Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 146 # Kesal.



"Om!" Panggil Ken kecil setelah melihat siapa yang datang.


"Hei, kau ikut juga ya Ken?" Ucap pria dewasa yang baru saja masuk ke ruangan Jenny.


"Iya Om, apa Om bersama Marsya juga?" Sahut Ken kecil balik bertanya pada Kenny yang tak lain pria dewasa yang masuk ke ruangan Jenny.


"Dia akan kemari saat jam makan siang, sayang! apa kau ingin bermain bersama Om?!" Tawar Kenny menghampiri bocah menggemaskan itu.


Jenny masih terpaku di tempatnya seraya menatap tajam ke arah Kenny. Pikirannya benar-benar kacau saat ini, ketakutan akan kehilangan sang putra yang bisa saja sewaktu-waktu di ambil Kenny kini lebih mendominasi perasaannya di banding rasa benci dan rasa sakit hatinya pada manta suaminya itu.


"Ken! kau harus tetap di sini selama Mommy bekerja, kau sudah janji kan akan menjadi anak yang baik!" Tegas Jenny seraya berdiri dan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Jenn! kau tidak boleh terlalu keras pada anak! dia masih kecil, dunia nya itu dunia bermain, bukan menemani orang dewasa bekerja seperti ini," Tutur Kenny dengan santainya.


Pria tampan itu mendekat dan mengulurkan tangan pada Ken kecil agar bocah menggemaskan itu naik ke gendongannya.


"Kemari lah, sayang! apa kau ingin Es Krim?" Tawar Kenny seraya meraih tubuh Ken kecil.


Ken kecil melirik sang Mommy meminta persetujuan, matanya begitu menyorotkan permohonan yang membuat hati Jenny terenyuh.


"Mommy... apa boleh aku pergi bersama, Om?" Mohon Ken kecil dengan raut wajah memelas nya.


Jenny paling tidak bisa melihat wajah menggemaskan itu sendu. Akhirnya Jenny mengalah dan membiarkan putra kecilnya itu pergi bersama Ayah kandungnya.


"Jenn! aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya, aku tidak akan mengambilnya dari mu tanpa persetujuan mu, tapi kali ini biarlah aku menemaninya sampai kau selesai bekerja!" Tutur Kenny terdengar lembut.


Jenny menghela kasar nafasnya, perempuan cantik itu akhirnya menekan egonya demi keinginan sang buah hati.


"Hm... baiklah! tapi jangan terlalu memanjakannya seperti waktu di Mall, mainannya sudah sangat menumpuk di rumah!" Ketus Jenny yang akhirnya memberi ijin.


"Tenang saja, aku pasti mendidiknya dengan baik, SAYANG!" Sahut Kenny seraya menggoda Jenny di akhir ucapannya dengan panggilan sayangnya.


"Astaga! pria menyebalkan ini benar-benar tidak tau malu!" Batin Jenny menggerutu.


"Om, kenapa Om memanggil Mommy sayang juga? apa Om suka pada Mommy?" Tanya Ken kecil dengan polosnya.


"Emm... mungkin bisa di bilang begitu Ken, apa kau tak keberatan jika Om menjadi suami Mommy mu?" Tutur Kenny dengan santainya seraya menatap gemas putra kandungnya.


"Aku akan sangat senang jika Mommy punya suami Om! selama ini Mommy tak pernah berkencan dengan siapa pun!" Ucap Ken kecil yang membuat hati Kenny tiba-tiba bahagia.


Jika Kenny bahagia dengan ucapan putranya, beda halnya dengan Jenny yang saat ini begitu kesal seraya menggerutu yang sayangnya hanya bisa ia lakukan di dalam hatinya.


"Ken! Mommy akan memberi hukuman, nanti! kenapa kau malah menanggapi omongan pria menyebalkan itu sih!" Gerutu Jenny dalam hatinya.


"Siapa bilang Mom tidak pernah berkencan?! Mommy sering ko pergi bersama pria, kau saja yang tidak tau Ken!" Tutur Jenny membela diri.


"Itu kan rekan kerja Mommy, Ken tau Mom! Ken kan selalu ikut setiap Mom bertemu pria-pria payah itu!" Celoteh Ken kecil.


"Astaga! kenapa Ken sama menyebalkan nya dengan Kenny!" Gerutu Jenny tanpa sadar dalam hatinya.


"Sudahlah sayang, anak kita tidak mungkin berbohong, kan!" Ucap Kenny menyanggah dengan santainya.


"Kalau begitu sebaiknya kita pergi sekarang saja ya Ken, mulai sekarang kau panggil Om Daddy, ok!" Seru Kenny.


"Emm... baik Daddy! aku sudah tidak sabar ingin memakan Es Krimnya!" Sahut Ken kecil yang membuat kekesalan Jenny semakin memuncak.


"KENJI!!! Mommy tidak akan memaafkan mu!!" Jerit Jenny dalam hatinya.


Nyatanya perempuan itu diam tak bisa berkutik dengan sorot mata yang memerah. Meski Jenny kesal pada Ken, tapi sekali pun dia tidak akan berani membentak atau pun memarahinya berlebihan.


"Kau nampak semakin cantik jika kesal seperti itu sayang, aku suka!" Bisik Kenny tepat di samping telinga Jenny.


Hembusan nafasnya terasa menyapu Indra rungu Jenny, membuat sang empunya telinga sedikit meremang dan membeku tak bisa bergerak.


"Aarrgghh!!! dasar pria menyebalkan!!!" Teriak Jenny setelah Kenny dan Ken kecil berhasil keluar dari ruangannya.


Beruntung ruangannya itu kedap suara, kalau tidak sudah di pastikan akan ada banyak orang yang mendengar teriakan kesal Jenny tadi.


Flash back start.


"Tian! aku menemukan Jenny! kau selidiki dengan siapa saja dia tinggal di Apartemen yang bersebrangan dengan hunian ku!" Titah Kenny lewat sambungan teleponnya.


"Siap Tuan!" Jawab Tian.


Tak menunggu lama Tian kembali menghubungi Kenny untuk memberi informasi yang Tuannya inginkan. Tian memberitahu jika Jenny tinggal bersama Ibu Erika dan Oma Dona selain dengan putra kecilnya yang berusia 5 tahun.


Selain itu Tian juga memberitahu Kenny jika Jenny adalah Desainer yang tengah bekerja sama dengan perusahaannya untuk pertunjukan fashion show akbar perusahaannya. Tian juga membeberkan jika Alexa itu adalah nama kepanjangan Jenny yang dia pakai selama beberapa tahun belakangan ini.


"Ternyata firasat ku tentang Nona Jenny, benar!. Nona! kau benar-benar sudah membuatku dan Tuan bekerja mati matian untuk menemukanmu, tapi tanpa di duga kau datang sendiri sekarang!" Gumam Tian merasa lega saat tau Tuannya sudah menemukan orang yang dia cari.


Di malam itulah Kenny tau identitas dan semua tentang Jenny yang selama ini dia cari hingga seperti orang gila. Ya! setelah di tinggal Jenny, Kenny terus mabuk-mabukan dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan minuman keras yang sepanjang hidupnya baru saat itu dia sentuh.


Baru setelah Gea meninggal dan menitipkan putri kecilnya yang memprihatikan lah hidupnya berubah. Kenny bertekad akan memperbaiki diri dan berusaha kembali mencari keberadaan Jenny sambil membesarkan Marsya, putri Gea dan Mark.


"Aku akan menemui mu besok, sayang!" Gumam Kenny seraya tersenyum penuh arti.


Flash back done.


Kenny dan Ken kecil terlihat begitu gembira saat menikmati satu cup Es Krim berukuran cukup besar bersama di dalam ruangannya. Namun saat mereka menikmati kebersamaannya itu, Kenny di kejutkan oleh kedatangan seorang perempuan paruh baya yang terlihat masih cantik meski usianya sudah memasuki pertengahan abad.


Perempuan itu terlihat menggandeng seorang gadis kecil yang terlihat begitu lelah setelah melakukan serangkaian pemeriksaan yang menjadi rutinitasnya sejak gadis kecil itu terlahir di dunia ini.


Ceklek...


Tanpa mengetuk pintu, perempuan paruh baya itu langsung masuk bersama gadis kecil yang di gandeng nya ke dalam sebuah ruangan kerja petinggi perusahaan.


"Kenn... ".


"Ken..." Panggil perempuan paruh baya itu berbarengan dengan panggilan gadis kecil yang dia gandeng.


.


.


.


.


.


.


.


Ada yang bisa nebak gak nih siapa yang panggil Kenny sama Ken kecil? yuk ketik di kolom komentar jawabannya!!! Jangan lupa like, fav, vote dan gift nya juga ya guys...


See you next episode... 😘😘😘