
Dengan sigap Kenny segera menggendong tubuh Gea menuju mobil untuk membawanya ke Rumah Sakit terdekat, dia benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Gea dan juga bayi yang sedang di kandungnya.
Flash back done.
Setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan dan tindakan penyelamatan, akhirnya Gea dan bayinya sudah di pindahkan ke ruangan perawatan, namun sayangnya sang bayi di nyatakan mengidap penyakit ginjal bawaan, sehingga kesempatan hidupnya sangat rentan. Sedangkan Gea sendiri sampai saat ini masih belum siuman, kesadarannya kian memburuk dan membuat beberapa alat medis di pasangkan di tubuhnya.
“Kenn! bagaimana dengan bayi nya? apa bisa di selamatkan?” Tanya Mom Bella yang baru saja tiba.
“Bayinya sudah berhasil di keluarkan Mom, tapi dia masih harus di simpan di incubator, selain itu bayinya juga mengidap penyakit gagal ginjal bawaan,” Lirih Kenny menjelaskan.
“Astaga! kenapa bisa begitu?”.
“Mungkin karena bayinya lahir prematur Mom, di tambah Gea yang masih suka mengkonsumsi minuman beralkohol meski dia tau kalau dia sedang hamil,” Tutur Kenny menjelaskan kembali apa yang Dokter sampaikan padanya.
“Apa dia tidak memikirkan bayi yang sedang dia kandung ya? benar-benar wanita tak berperasaan!” Umpat Mom Bella.
“Sudahlah Mom, ini semua sudah terlanjur terjadi, yang harus kita lakukan sekarang adalah mendoakan mereka, Papah dengar Gea juga belum siuman ya sampai saat ini?” Sahut Papah Oscar.
“Iya Pah, dia masih belum sadarkan diri! Dokter bilang kemungkinan besar kedua kakinya akan mengalami kelumpuhan, selain itu benturan di kepalanya bisa jadi akan membuat dia mengalami amnesia,” Ucap Kenny seraya menatap sendu pintu ruangan Gea saat ini.
“Mungkin itu adalah balasan untuk semua kejahatannya selama ini Kenn, kau yang sabar ya!” Sahut Mom Bella seraya mengelus bahu Kenny.
5 Tahun kemudian.
Di sebuah Mall terbesar dan termewah di Negara M, terlihat seorang pria kecil sedang bermain di sebuah wahana permainan, anak itu terlihat sangat antusias saat memainkan salah satu permainan yang ada di zona permainan tersebut.
Bruk…
“Awww!! Daddy…” Rengek seorang gadis kecil yang terlihat begitu ringkih di usianya yang harusnya terlihat bugar dan ceria.
“Apa kau tidak apa-apa sayang? mana yang sakit?” Tanya sang Daddy seraya memeriksa setiap inci tubuh putri kecilnya.
“Lutut ku perih Dadd,” Rengek gadis kecil itu seraya menunjukkan lututnya yang sedikit berdarah.
“Astaga! ini pasti sakit ya sayang, ayo! kita cari tempat untuk mengobati lutut mu dulu!” Seru sang Daddy seraya menggendong putri kecilnya.
*******
“Uncle Ken bosan main terus di sini, Ken ingin membeli robot terbaru kemarin sekarang! boleh ya! please!” Mohon pria kecil berwajah tampan.
“Ken, sayang! Mommy mu masih belanja di dalam, kita tunggu dulu dia sampai selesai ya! sepertinya Mommy sebentar lagi juga keluar deh,” Bujuk pria dewasa yang di panggil pria kecil tadi Uncle.
“Tapi Ken ingin pergi sekarang! Ken pergi sendiri saja deh,” Ucap Pria kecil itu yang sering di panggil Ken seraya berlari ke arah area toko mainan anak-anak.
“Ken! tunggu Mommy pasti memarahi kita nanti! Ken!” Teriak Uncle yang kalah cepat dengan langkah kecil Ken.
“Astaga! anak itu benar-benar membuatku ingin menggigitnya, awas saja kalau sampai aku berhasil menangkapnya!” Gumam pria dewasa itu seraya menghubungi pengawalnya untuk membantunya mencari Ken.
Sementara itu di tempat lain namun masih di Mall yang sama, terlihat seorang anak kecil yang baru saja selesai di beri tempelan plester di lututnya. Ya! gadis kecil itu adalah gadis kecil yang tadi terjatuh. Setelah mereka selesai mengobati lutut yang sedikit berdarah, pasangan Ayah dan anak itu pun memutuskan untuk mengunjungi toko mainan.
“Daddy, ayo! aku ingin segera membeli mainan yang bagus untuk bayi Tante Renata!” Seru gadis kecil tadi seraya menarik tangan Daddy nya.
“Pelan-pelan sayang! kau tidak boleh berjalan terlalu cepat, kalau tidak perut mu akan terasa sakit lagi nanti!” Seru Daddy gadis kecil itu.
“Marsya tidak akan sakit lagi Daddy, Daddy tenang saja! ayo!” Gadis bernama Marsya itu pun melepas pegangan tangannya dari genggaman sang Daddy.
“Marsya! Hati-hati sayang!” Teriak Daddy Marsya.
Karena tidak melihat sekitar, Marsya dan Ken yang sama-sama tengah berlari pun akhirnya harus bertabrakan dan terjatuh bersama.
Brukk…
Sedangkan Marsya sudah terlihat berkaca-kaca dan siap menangis, namun hal itu harus urung karena Ken mengulurkan tangannya untuk membantunya bangun.
“Ayo, aku bantu!” Ucap Ken seraya menjulurkan tangannya ke arah Marsya.
“Emm…terimakasih!” Sahut Marsya seraya bangkit dengan bantuan Ken.
“Sayang, apa kau tidak apa-apa?” Tanya Daddy Marsya setelah menghampiri.
Kita beralih ke toko pakaian tempat terakhir kali Ken menunggu dengan Uncle nya.
“Kak, bagaimana Ken bisa hilang sih?! kenapa Kakak tidak mencegahnya pergi tadi, Ya Tuhan… Ken! kau pergi kemana nak?” Gerutu Mommy Ken yang baru saja di beri tahu sang Kakak jika putranya telah menghilang.
“Tenanglah, Jenn! Ken pasti ketemu, ko! pengawal-pengawal ku sedang mencarinya sekarang!” Sahut Jo yang tak lain pria dewasa yang di sebut Uncle tadi oleh Ken.
“Tapi bagaimana kalau dia tersesat? Aku benar-benar tidak bisa hanya diam saja Kak, aku harus ikut mencarinya!” Ucap Jenny yang tak lain Mommy nya Ken.
Ken yang memiliki nama lengkap Kenji Alexavaro itu adalah putra nya yang lima tahun lalu dia lahir kan dengan susah payah. Saat ini, Jenny dan Jo sedang berbelanja di salah satu Mall ternama dan terlengkap di Negara M, Jenny dan Jo selalu menyempatkan waktu mereka berdua untuk mengunjungi Mall tersebut atas permintaan Ken yang selalu ingin membeli mainan baru atau pun sekedar menikmati wahana permainan yang ada di sana.
Kring…
“Halo?! bagus! segera bawa dia kemari!” Ucap Jo memerintah pengawalnya.
“Bagaimana Kak? Ken sudah ketemu kan?” Tanya Jenny tak sabar.
“Ya! dia sudah di temukan, kau tenanglah! aku kan sudah bilang kalau Ken pasti kita temukan,” Sahut Jo.
Di tempat toko mainan sendiri, ternyata Ken belum menyadari dengan sosok pengawal Jo yang mengikutinya, pengawal itu terus mencari kesempatan agar bisa membawa Ken secepatnya tanpa di ketahui oleh pria kecil itu.
Pasalnya sejak tadi Jo memerintah nya, Dion sudah beberapa kali hampir berhasil menangkap Ken, namun pria kecil itu terlalu cerdik dan berhasil lolos dari tangkapannya. Sehingga kali ini Dion memilih mengelabuinya terlebih dahulu sebelum memboyong anak kecil itu pada Bos besarnya.
“Kali ini aku pasti mendapatkan mu bocah nakal!” Gumam Dion seraya terus mendekati keberadaan Ken.
Namun siapa sangka aksinya itu mengundang kecurigaan Daddy Marsya yang tengah menemani anak-anak itu memilih mainan nya.
Flash back beberapa waktu sebelumnya.
“Daddy, tadi dia menolong ku,” Ucap Marsya seraya tersipu malu.
“Benarkah? wah…terimakasih ya, siapa nama mu?” Sahut Daddy Marsya seraya membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan tinggi bocah yang ada di hadapannya.
“Nama ku Ken Om, kalau begitu aku pergi dulu ya…” Ken melirik Marsya dengan tatapan bingung karena belum mengetahui nama gadis kecil itu.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys…😘😘😘