
“Kenn, taksinya mengalami pecah ban, dan sekarang kami sedang berhenti di tempat yang gelap dan sepi, aku takut!” Gumam Jenny yang di iringi isak dari mulut manisnya.
“Astaga! ok, kau tenang saja ya sayang, aku akan segera ke sana saat ini juga, kau jangan panik, ya!” Seru Kenny menenangkan istrinya. Saat itu juga Kenny langsung menyambar kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja kerjanya. Dia menghubungi Tian untuk segera menyusul kala Kenny sudah memasuki mobil mewahnya untuk menjemput sang istri.
“Semoga trauma Jenny tidak kumat lagi, Ya Tuhan lindungilah istriku saat ini!” Gumam Kenny memanjatkan doa.
Flash back done.
Sejurus kemudian Tantri mengetuk pintu kamar majikannya untuk memberi tahu jika Dokter yang Kenny tunggu sudah tiba. Dengan segera Kenny memberi ruang pada Dokter Anna untuk memeriksa keadaan istrinya saat itu juga.
“Bagaimana Dok? Istriku tidak apa-apa kan?” Tanya Kenny tak sabar.
Dokter Anna sendiri sudah tahu status pernikahan Kenny dan Jenny sejak awal, karena saat pernikahan Kenny berlangsung satu bulan yang lalu. Dokter cantik tersebut di minta hadir untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Jenny membutuhkan penanganan medis darinya terkait kesembuhan kaki Jenny yang saat itu belum sembuh sepenuhnya
“Sepertinya Nona kembali mengalami traumanya. Saya sarankan Tuan membawa Nona ke Psikiater untuk menerima terapi yang bisa menyembuhkan traumanya tersebut,” Saran Dokter Anna.
“Hm… baiklah! kalau begitu aku akan menyuruh Tian untuk mencari Psikiater terbaik secepatnya,” Ucap Kenny mantap.
Setelah memeriksa keadaan Jenny, Dokter Anna pun berpamitan sebelum kembali ke Rumah Sakit untuk menjalankan tugasnya lagi.
“Sayang! aku benar-benar minta maaf! aku tidak bisa menjagamu dengan baik!” Ucap Kenny penuh penyesalan sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut. Perlahan Jenny terbangun dan langsung memeluk Kenny dengan begitu erat.
“Sayang! apa kau baik-baik saja?” Tanya Kenny setelah melihat istrinya membuka mata.
“Kenn!!” Seru Jenny yang langsung memeluk suaminya.
“Kau sudah aman sayang! aku tidak akan membiarkan mu pergi sendirian lagi mulai saat ini!” Ucap Kenny yang membuat perasaan Jenny menghangat dan tenang.
Perlahan Jenny melerai pelukannya di tubuh sang suami, dia begitu menyesal karena tidak menerima tawaran dari suaminya yang hendak menyiapkan supir jika dia ingin bepergian.
“Kenn, maafkan aku yang selalu merepotkan mu, aku benar-benar menyesal sudah tidak patuh padamu, aku benar-benar…” Jenny tak lagi bicara, mulutnya sudah Kenny kunci dengan pagutan lembut yang Kenny darat kan di bi*** ranum istrinya.
“Jangan mengatakan maaf! kau tidak salah apa pun sayang! aku akan selalu ada di sampingmu sampai kapan pun!” Ucap Kenny setelah melepaskan pagutan bi***nya.
Mereka berdua kembali berpelukan, namun kali ini Kenny memilih memeluk sang istri sambil merebahkan tubuhnya yang sama-sama lelah setelah seharian ini berkutat dengan berbagai berkas perusahaan yang harus dia pelajari.
Tiga minggu kemudian. Jenny berencana mengunjungi rumah mertuanya untuk mengundang kedua mertuanya tersebut agar bisa hadir di acara pernikahan Rangga pekan depan. Kenny yang akhir-akhir ini sibuk pun menyempatkan diri untuk mengantar istrinya ke rumah orang tuanya. Kali ini Kenny tidak ingin kejadian beberapa minggu lalu terjadi lagi pada istrinya.
“Sayang, apa kau sudah siap? aku sedang di perjalanan menjemputmu sekarang,” Tutur Kenny melalui sambungan telepon.
“Aku sudah siap Kenn, tapi sebelum ke rumah Mommy kita beli dulu beberapa buah segar ya!” Seru Jenny.
“Baiklah sayang, aku terserah padamu saja.”.
Sambungan telepon pun terputus setelah Kenny menyetujui ajakan istrinya untuk membeli buah tangan sebelum berkunjung ke rumah orang tuanya. Setelah sampai di pekarangan rumah megahnya, Kenny segera turun dari mobil dan menghampiri istrinya yang terlihat seperti sedang mencari sesuatu.
“Sayang! kau sedang apa di sini? apa kau sudah siap pergi?” Tegur Kenny yang membuat Jenny mengelus dadanya karena terkejut.
“Astaga Kenn, kau membuatku terkejut tau!” Gerutu Jenny seraya mencari kembali sesuatu yang telah dia hilangkan tak sengaja.
“Aku sedang mencari anting pemberian darimu waktu di Negara A Kenn, tadi tidak sengaja terjatuh di sekitar sini saat aku hendak memasangnya,” Tutur Jenny jujur.
“Haist! aku pikir kau sedang mencari apa, sudahlah! kau pakai yang lain saja sayang, perhiasan yang baru kemarin aku belikan belum kau pakai juga kan, kenapa harus mencari yang sudah hilang?” Sahut Kenny dengan santainya.
Jenny yang mendengar penuturan suaminya tersebut sedikit geram, Pasalnya Jenny benar-benar menyukai hadiah pertamanya itu dari Kenny setelah pernikahan mereka beberapa bulan silam.
“Ish! tapi aku menyukainya Kenn, itu kan hadiah pertama ku dari mu setelah kita menikah! apa kau tidak ingat ya, atau jangan-jangan kau melupakannya?” Tuding Jenny seraya menunjuk wajah suaminya dengan jari telunjuknya sendiri.
“Bu…bukan begitu sayang, tapi kan aku selalu membelikan mu perhiasan setiap bulannya, aku hanya mencoba mengingatkan mu dengan perhiasan yang lain yang belum kau pakai,” Sahut Kenny.
“Hm… tapi aku benar-benar menyukai perhiasan pertamaku itu Kenn, apa lagi aku sudah kehilangan gelangnya di hari pertama kau memberikannya,” Lirih Jenny sendu mengingat gelangnya yang telah hilang.
“Apa sebegitu berartinya ya perhiasan itu? aku benar-benar beruntung bisa memiliki mu Jenn, kau selalu menghargai apa yang aku berikan padamu, padahal jelas-jelas perhiasan itu masih belum seberapa harganya di banding dengan harga perhiasan yang kemarin aku berikan untuknya.” Batin Kenny.
“Ya sudah, aku bantu cari ya!” Ucap Kenny yang akhirnya ikut membantu istrinya mencari anting yang di cari-cari.
Kurang lebih 15 menit, akhirnya Jenny menemukan anting yang sedari tadi dia cari, dengan semangat Jenny meminta Kenny untuk memasangkannya agar tak terjatuh kembali seperti yang dia lakukan sebelumnya.
Setelah drama pencarian anting selesai, Kenny pun mengajak istrinya untuk segera pergi ke sebuah Supermarket, Kenny mengingat ucapan istrinya yang selalu mengatakan harus membawa buah tangan jika hendak berkunjung ke rumah siapa pun, terutama ke rumah orangtua mereka.
Setibanya di sebuah Supermarket, Jenny segera memilih beberapa buah-buahan segar, namun saat dia asik memilih buah-buahan segar, kedua bola mata indahnya melirik seorang gadis yang menenggak minuman yogurt yang entah mengapa begitu membuat Jenny tergiur ingin mencicipi nya juga.
“Sayang, apa sudah selesai? aku membeli beberapa makanan ringan juga untuk persediaan kita di rumah,” Oceh Kenny yang tak di gubris sama sekali oleh istrinya.
“Sayang! kau sedang melihat apa sih?” Tegur Kenny saat sang istri terus mengacuhkan nya.
Seketika matanya mengarah ke arah pandangan Jenny yang tertuju ada seorang gadis yang sedang asik mengobrol dengan temannya. Kenny sempat bingung ketika yang dia lihat sama sekali tidak ada yang menarik sedikit pun, hingga akhirnya Kenny kembali menegur istirnya dan bertanya.
“Sayang! kau sedang melihat apa sih? apa kau mengenali gadis itu ya?” Tegur Kenny yang akhirnya menyadarkan Jenny dari fokusnya.
“Tidak Kenn, tapi …aku ingin meminum yogurt itu,” Ucapnya to the point.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys…😘😘😘