Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 40 # Cemburu



“Kenn! kamu Kenny kan?” Seru si wanita yang ternyata memiliki nama Geandra.


“Gea! apa kabar? lama tidak berjumpa?” Sahut Kenny seraya mencium pipi kanan dan kiri wanita tersebut secara bergantian.


Jenny yang sejak tadi melihat interaksi mereka pun sedikit kesal saat melihat Kenny dengan mudahnya memberikan kecupannya pada wanita lain selain dirinya. Entah mengapa dadanya terasa sesak saat menyaksikan langsung pertemuan Kenny tersebut dengan wanita cantik itu.


“Iya Kenn, sepertinya kita sudah sangat lama tidak bertemu,”.


“Oh iya, ini siapa Kenn?” Tanya Gea seraya menunjuk ke arah Jenny.


“Ah… dia kekasih ku Ge, sayang kenalkan, dia Gea temanku saat kuliah,” Kenny merangkul bahu Jenny seraya mengenalkannya pada wanita bernama Gea itu.


“Hai, salam kenal!” Ucap Jenny.


“Wah… aku pikir kau sudah menikahi Renata, kau kan sejak dulu selalu mengejar-ngejar dia, kenapa sekarang kau beralih ke lain hati?” Tanya Gea sekenanya.


“Aku sudah merelakannya Ge, Renata sekarang sudah bahagia dengan pasangannya,” Tutur Kenny.


“Renata sudah bahagia? Maksudmu dia sudah bertunangan atau…” Seru Gea menyelidik.


“Dia sudah menikah dengan Erfan Ge,” Ucap Kenny menyanggah.


“Astaga, kenapa mereka tidak memberi kabar kepadaku? kalian jahat sekali Kenn! kenapa kalian tidak mengundangku di acara bahagia Renata sih?” Gerutu Gea merajuk.


“Mereka belum melangsungkan resepsinya ko, mereka kemarin hanya melakukan janji suci pernikahan saja,” Sahut Kenny menjelaskan.


“Oh…begitu ya! eh kapan-kapan kita reuni ya kenn, aku sudah sangat rindu berkumpul dengan kalian bertiga, kontak ponselmu masih yang lama kan?”.


“Iya, masih yang lama ko, nanti kau atur saja ya, aku harus pergi sekarang, kasihan kekasihku sudah menunggu lama!” Sahut Kenny seraya menarik pinggang Jenny yang sedari tadi berdiri di samping Kenny bagai patung tak di anggap.


Jenny sedikit terkejut dengan aksi Kenny yang menarik pinggangnya tersebut. Jenny sedikit risih karena Gea menatapnya seperti tak suka.


“Baiklah Kenn, sampai jumpa lagi!” Gea melambaikan tangannya saat Kenny berlalu pergi ke arah kasir bersama Jenny.


“Sial! Kenapa aku tidak tau kalau Kenny mempunya kekasih selain Renata? sepertinya aku harus mencari tau tentang perempuan itu secepatnya,” Gumam Gea seraya menatap kepergian sepasang kekasih yang baru saja meninggalkannya.


Di perjalanan menuju Apartemen Erfan, Jenny terlihat tak banyak bicara seperti biasanya. Dia lebih banyak diam dan melamun kan banyak hal setelah pertemuannya dengan Gea tadi di supermarket.


“Sayang! kenapa kau diam terus? apa aku baik-baik saja?” Tanya Kenny seraya menarik sebelah tangan Jenny untuk dia kecup punggung tangannya.


“Aku baik-baik saja Kenn,”.


“Emm… apa kau begitu dekat dengan wanita tadi?” Jenny memberanikan diri untuk bertanya, karena dia sudah tidak tahan lagi ingin mengetahui jawaban dari Kenny.


Cekitt… Tiba-tiba saja Kenny menginjak rem mobilnya.


Bukannya menjawab pertanyaan Jenny, Kenny malah memeluknya dengan begitu erat seraya menghujani pucuk kepala Jenny dengan kecupan.


“Kenn, kenapa kau menghentikan mobil di sini, kau bisa menggangu pengendara lainnya nanti,” Tutur Jenny yang masih berada dalam dekapan Kenny.


“Akhirnya kau cemburu juga padaku sayang!” Ucap Kenny seraya mengeratkan pelukannya.


 “Aku…” Jenny tercekat.


Sebenarnya bukan itu yang ingin jenny dengar dari Kenny untuk jawaban atas pertanyaannya tadi. Dia menginginkan Kenny jujur pada dirinya tentang Gea yang sepertinya menaruh perasaan pada Kenny.


Tin…tin…tin…


Suara klakson mobil yang berada di belakang mobil Kenny pun terdengar begitu nyaring mengudara. Saat ini suasana jalanan yang lumayan ramai itu sudah semakin memadat karena Kenny berhenti tiba-tiba di pertengahan jalan yang mengakibatkan kemacetan sore itu.


“Kenn, ayo cepat laju kan kembali mobilnya! sepertinya kau sudah membuat kemacetan karena ulah mu barusan!” Seru Jenny.


“Baiklah sayang, tapi nanti kita lanjutkan lagi ya pelukannya, aku masih merindukanmu!” Ucap Kenny seraya melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang.


“Haist!! Kenn!! jangan ngebut!!” Pinta Jenny yang sudah menutup kedua bola matanya karena ketakutan.


Kenny melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan normal. Setelah berkencan dengan Jenny, Kenny memiliki kebiasaan baru. Dia begitu senang menggoda sang kekasih dengan aksi konyolnya seperti melajukan kendaraannya tadi dengan kecepatan cukup kencang. Namun tetap dengan memperhatikan keselamatan tentunya.


“Kenn!!” Jenny beranjak turun dari mobil dan melangkah menuju lift yang akan membawanya ke lantai dimana Apartemen Erfan berada.


“Sayang! tunggu aku!” Teriak Kenny yang seger menyusul Jenny yang sudah melenggang mendahuluinya.


Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam kotak besi yang memiliki beberapa tombol angka tersebut. Setelah menekan nomer tujuan, Jenny kembali mendiamkan Kenny yang masuk membujuknya agar tak merajuk lagi padanya.


“Sayang jangan diam begini, aku paling tidak tahan kalau di acuhkan begini!” Tutur Kenny dengan nada penuh penyesalan.


Jenny masih bungkam dan enggan membalas semua perkataan Kenny. Dia terus memandang ke depan pintu lift seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


“Sayang! apa aku harus melompat dari gedung ini dulu ya supaya kau mau berbicara lagi padaku?” Kenny menarik sebelah tangan Jenny untuk dia genggam dengan erat.


“Kenn!” Jenny menatap lekat kedua bola mata kekasihnya itu.


“Sayang!!” Kenny semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Jenny.


Namun di detik berikutnya aksinya itu harus terhenti karena pintu lift terbuka begitu saja untuk menaikkan penumpang lain yang akan menggunakan lift tersebut juga.


Ting… suara pintu lift terbuka.


“Haist!! dasar pengganggu!” Gerutu Kenny dalam hatinya.


Jenny hanya bisa terkekeh saat melihat raut wajah Kenny yang penuh kekecewaan dan kekesalan. Bagaimana tidak, jarak wajah mereka tadi sudah sangat begitu dekat, namun semuanya harus sirna sebelum kenny berhasil menempelkan bi***nya dengan bi*** Jenny.


Ting… Suara pintu lift terbuka pada lantai yang di tuju Jenny dan Kenny.


“Ayo sayang!” Ajak Kenny seraya menarik pinggang Jenny dengan posesif.


“Haist!! dia benar-benar menggemaskan kalau sedang kesal begini!” Batin Jenny.


Sesampainya di depan Apartemen Erfan, Jenny segera menekan tombol Bell yang terletak di sebelah kanan pintu hunian elit tersebut.


“Aaaaa!! Jenn, kenapa kalian tidak bilang dulu kalau mau ke sini?” Sapa Renata yang begitu terkejut sekaligus gembira seraya memeluk Jenny dengan erat saat tau Jenny dan Kenny mengunjunginya.


“Aku sengaja menyuruh Jenny untuk tidak memberi kabar padamu Re, aku ingin memberi kejutan untuk kalian yang sudah menikah tanpa sepengetahuanku!” Ungkit Kenny di sela candaannya.


“Haist!! kita sudah memberi tau mu Kenn, tapi kau malam itu sangat sulit di hubungi, lagi pula kalian kemana aja sih belakangan ini?” Tanya Renata seraya menggiring kedua tamunya ke sofa ruang tamu.


“Kami sama-sama sibuk Non,” Sahut Jenny sedikit canggung.


“Hei! aku kan sudah pernah bilang, panggil aku dengan nama saja, jangan pakai embel-embel Nona, ok!” Pinta Renata yang membuat Jenny semakin salah tingkah.


“Aku akan mengusahakannya Non, eh Re!” Jenny berucap seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


“Hahaha, kau benar-benar lucu Jenn! oh iya… kalian mau minum apa?” Tawar Renata.


“Apa saja Re,”.


“Aku ingin minuman dingin yang manis Re, apa Erfan masih bertugas ya?” Sahut Kenny seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys...🤗🤗🤗