Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 51 # Kekecewaan Jenny 2



“Iya Jenn, tumben sekali rumahmu sepi! apa Kak Aldo juga ikut pergi ya?” Ucap Mirea menimpali seraya mengedarkan pandangannya ke seisi rumah yang ternyata tidak di kunci.


“Hm… sebaiknya kita masuk dulu saja Mi, ayo!” Seru Jenny seraya melenggang masuk ke dalam rumah.


Ternyata semua orang yang ada di rumah Jenny sedang mengerumuni Kenny yang jatuh pingsan setelah Aldo menghukumnya di bawah derasnya air hujan di pekarangan rumahnya.


“Bu, ada apa ini?” Tanya Jenny sebelum menyadari keberadaan Kenny yang terbaring lemah.


“Sayang, kenapa bajumu basah kuyup begini? kenapa kalian kompak sekali sih main hujan-hujanan,”  Tegur Ibu Tania seraya mengusap pakaian putri angkatnya.


“Tadi kita gak sengaja kehujanan Bu, iya kan Mi?” Seru Jenny meminta pembenaran.


“Hm… benar Tante, kami tadi kehujanan di jalan,” Tutur Mirea membenarkan.


“Ha… maksud Ibu, bukan kau dengan Mirea yang begitu kompak Jenn, tapi… lihatlah sendiri keadaan kekasihmu itu!” Tunjuk Bu Tania yang segera menggiring Jenny untuk melihat keadaan kekasihnya.


“Astaga! apa yang terjadi padanya Bu?” Jenny segera berjongkok menghampiri Kenny yang berbaring di atas sofa ruang keluarga.


“Itu semua ulah Kakak mu,”.


“Aldo hanya memberinya hukuman yang dia mau Bu, dia sendiri kan yang meminta hukuman itu,” Sahut Aldo membela diri.


“Haist! anak itu tetap tak mau mengaku ternyata,”.


“Sudahlah, aku mau ke kamar saja sekarang!” Gerutu Aldo yang memilih beranjak dan melenggang menuju kamarnya.


Namun belum sempat Aldo melangkah, Mirea sudah mencekal pergelangan tangannya dan membuat Aldo berbalik badan kembali menatapnya.


“Ada apa?” Ucap Aldo ketus.


“A…aku hanya ingin menanyakan barangku yang waktu itu di perbaiki oleh Kakak, apa sudah selesai kah?” Tanya Mirea memberanikan diri.


“Oh, barang itu ada di kamarku, kau ikutlah denganku, ayo!” Seru Aldo.


Sesaat Mirea memalingkan wajahnya menatap ke arah Jenny dan juga Ibu Tania untuk meminta persetujuan. Setelah mendapat anggukan dari keduanya Mirea pun ikut mengekor Aldo ke kamarnya yang sekaligus di jadikan tempatnya bekerja memperbaiki alat-alat elektronik.


“Haist! anak itu kenapa ketus sekali sih kalau memang suka,” Gumam Ibu Tania yang merasa gemas dengan tingakah Aldo yang masih saja enggan mengakui perasaannya ada Mirea.


“Bu, sejak kapan Kenny di sini? lalu apa yang dia katakan pada Kak Aldo sampai dia di hukum seperti ini?” Tanya Jenny penasaran.


“Entahlah sayang, yang Ibu dengar Kenny menyesali perbuatannya yang sudah tidak mempercayaimu, apa kalian sedang ada masalah ya?”.


Jenny tidak menjawab. Gadis itu hanya memandangi wajah kekasihnya yang terlihat begitu pucat.


“Jenny ganti dulu baju ya Bu,” Jenny memilih beranjak ke kamarnya dan membersihkan diri sebelum mengganti pakaiannya.


Sejurus kemudian Jenny terlihat sudah nampak lebih segar. Dia kembali menemui Kenny yang ternyata sudah di bawa oleh Asistennya.


“Loh… Kenny kemana Bu?” Tanya Jenny setelah sampai di lantai bawah rumahnya.


“Dia baru saja di bawa oleh Asistennya Jenn, apa kau sudah makan nak? Mirea juga baru saja pulang bersamaan dengan kepulangan Kenny barusan!”  Tutur Ibu Tania menjelaskan.


“Jenny belum lapar Bu, apa Kenny sudah membaik, Jenny lihat tadi wajahnya begitu pucat!” Jenny nampak khawatir dengan keadaan Kenny. Namun hatinya masih terasa sakit bila mengingat ucapan kekasihnya itu, biar pun begitu Jenny ternyata masih memiliki sisi kemanusiaan yang tinggi, sehingga mampu mengalahkan egonya yang sebenarnya masih sangat kesal pada Kenny.


“Sepertinya kau sangat khawatir padanya, lalu kenapa kau tidak mencoba berbicara dengannya?” Jenny masih bungkam dan enggan untuk bercerita.


“Hm… baiklah Bu, kalau begitu Jenny masuk ke kamar lagi ya, Jenny ingin beristirahat dulu sekarang!” Sahut Jenny sambil melenggang ke kamarnya.


“Semoga hubungan kalian baik-baik saja sayang, Ibu selalu berdoa yang terbaik untuk kalian nak,” Gumam Ibu Tania setelah kepergian Jenny ke kamarnya.


Keesokan harinya Kenny yang ternyata di bawa pulang ke masion oleh Tian pun di cecar beberapa pertanyaan oleh Mom Bella. Kenny yang masih merasa pusing akibat demamnya memilih tak menggubris ocehan sang Mommy, dia memilih beristirahat agar tubuhnya kembali segar dan cepat pulih.


“Kenn, sebenarnya kau ada masalah apa sih sama calon menantu Mommy? kau tidak berbuat macam-macam kan? Mommy akan menghukum mu kalau itu benar terjadi!” Ancam Mom Bella yang kini duduk di samping pembaringan Kenny di kamarnya.


“Mom, biarkan Kenny beristirahat dulu ya, kepala Kenny benar-benar pusing saat ini, Mom tega banget deh langsung ancam-ancam aja!” Sahut Kenny seraya menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya.


“Haist! kalau begitu biar Mommy yang turun tangan sendiri!” Seru Mom Bella seraya beranjak dan melenggang pergi meninggalkan kamar putranya.


“Dasar anak gak tau di untung, padahal kan Jenny itu gadis yang sempurna, dia baik, pengertian, dan bahkan sangat peduli padaku yang statusnya masih orangtua kekasihnya, hm… benar-benar tidak bisa di biarkan ini, aku akan cari tau semua penyebabnya sekarang juga!” Gumam Mom Bella setelah sampai di ruang keluarga dan menekan salah satu kontak anak buahnya di ponsel pintar miliknya untuk mencari informasi yang dia inginkan.


Di kediaman Renata dan Erfan sendiri terlihat lebih tenang dan sunyi setelah terakhir kalinya terdengar suara lengu*** dari kedua anak manusia berbeda gender tersebut. Pagi itu mereka masih terlelap setelah melalui pergulatan panas mereka yang sekarang begitu rutin mereka lakukan. Baik Erfan mau pun Renata ternyata mereka tidak ingin menunda untuk mendapatkan momongan, mereka berusaha hampir setiap hari semenjak pernikahan dadakannya malam itu. Disaat keduanya masih larut dengan rasa lelahnya, tiba-tiba saja suara bell Apartemen Erfan berbunyi. Menandakan jika ada seseorang yang menekannya dari luar pintu masuk.


Ting-tong…


“Siapa yang bertamu sepagi ini sih?” Gumam Erfan yang lebih dahulu terbangun saat bell Apartemennya berbunyi.


“Ada apa Fan?” Tanya Renata yang ternyata sama-sama terbangun karena gangguan suara bell tersebut.


“Entahlah sayang, sepertinya ada yang bertamu ke Apartemen kita saat ini,” Tutur Erfan.


“Siapa ya? bahkan ini baru jam sepul… hah!! Fan! ini udah jam 10, kita kan ada jadwal cek up ke dokter kandungan nanti siang!” Sahut Renata dengan segala kepanikannya.


“Ya sudah sebaiknya kamu membersihkan diri dulu saja, biar aku yang melihat siapa tamunya ke depan,toh masih ada waktu ko,” Tutur Erfan menenangkan seraya beranjak setelah mengecup kening Renata sekilas.


“Hm… baiklah, aku akan mandi duluan sekarang,” Renata ikut beranjak setelah Erfan melenggang pergi ke arah pintu depan Apartemennya.


Di depan pintu ternyata sudah berdiri seorang wanita dengan dres ketat mininya yang berwarna merah menyala. Wanita itu masih sabar menunggu sang pemilik hunian membukakan pintu rumah mereka dan mempersilahkannya untuk masuk.


Ceklek… Suara pintu di buka.


“Hai Fan, apa kabar? apa aku mengganggu mu?” Sapa si wanita dengan gaya dan suara khas menggodanya.


.


.


.


.


.


.


.


Kira-kira siapa yang bertamu ya??? tunggu kelanjutan ceritanya ya gusy, biar Mommy tambah semangat up nya jangan lupa selalu sertakan dukungan terbaik kalian ya, see you next episode…