya mulai hari ini, sebelumnya perkenalkan nama saya Tantri Nyonya, Nyonya bisa memanggil saya dengan sebutan Tri saja, jika Nyonya membutuhkan sesuatu Nyonya bisa langsung memanggil saya saja ya!” Tutur Tantri dengan sopan.


“Ok Tri, terimakasih untuk perkenalan dan tawaran bantuannya ya, tapi kali ini aku ingin membuat sarapan untuk suamiku sendiri, kau bisa kerjakan pekerjaan rumah yang lainnya saja ya, urusan memasak biar aku saja!”.


“Tapi Nyonya, Tuan berpesan agar Nyonya tidak menyentuh pekerjaan rumah sama sekali, saya takut di marahi jika Nyonya tetap memasak sendiri,” Sahut Tantri terlihat cemas.


“Kau tenang saja Tri, aku akan bicara pada suamiku untuk mengijinkan ku memasak nanti, kau percaya saja padaku ya!” Ucap Jenny meyakinkan.


Mau tidak mau akhirnya Tantri membiarkan majikannya berkutat sendirian di dapur untuk menyiapkan sarapan tanpa batuannya. Sejurus kemudian, Kenny terlihat keluar dari kamarnya dan menghampiri ruangan makan untuk meneguk air yang selalu tersedia di atas meja makan.


“Sayang, kenapa kau malah masak sendiri, aku kan sudah menyuruh Tian untuk mempekerjakan satu pelayan lagi di sini?” Tutur Kenny bertanya setelah menghabiskan satu gelas air mineral.


“Tri sedang mencuci pakaian kita Kenn, aku yang memintanya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang lain, kau jangan memarahinya ya, aku kan ingin membuat sarapan spesial untuk suami ku pagi ini.” Sahut Jenny sambil menuang masakan yang dia buat ke dalam sebuah wadah.


“Hm… kau sangat pintar merayu sayang, ya sudah! sepertinya masakannya sudah matang, aku jadi lapar setelah melihat masakan mu ini,” Ucap Kenny yang langsung menarik kursi di depan meja makan.


“Eits! kau belum mencuci muka dan gosok gigi Kenn, bersihkan diri dulu sana! kau jorok sekali deh,” Tegur Jenny sambil memukul pelan tangan suaminya yang hendak mencomot potongan omlet yang di buat Jenny.


“Ha… baiklah ratuku! tapi…. morning kiss dulu ya!” Bujuk Kenny seraya memanyunkan bi***nya ke hadapan sang istri.


“Ish! dasar tukang mesum, nanti di lihat Tri, Kenn! sana! cepat gosok gigi dulu!” Usir Jenny sambil mengibaskan tangannya.


“Ha… iya deh iya,” Sahut Kenny mengalah.


Dua bulan kemudian. Jenny saat ini berencana mengunjungi kediaman Ibu angkatnya, namun sebelum pergi, Jenny menyempatkan membeli beberapa makanan untuk dia berikan sebagai buah tangan di sebuah Supermarket yang berada di Mall pusat kota.


“Sayang maafkan aku ya, aku tidak bisa menemanimu ke rumah Ibu sekarang ,aku ada meeting penting siang ini, kau tidak apa-apa kan jika pergi sendirian? aku akan suruh Tian agar mengirim supir untuk mengantarmu ke rumah Ibu,” Ucap Kenny saat dia menikmati sarapannya bersama sang istri tercinta.


“Aku bisa pergi sendiri Kenn, aku akan menggunakan taksi saja nanti! aku ingin membeli beberapa makanan sebelum pergi ke rumah Ibu,” Sahut Jenny sambil menuang air mineral untuk suaminya.


“Tidak perlu Kenn! Rangga pasti sibuk juga siang ini, dia kan sedang di minta mendekor di gedung perusahaannya Papah hari ini,” Sanggah Jenny.


“Hm… tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendirian sayang, aku khawatir terjadi sesuatu padamu,” Ucap Kenny yang baru saja selesai menyantap sarapannya.


“Aku janji akan baik-baik saja Kenn, jadi biarkan aku pergi sendiri saja ya!” Bujuk Jenny.


“Ha… baiklah, tapi kau harus segera menghubungiku setelah tiba di rumah Ibu nanti ya!” .


“Baiklah Tuan suami,” Sahut Jenny seraya menghormat layaknya upacara bendera.


“Hm… kenapa kau semakin hari semakin menggemaskan sih?” Kenny menarik tangan istrinya yang saat ini berdiri di depannya yang sudah beranjak dari meja makan dan memeluknya dengan begitu erat.


“Sudahlah! kau akan terlambat jika terus memeluk ku,” Ucap Jenny mengingatkan.


“Baiklah! kalau begitu aku berangkat dulu ya sayang!” Tutur Kenny seraya mengecup pucuk kepala istrinya.


“Hati-hati di jalan ya!” Seru Jenny setelah mereka sampai di depan pintu Rumah megah yang baru di tempati beberapa hari ini oleh mereka berdua.


Pukul sebelas tepat, Jenny bersiap untuk mengunjungi rumah Ibu angkatnya. Setelah memesan taksi via online,  Jenny segera bergegas menuju Mall di dekat pusat kota untuk membeli beberapa makanan yang akan dia beli sebagai buah tangan.


“Ini pak, kembaliannya ambil saja ya!” Seru Jenny sebelum turun dari taksi yang dia pesan sebelumnya dan memberikan selembar uang yang bernominal cukup besar untuk harga ongkos sebuah taksi.


“Wah… terimakasih Nona, semoga anda selalu di beri kebahagiaan yang melimpah.” Sahut supir taksi.


Sejurus kemudian sebuah mobil sedan hitam terparkir tak jauh setelah Jenny melenggang hendak masuk ke Mall yang dia tuju. Sayangnya karena dia sedikit tak fokus, dia hampir saja terjatuh karena seorang laki-laki tak di kenal  menyenggolnya hingga hampir terjatuh. Beruntung seorang wanita tua segera menolongnya hingga Jenny tak jadi mencium lantai dingin Mall tersebut.


Bruk…


“Ah…” Pekik Jenny yang kehilangan keseimbangannya.


“Awas!!” Seru wanita paruh baya yang berdiri tak jauh dari tubuh Jenny.


“Huft!! untung aku tidak jadi jatuh, terimakasih Nyonya sudah menolong saya!” Tutur Jenny tulus setelah menghela nafas lega.


“Haist! dasar anak muda jaman sekarang, makannya kalau kau sedang berjalan, fokus! jangan seperti mayat hidup yang tak bisa melihat begitu,” Gerutu wanita paruh baya tersebut seraya melenggang kembali menuju Mall yang sama dengan yang Jenny tuju.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys… 😘😘😘