Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 41 # Merajuk



“Aku ingin minuman dingin yang manis Re, apa Erfan masih bertugas ya?” Sahut Kenny seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


“Dia baru saja berangkat tadi siang Kenn, dia tugas malam hari ini!”.


“Yah… kita tidak bisa bertemu dong kalau begitu,” Sesal Kenny.


“Kalian sih tidak memberi kabar sebelumnya, eh ngomong-ngomong kenapa kalian berdua bisa barengan ke sini? kalian janjian ya, cie… jangan-jangan kalian…” Tutur Renata yang sudah kembali dengan dua gelas minuman dingin yang dia ambil dari lemari pendingin Apartemen suaminya itu.


“Kami memang sudah resmi pacaran Re, doakan kami supaya menyusul kalian ke pelaminan ya,” Jawab Kenny dengan entengnya.


“Wah… ini sih kabar gembira, aku pasti doakan kalian Kenn, ayo di minum! apa kalian ingin cemilan juga? kebetulan kemarin Mommy berkunjung kemari membawa beberapa kue kering, aku ambilkan sebentar ya!” Renata beranjak kembali untuk mengambil kue kering yang Mommy nya berikan saat berkunjung ke Apartemenya kemarin.


Diam-diam Kenny mendekati Jenny yang masih terlihat mendiamkan pria tampan itu karena merajuk.


“Kenn! kau jangan macam-macam ya, di sini ada Renata,” Tegur Jenny yang menyadari pergerakan kekasihnya itu.


“Lalu kalau di Apartemanku bagaimana? aku benar-benar ingin menerkam kamu sayang\, kita menikah sekarang saja ya!” Jenny membulatkan matanya sempurna saat Kenny mencuri cium di bi***nya.


“Kenn!!”.


Pria tampan itu hanya bisa tertawa puas saat melihat wajah sang kekasih yang sudah memerah seperti udang rebus. Tak lama setelah aksi pencurian ciuman itu Renata pun kembali menghampiri dengan dua toples kue kering yang Mommy Iren kirimkan padanya kemarin.


“Oh iya Re, tadi aku bertemu dengan Gea loh,” Tutur Kenny.


“Gea? Geandra teman kita saat kuliah itu ya?” Tanya Renata memastikan.


“Iya, tadi aku bertemu dengannya di supermarket, dan dia bilang ingin berkumpul dengan kita bertiga, mungkin dia akan mengabari kita dalam waktu dekat ini,”.


“Kenn! belanjaannya!” Seru Jenny yang baru mengingat jika mereka lupa dengan kantung buah-buahan yang mereka beli untuk Renata dari supermarket.


“Ya ampun, aku lupa sayang, ya sudah aku ambil sebentar ya!” Kenny beranjak seraya meraih kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja ruang tamu Apartemen Erfan.


“Haist!! dasar pelupa,” Gumam Jenny.


“Oh iya Jenn, aku hanya ingin mengingatkanmu! sebaiknya kau berhati-hati ya sama Gea, dari dulu dia itu menyukai Kenny, meski belakangan ini kami jarang bertemu dengannya tapi sepertinya dia masih terobsesi dengan kekasihmu itu,” Tutur Renata tiba-tiba. Entah mengapa gadis cantik itu seakan tau dengan kecemasan yang di


rasakan Jenny saat ini.


“Apa maksudnya Re?” Jenny masih berusaha mencerna setiap perkataan Renata yang begitu tiba-tiba itu.


“Gea itu sudah suka sama Kenny dari waktu kita kuliah dulu,”.


“Dia sampai pernah mengurung aku di toilet kampus gara-gara tau kalau Kenny suka sama aku, tapi untungnya saat itu aku membawa ponsel dan segera meminta bantuan pada teman-teman kampus ku yang lainnya,” Ucap Renata.


“Astaga! tapi bagaimana kau tau jika itu Gea Re?” Tanya Jenny.


“Waktu itu aku penasaran dan langsung menuju ke ruangan cctv kampus untuk mencari tau siapa orang yang sudah mengurungku di toilet, dan saat itu yang aku lihat cuman dia yang keluar dari toilet setelah aku masuk juga ke dalamnya,” Geram Renata.


“Hm… tapi Re, apa Kenny tau kalau Gea suka sama dia?”.


“Dia sudah tau Jenn, bahkan Kenn sudah beberapa kali menolaknya!” Sahut Renata.


Tak lama kemudian Kenny kembali dengan sebuah kantong yang berisi buah-buahan dan segera menyerahkannya pada Renata.


“Wah… kalian sedang membicarakan apa nih? sepertinya serius sekali!” Seru Kenny seraya melenggang menghampiri.


“Ya ampun, kalian kenapa repot-repot membawa buah-buahan segala sih, terimakasih ya!” Ucap Renata mengalihkan perbincangan seraya menerima kantong berisi buah-buahan segar dari tangan Kenny.


“Syukurlah kalau kau masih ingat kesukaan kami Kenn,”.


“Oh iya Kenn! aku rasa kau harus mengajak Jenny juga ya jika Gea meminta kita berkumpul nanti, biar tambah seru!” Ucap Renata memberi usul.


“Kita lihat nanti saja deh Re, aku tidak yakin kalau kekasih ku ini bisa pergi denganku nanti, dia kan wanita karir yang super sibuk, bahkan kalau aku ingin makan siang bersama saja aku harus membuat jadwal terlebih dahulu dengannya,” Kekeh Kenny semata-mata ingin menggoda kekasihnya.


“Kenn!! awas kau ya!” Jenny mencubit gemas paha Kenny sejadinya hingga pria tampan itu meringis kesakitan.


“Aww…aww… sakit sayang! ok-ok sorry deh, udah dong jangan cubit lagi!”.


Renata pun hanya bisa ikut terkekeh melihat tingkah konyol kedua pasangan kekasih itu. Dia begitu bahagia melihat Kenny yang sekarang sudah mendapatkan tambatan hati yang tepat. Renata yakin kalau Kenny bisa bahagia jika terus bersama dengan Jenny. Menjelang sore Kenny dan Jenny memutuskan untuk berpamitan karena mereka ingin mengunjungi beberapa tempat sebelum pulang ke rumah mereka masing-masing.


“Re kita pamit ya, kau tidak apa-apa kan kita tinggal sendirian?” Cemas Kenny.


“Aku ini sekarang sudah jadi nyonya Erfan Ferga Kenn! kau tidak perlu cemas lagi, ok! sana cepat pergi, kasian Jenny tuh kalau harus menunggu lama lagi, selamat bersenang-senang ya, bye!” Usir Renata yang tau jika Kenny sudah tidak sabar ingin berduaan dengan kekasihnya.


“Haist!! kau tau saja Re, he… ya sudah kita pamit ya, bye!!” Sahut Kenny seraya melenggang ke arah lift yang akan membawanya dan Jenny kembali turun ke lantai dasar.


“Kau beruntung Kenn bisa bersama Jenny, kau bisa jadi dirimu sendiri dengan gadis cantik itu,” Gumam Renata seraya menatap kepergian sepasang kekasih itu.


Setelah sampai di parkiran, Kenny segera membukakan pintu mobilnya untuk sang kekasih. Kenny benar-benar memperlakuakan Jenny dengan begitu spesial. Membuat gadis cantik itu semakin jatuh hati padanya.


“Sayang, kau mau makan di mana sekarang?” Tanya Kenny saat mobil sudah melaju cukup jauh dari gedung Apartemen Erfan.


“Em… entahlah, tapi aku rasa aku ingin makan di rumah saja Kenn, kita ke rumahku saja ya!” Usul Jenny yang di tolak mentah-mentah oleh Kenny.


“No! aku tidak setuju sayang, aku tidak bisa berduaan denganmu kalau makan di sana!” Tolak Kenny sambil terus terfokus pada kemudinya.


“Ish! kau ini… tadi kan kau sendiri yang tanya padaku ingin makan dimana? tapi kenapa sekarang kau tidak mau!” Sahut Jenny seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


“Haist!! dia marah lagi deh!” Batin Kenny.


“Bukan begitu sayang, aku hanya ingin memiliki quality time dengan mu, emm… kalau begitu bagaimana kalau kita makan di Apartemenku saja?” Kenny mencoba membujuk.


“Ha… tapi aku sedang ingin makan masakan rumah Kenn!” Ucap Jenny seraya memanyun kan bi***nya.


“Itu sih gampang sayang, nanti aku pesankan masakan dari Restoran Mommy saja ya, di sana kan ada menu masakan rumahan juga,” Seru Kenny seraya memegang sebelah tangan Jenny untuk meyakinkan kekasihnya itu.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode...