
"K...kau?!" Ucap Jenny terbata saat tau siapa orang yang sudah berdiri di depan lift yang dia tumpangi bersama yang lainnya terbuka.
"Ha... syukurlah, Kenn! sepertinya kau dan Nona Alexa harus segera pergi sekarang, baru saja Mommy meneleponku jika bocah kecil yang bersamanya telah menghilang," Ucap Viky yang tak lain pria yang berdiri tepat di depan pintu lift.
Setelah mendapat kabar kehilangan dari Mom Bella, Viky segera menuju kantor Kenny untuk memberitahu kabar tersebut pada Kenny dan Jenny atas perintah Mom Bella. Meski awalnya dia sangat malas menemui sepupu yang sempat menjadi rivalnya untuk mendekati Jenny, namun hati nuraninya tak bisa mengabaikan permintaan sang Tante yang penuh harap jika dia bisa membantu untuk menyampaikan pesannya pada Kenny.
Flash back start.
"Re, sebaiknya kita pergi ke taman saja yuk! kita ajak anak-anak berkeliling di sana, mereka pasti sangat bosan jika seharian hanya menunggu di rumah!" Seru Mommy Bella.
"Ide bagus Tan, ya sudah Rere siapkan keperluan Fano dulu ya sebentar," Sahut Renata nampak setuju.
Tak berselang lama Renata pun kembali dengan sebuah tas kecil berisi keperluan baby Fano. Setelah semuanya siapa, Mom Bella dan Renata pun mengajak kedua pangeran kecil mereka mengunjungi taman yang berada tak jauh dari mansion kelurga Alvaro.
"Sayang, jangan jauh-jauh ya mainnya!" Seru Mom Bella saat Ken kecil begitu antusias berlari ke arah sebuah ayunan.
"Oke Oma," Sahutnya sambil terus berlari menghampiri ayunan yang menjadi tujuannya.
Renata sendiri terlihat sudah terduduk manis sambil menggendong baby Fano di depan perutnya menggunakan kain khusus untuk menggendong bayi.
Nampaknya pilihan Mom Bella mengajak mereka ke sana benar-benar pilihan tepat. Selain mereka bisa cuci mata, mereka juga bisa membeli beberapa makanan jajanan yang di jajakan di stand-stand sekitaran taman.
"Wahh... sepertinya Fano semakin aktif ya Re, berapa berat badannya sekarang?" Tanya Mom Bella di sela menikmati Teh hangat yang baru dia beli dari salah satu stand jajanan.
"Benar Tante, Fano sekarang memang semakin aktif dan semakin berat, bulan ini dia memiliki bobot lebih berat 1 kilo dari bulan sebelumnya," Tutur Renata menjawab.
"Wahh... bagus itu Re, semoga saja Cucu Oma yang satu ini terus tumbuh dengan sehat ya sayang, duh... gemas sekali sih..." Ucap Mom Bella seraya mencubit pipi gembul baby Fano dengan pelan.
Sementara Renata dan Mom Bella asik berbincang, Ken Kecil juga tak kalah asik mengayunkan ayunan yang dia mainkan. Namun sepertinya keasikannya itu tak berlangsung lama saat seorang pria brewokan menghampirinya dan membekap mulutnya tanpa aba-aba.
Membuat bocah berumur 5 tahun itu tak bisa berteriak meminta pertolongan pada orang-orang terdekatnya. Mark, yang tak lain si penculik Ken kecil pun segera bergegas menjauh setelah mendapatkan incarannya di taman tersebut.
aksinya itu benar-benar bisa di katakan kawakan, karena tak ada satu pun orang yang mencurigai bahkan melihat gerak geriknya saat membawa Ken kecil pergi dari taman tersebut.
"Kena kau tikus kecil, aku bisa memanfaatkan mu untuk menghancurkan Kenny! hahahaha," Kelakar Mark penuh kemenangan saat dirinya baru saja membaringkan tubuh Ken kecil di sebuah gudang terbengkalai.
Di taman sendiri, Mom Bella baru tersadar jika Ken kecil sudah tidak ada di ayunan yang tadi dia mainkan.
"Re, kemana perginya Kenji ya? apa dia mencoba permainan yang lain?" Tanya Mom Bella seraya mengedarkan pandangannya ke segala arah.
"Entahlah Tan, tapi kenapa Rere jadi takut kalau Kenji di culik ya, bagaimana ini, Tan?! Kenny dan Jenny pasti sangat khawatir jika tau," Tutur Renata yang sudah sangat terlihat panik, pasalnya dia juga sudah ikut mencari Kenji dengan mengedarkan penglihatannya ke segala penjuru taman tersebut.
"Tante juga sangat khawatir Re, duhh... bagaimana ya?! mana ponsel Tante tertinggal di mansion lagi," Gumam Mom Bella gelisah.
"Aku coba telepon Erfan saja ya Tan, siapa tau dia bisa membantu kita mencari Kenji, dia juga tadi bilang akan menjemput Renata saat makan siang, sepertinya saat ini sudah waktunya dia menjemput Rere," Ucap Renata seraya meraih ponselnya dari dalam tas kecil yang menyatu dengan perlengkapan baby Fano.
"Ya sudah, lakukan lah Re, semoga saja Kenji bisa cepat kita temukan," Sahut Mom Bella penuh harap.
Renata segera menghubungi sang suami, namun sayangnya Erfan masih harus menyelesaikan pekerjaannya siang itu, akhirnya Erfan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membantu Renata dan Mom Bella mencari Kenji.
"Kenji tadi masih terlihat asik bermain ayunan di sana, namun setelah kami berbincang sebentar kami sudah tidak melihatnya lagi dimana-mana." Tutur Renata menjelaskan seraya menunjuk tempat terakhir kali Ken kecil bermain ayunan.
"Baiklah, untuk sementara sebaiknya Nyonya berdua pulang saja sekarang, biar kamu yang meneruskan pencariannya,".
"Namun sebelumnya, jika Nyonya berkenan, kami ingin meminta satu foto Tuan muda yang hilang? karena itu akan sangat membantu kami dalam pencarian," Tambah Leo menerangkan.
"Tentu, aku punya satu foto terbarunya yang baru aku dapat tadi pagi saat dia mencoba menggendong Fano, sebentar... ah! ketemu! ini..." Sahut Renata seraya menunjukkan foto Ken kecil yang dia ambil saat mereka bermain bersama pagi tadi selesai sarapan.
"Bisa anda kirimkan ke nomer saya Nyonya?!" Pinta Leo.
"Kirim lah sendiri, aku tidak tahu nomer ponselmu," Ucap Renata.
"Baiklah Nyonya," Jawab Leo seraya mengirim foto Ken kecil ke nomer ponselnya.
Setelahnya Leo dan beberapa anak buahnya mulai menyisir seluruh area taman, tak lupa dia juga mengunjungi titik-titik tempat yang terpasang kamera CCTV, mereka semua berharap jika Kenji bisa secepatnya di temukan dengan selamat.
Setelah menyerahkan tugas pencarian, Renata dan Mom Bella akhirnya kembali ke mansion, Mom Bella benar-benar cemas sekaligus khawatir pada keadaan cucunya, dia juga sempat syok dan jatuh tak sadarkan diri.
"Mom, kenapa Tante bisa pingsan Re? apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Papah Oscar yang baru saja Renata hubungi.
"Tante terlalu syok karena Kenji hilang Om, sampai sekarang anak buah Erfan masih mencari keberadaannya, kami masih menunggu kabar baiknya, tapi sepertinya Tante terlalu cemas dan jatuh pingsan," Papar Renata.
"Astaga! siapa yang berani menculik cucuku?!" Gumam Papah Oscar tak kalah panik dan frustasi.
Sejurus kemudian Mom Bella terbangun, dia teringat belum menghubungi Kenny tentang kabar kehilangan ini, sesegera mungkin Mom Bella menyuruh pelayannya untuk membawakan ponsel miliknya, setelah dering ketiga Mom Bella akhirnya menyerah menghubungi Kenny, akhirnya dia memilih menghubungi Jenny, namun hasilnya sama, tidak ada satu pun yang menjawab panggilannya saat itu. Hingga akhirnya Mom Bella menghubungi Viky dan meminta tolong padanya untuk menemui Kenny di kantornya.
Flash back done.
.
.
.
.
.
.
.
Gak penasaran lagi kan guys siapa yang berdiri di depan lift 😁😁😁
See you next episode...
Jangan lupa sertakan dukungan kalian sebanyak-banyaknya ya... 😘😘😘