
Tidak butuh waktu yang lama bagi Erfan untuk mengatur semua keperluan pernikahannya yang di langsungkan secara sederhana itu, dengan segala kekuasaan dan jabatannya Erfan benar-benar di buat mudah dalam segala persiapan dadakan tersebut.
*****
“Kenn, antar kan aku pulang sekarang ya! sepertinya aku tidak akan tahan lagi menahan kantuk ku ini,” Ucap Jenny seraya menguap di ujung ucapannya.
“Haist!! kenapa kau begitu menggemaskan sayang, apa kau tidak ingin menginap saja di sini malam ini?” Tawar Kenny yang sebenarnya tidak tega jika harus mengantar pulang Jenny se larut itu.
“Kenn, kau tidak akan macam-macam padaku kan? ayolah! aku benar-benar sudah ngantuk sekarang, aku ingin segera merebahkan tubuhku di tempat tidur!” Ucap Jenny semakin terdengar menggoda di telinga Kenny.
“Sayang, kau benar-benar membuatku gila Jenn, kenapa suaramu kau buat begitu menggoda seperti itu, kau mulai nakal ya sekarang? kau tidak ingin membangunkan ular juniorku kan?” Sahut Kenny yang malah memeluk Jenny dari belakang yang kini masih berdiri di area ruang makan setelah mencuci beberapa mangkuk dan gelas yang sudah mereka gunakan dengan susah payah.
“Kenn!! aku mengantuk, otakmu kenapa mesum terus sih, sudah ya! aku pergi sendiri saja deh!” Jenny berusaha melepaskan pelukan Kenny dengan kedua tangannya, namun nihil. Tenaganya kalah besar dengan tenaga Kenny yang memang sengaja mengurung tubuhnya di dalam dekapan Kenny.
Mereka berdua mulai merasakan mabuk setelah menenggak minuman kaleng beralkohol yang ada di lemari pendingin Apartemen Kenny. Jenny yang tak terbiasa mabuk akhirnya langsung merasakan efeknya setelah menghabiskan satu kaleng minuman saja. Sedang kan Kenny sendiri masih terlihat bisa mengontrol tubuhnya meski dia sudah menghabiskan 3 kaleng minuman beralkohol tersebut.
Flash back beberapa waktu lalu.
“Sayang apa kau ingin minuman kaleng ini?” Tawar Kenny setelah mereka menghabiskan mie rebus yang Jenny buat seraya menunjukkan sebuah kaleng minuman dingin mengandung alkohol yang begitu asing bagi Jenny.
“Emm… apa itu memabukkan?” Tanya Jenny polos.
“Tidak akan, kalau kau meminumnya hanya satu kaleng saja, ini…” Sahut Kenny seraya memberikan satu kaleng minuman beralkohol tersebut pada Jenny.
Jenny menerima kaleng minuman tersebut, membukanya dan langsung menenggaknya seperempat dari isi minuman tersebut. Awalnya Jenny masih asing dengan rasa dari minuman beralkohol tersebut, namun lama kelamaan dia begitu menikmati minuman tersebut, dia terus menyeruputnya lagi dan lagi hingga satu kaleng
minuman alkohol tadi tandas tak bersisa. Kenny yang tak mau kalah akhirnya mengambil dua kaleng minuman lagi dan menenggaknya secara langsung hingga tandas juga.
Flash back done.
Karena masih ingin menghabiskan malam dengan sang kekasih, Kenny menuntun Jenny ke arah sofa ruang tengah di depan televisi. Mereka lalu mendudukkan dirinya masing-masing dengan posisi Kenny yang tertidur di atas pangkuan Jenny.
“Sayang, kau menginap saja ya malam ini,” Gumam Kenny di sisa kesadarannya. Sedangkan Jenny yang sedari tadi sudah tak bisa menahan kantuknya langsung tertidur saat dia sudah mendaratkan bokongnya di atas sofa Apartemen milik Kenny.
Sementara mereka pergi ke alam mimpi, hal lain yang bertentangan sedang di lakukan Erfan dan Renata saat ini. Mereka telah bersiap-siap mengucapkan ikrar pernikahan mereka di depan pendeta yang di saksikan oleh kedua orangtua Renata dan juga Mom Bella dan suaminya yang sudah Mom Iren telepon sebelumnya.
“Apa kalian sudah siapa?” Tanya pendeta saat kedua mempelai sudah saling berhadapan.
“Tentu!” Jawab Erfan dengan mantap.
“Baiklah, mari kira mulai prosesi pernikahannya!”.
Di malam yang begitu sunyi itu akhirnya Renata dan Erfan saling mengucap janji suci pernikahan, mereka benar-benar tidak menyangkan jika semua itu terjadi begitu saja malam ini. Mom Iren tak henti-hentinya menitihkan air mata bahagianya saat menyaksikan putri semata wayangnya dipersunting sang pujaan hati.
“Selamat ya sayang! sekarang kau sudah resmi menjadi istri dari seorang Polisi sekaligus pengusaha sukses pujaan mu, kau tidak boleh manja-manja lagi pada kami sekarang! kau harus bisa mejadi istri yang baik untuk suami mu ya Re,” Ucap Mom Iren seraya mengusap sayang kepala Renata dan memberinya petuah.
Setelah mereka melerai pelukannya kini giliran Papah Willy yang melepaskan anak gadisnya untuk di pindah tanggung jawabkan pada Erfan yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
“Fan! Papah titip Rere ya! jaga, lindungi dan bahagiakan dia seperti yang Papah lakukan selama ini untuknya, dia anak kesayangan Papah satu-satunya, putri kebanggaan sekaligus satu-satunya pewaris dari keluarga Papah, Papah harap kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Rere,” Papah Willy tak sanggup membendung air matanya, dia langsung memeluk Erfan yang kini sudah resmi menjadi menantu dan suami putri semata wayangnya.
“Erfan pasti akan menjaga Renata dengan baik Pah, Erfan akan melindunginya dengan segenap jiwa dan raga Erfan, Erfan akan bahagiakan Renata hingga muat memisahkan kita,” Lantang Erfan menggebu-gebu.
“Papah pegang janjimu itu ya Fan,” Kedua pria berbeda generasi yang sekarang memiliki hubungan keluarga itu pun berpelukan hangat.
Setelah prosesi pengucapan janji pernikahan selesai, Erfan dan Renata kembali pulang ke Apartemen dengan status baru yang di sandang kedua pasangan kekasih tersebut. Saat Renata kembali menginjakkan kakinya di depan pintu Apartemen suaminya, dia di buat terkagum-kagum sekaligus terharu. Pasalnya setiap sudut Apartemen Erfan di buat begitu terlihat romantis dengan lilin kecil yang sengaja di tata seindah mungkin.
“Sayang, apa ini semua kau yang siapkan juga?” Tanya Renata seraya mengalungkan kedua tangannya di leher Erfan yang ikut memeluk pinggang rampingnya Renata.
“Ya! sekarang kau percaya kan kalau aku juga bisa sekejam Kenny dalam hal memerintah!” Sarkas Erfan seraya terkekeh di ujung ucapannya.
“Astaga, kau malah terinspirasi oleh Kenny ya! eh tapi ngomong-ngomong anak itu kenapa sulit di hubungi ya? apa jangan-jangan Kenny menculik Jenny juga ya malam ini?” Gumam Renata yang sudah menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami yang sejak tadi menggiringnya ke arah kamar pengantin mereka.
“Mungkin! sudahlah! sebaiknya malam ini kita habiskan di kamar saja ya sampai pagi, kau tidak sedang datang bulan kan?” Goda Erfan dengan seringai di bibirnya.
“Haist!! ternyata sedari tadi itu ya yang kau inginkan!” Ucap Renata yang langsung bergidik ngeri setelah melihat seringai di bibir suaminya.
“Kau baru paham ya! ya sudah kita langsung praktek saja ya!” Kekeh Erfan seraya menuntun istrinya ke atas tempat tidur king size nya untuk melakukan penyatuan yang dia impikan selama ini.
Renata yang mulanya malu-malu akhirnya luluh juga setelah Erfan memberinya stimulus yang memacu gai***nya yang kian memuncak, hingga akhirnya malam pertama mereka pun terjadi dengan begitu indah, di temani suara desa***-desa*** yang saling bersahutan dari masing-masing mulut mereka yang menikmati setiap inci tubuh pasangannya masing-masing.
“Terimakasih sayang, I Love You,” Ucap Erfan di akhir pergulatan panasnya malam menjelang pagi hari itu.
.
.
.
.
.
.
.
Haduh… bang Erfan ternyata to the poin banget ya… Mom juga samaan ah, Mom bakal to the poin dan gak bakal bosen-bosen buat minta dukungan terbaiknya dari readers tercinta, jangan lupa tinggalkan jejak dukungan terbaiknya ya guys…
See you next episode…😘😘😘