Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 62 # Jenny tumbang



Beberapa saat kemudian Aldo akhirnya menunjukkan batang hidungnya dan menghampiri Kenny dan adik kesayangannya. Aldo begitu terkejut saat melihat kaki Jenny yang terbungkus perban, dia semakin geram dan menyangka jika Kenny lah yang sudah membuat adiknya terluka lagi.


“Jenn! kenapa kaki mu di perban? apa bocah menyebalkan ini lagi ya pelakunya?” Tanya Aldo setelah sampai di lantai bawah dan langsung memborong pertanyaan yang dia tujukan pada sang adik.


“Ini hanya ter hilir biasa kak, Jenny tadi tidak sengaja terjatuh, ini bukan gara-gara Kenny ko,” Jawab Jenny tersendat-sendat.


“Aku pikir dia lagi yang menyakitimu, ya sudah kau segeralah masuk ke kamar dan beristirahat, aku juga akan melanjutkan kembali pekerjaanku!” Seru Aldo yang hendak berjalan kembali ke kamarnya.


Namun dengan secepat kilat Kenny menghadang langkahnya dan membuat Aldo mau tak mau menghentikan langkah kakinya. Aldo semakin geram dan tak suka pada Kenny yang berlaku tak sopan karena sudah menghalangi jalannya untuk berjalan menuju kamarnya sendiri.


“Dasar bocah tak tau sopan santu, apa mau mu sih? cepat minggir! aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!” Ketus Aldo.


“Kak, aku mohon beri aku kesempatan berbicara, aku ingin Kakak merestui hubungan kami, karena malam ini juga aku ingin menikahi Jenny Kak, jadi please restui kami ya!” Pinta Kenny dengan wajah memelas nya.


“Hah, kau pikir aku akan terbujuk begitu saja setelah apa yang kau lakukan kemarin pada adik ku. Aku tidak mau memberi restu pada orang yang sudah menyakiti perasaan adik tersayang ku,” Tutur Aldo yang tetap kukuh pada pendiriannya.


Tiba-tiba Jenny beranjak menghampiri sang Kakak, meski kakinya begitu terasa nyeri saat di gunakan melangkah, namun Jenny harus membantu Kenny untuk membujuk Kakak nya itu.


“Kak, Jenny sudah memaafkan Kenn, dan Jenny begitu mencintainya, Jenny ingin menghabiskan sisa hidup jenny dengannya Kak, Jenny mohon restui kami Kak! Jenny akan sangat bahagia jika Kakak merestui pernikahan kami ini, please!” Isak Jenny setelah menuturkan keinginannya.


“Kau sudah berubah sekarang Jenn, kau lebih membelanya di banding Kakak mu sendiri,” Ucap Aldo yang segera bergegas ke luar rumah dan entah pergi kemana.


Jenny yang masih tak putus harapan kembali mengejar Aldo hingga ke depan rumah, dan sialnya lagi hujan saat itu kembali turun dan mengguyur sebagian besar wilayah Kota yang Jenny tinggali. Membuat gadis cantik itu basah kuyup di sela jerihnya menahan sakit di pergelangan kakinya yang belum sembuh sama sekali.


“Kak Aldo! Jenny mohon jangan pergi sebelum Kakak merestui kami Kak, Jenny mencintainya! Jenny hanya ingin bahagia dengan pilihan Jenny, Jenny akan tetap menyayangi Kakak, Kakak tidak akan tergantikan oleh siapa pun!” Teriak Jenny di sisa-sisa tenaga dan kesadarannya.


Dan di detik berikutnya Jenny ambruk tak sadarkan diri. Kenny yang sejak tadi mengikuti sang kekasih pun segera menggendongnya dan membawa Jenny masuk terlebih dahulu.


“Sayang! sayang! bangun Jenn, jangan buat aku takut, kau harus kuat!” Seru Kenny seraya menggendong Jenny ke dalam rumah.


Bu Tania begitu panik dan segera membuka pintu rumahnya lebar agar Kenny lebih mudah membawa masuk putri angkatnya itu. Sedangkan Aldo yang tau Jenny ambruk tak kalah khawatir dan terkejut, dengan tergopoh-gopoh dia melangkahkan kakinya di bawah guyuran air hujan yang masih turun dengan derasnya. Hingga akhirnya dia sampai di dalam rumah dan menyaksikan betapa Kenny begitu khawatir dan perhatiannya pada sang adik.


“Jenn, kau kenapa sayang! maafkan Kakak, Kakak tidak bermaksud mengekang mu, Kakak hanya ingin kau bahagia Jenn, bangun!” Tutur Aldo seraya terisak dan memeluk adik kesayangannya.


Jenny terlihat tak merespon sedikit pun, wajahnya semakin terlihat pucat dengan tubuh yang semakin terasa panas. Kenny yang cemas dan khawatir segera meminta ijin pada Aldo dan Ibu Tania untuk membawa kekasihnya itu ke Rumah Sakit. Setelah mereka semua setuju mereka pun ikut mengantar Jenny ke Rumah Sakit.


“Dokter! cepat tangani calon istriku, pastikan dia baik-baik saja! kalau tidak aku akan tarik kembali semua saham Keluarga Alvaro dari Rumah Sakit ini!” Teriak Kenny setelah sampai di ruang UGD.


“Baik Tuan, biar kami periksa terlebih dahulu, silahkan Tuan menunggu di ruang tunggu dulu!” Sahut Dokter yang akan menangani Jenny.


Beberapa perawat akhirnya membawa Jenny ke dalam sebuah ruangan tindakan yang di ikuti Dokter yang tadi menyahut perkataan Kenny. Ibu Tania yang melihat putrinya di bawa masuk ke dalam ruangan tindakan pun tidak henti-hentinya menangis karena khawatir terjadi apa-apa pada Jenny. Begitu juga dengan Aldo yang begitu terpukul dan merasa sangat bersalah karena sudah membuat sang adik sakit seperti saat ini.


“Sudahlah Tan, aku akan pastikan kalau Jenny akan baik-baik saja! aku akan menuntut semua Dokter di sini jika Jenny tidak bisa tertolong!” Ucap Kenny dengan luapan emosinya.


“Kenny pasti akan lakukan hal apa pun demi menyelamatkan Jenny Tan, Tante yang sabar ya!” Seru Kenny seraya merogoh saku celananya untuk meraih benda pipih yang selalu dia gunakan untuk berkomunikasi.


Ternyata saat itu Kenny hendak menghubungi sang Mommy untuk memberinya kabar supaya Mom Bella menunda persiapan pernikahannya. Kenny ingin Jenny pulih terlebih dahulu dan tidak ingin memaksakan kehendaknya sendiri.


“Mom, sepertinya pernikahannya harus di tunda dulu.” Ucap Kenny setelah Mom Bella menjawab panggilan teleponnya.


“Kenapa begitu Kenn? apa yang terjadi pada kalian?” Tanya Mom Bella khawatir.


“Jenny barusan pingsan Mom, dia demam dan kakinya juga bengkak, saat ini dia masih ada di ruang tindakan, Mom tunda dulu saja persiapannya ya!”.


“Astaga! ok-ok, kalau begitu Mom hubungi Papah mu dulu ya Kenn, Mom akan menyusul ke Rumah Sakit bersama Papah nanti.” Mom Bella segera mengakhiri sambungan teleponnya dan mencari kontak Papah Oscar untuk memberitahunya kabar mengejutkan itu.


Kurang lebih 20 menit. Akhirnya Dokter keluar dari ruangan tindakan dan menghampiri Kenny dan juga Ibu Tania beserta Aldo untuk memberi mereka penjelasan tentang kondisi Jenny saat ini.


Kriett… Suara pintu berderit terbuka.


“Dok bagaimana keadaan calon istriku?” Tanya Kenny setelah Dokter menghampirinya.


“Kondisi Nona Jenny saat ini sudah mulai stabil, dia hanya butuh banyak istirahat yang cukup dan makanan yang bergizi. Untuk kakinya sendiri kami sudah mengganti perbannya dengan yang baru dan menyuntikkan kembali obat pereda nyerinya. Sebentar lagi pasien akan kami pindahkan ke ruangan rawat inap,” Tutur Dokter menjelaskan.


“Syukurlah! apa kami boleh melihatnya sekarang Dok?” Tanya Ibu Tania.


“Silahkan Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu, mari!” Seru Dokter yang menangani Jenny seraya melenggang meninggalkan ketiga orang yang berada di depan ruangan tindakan itu.


Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam ruangan tindakan untuk melihat keadaan Jenny. Ibu Tania yang begitu cemas langsung menghampiri temat tidur pasien yang Jenny gunakan dan mengusap kepala putrinya dengan lembut seraya terisak. Dia benar-benar khawatir dengan keadaan Jenny saat ini.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys...😘