
Tanpa membuang waktu, Jo dan kedua wanita spesialnya memasuki gudang bumbu tersebut dan menghampiri seorang gadis yang terlihat sedang memegangi keningnya.
“Itu kan Jenny, sedang apa dia di sini?” Batin Jo seraya menghampiri.
“Sayang, apa stok bumbunya sudah kau periksa semua?” Tanya Nenek Dona setelah sampai di belakang Jenny.
Namun bukannya menjawab gadis cantik itu malah terkulai lemas tak sadarkan diri, beruntung Jo sigap menangkap tubuhnya dan segera membawa gadis yang dia sukai itu ke Rumah Sakit terdekat karena khawatir.
“Astaga! Jo, cepat bawa dia ke Rumah Sakit, Oma tidak mau sampai terjadi apa-apa padanya!” Seru Nenek Dona panik.
“Iya sayang, bawalah dia ke Rumah Sakit, biar nanti kami menyusul mu menggunakan taksi,” Sahut Ibu Erika tak kalah panik.
“Iya Oma, Bu, kalau begitu Jo bawa Jenny ke Rumah Sakit dulu ya!” Ucap Jo seraya melenggang menuju parkiran dan membawa Jenny dengan mobilnya menuju Rumah Sakit terdekat.
“Mih! Jo, ko bisa tau nama gadis cantik itu? apa dia sudah mengenalnya ya? Jo juga terlihat tak kalah panik dari kita barusan,” Tutur Erika menatap nanar kepergian putranya itu.
“Mungkin saja Ka, ya sudah sebaiknya kita selesaikan dulu urusan kita di sini saja, baru kita menyusul Jo ke Rumah Sakit setelahnya,” Sahut Nenek Dona yang kembali memeriksa stok bahan bumbu untuk pernikahan cucunya itu.
Setibanya di Rumah Sakit, Jenny segera di bawa ke sebuah ruangan tindakan untuk di periksa. Dengan setia Jo terus menemani gadis yang dia sukai itu tanpa lelah, hingga akhirnya Dokter menghampirinya dan menjelaskan kondisi Jenny saat itu.
“Dok, bagaimana kondisinya? dia tidak apa-apa kan?” Tanya Jo khawatir.
“Tuan, anda tidak perlu cemas, sebelumnya saya ucapkan selamat ya,” Tutur Dokter yang membuat Jo mengerutkan kedua alisnya.
“Selamat… untuk apa Dok?” Tanya Jo penasaran.
“Menurut hasil pemeriksaan saya, istri anda sedang hamil saat ini, saya sarankan anda memeriksakannya kembali pada Dokter Obgyn untuk hasil lebih akuratnya,” Tutur Dokter menjelaskan seraya memberi saran.
“A…apa? hamil Dok?” Ucap Jo bertanya dengan terbata, seketika hatinya serasa remuk saat tau jika gadis yang dia sukai selama ini ternyata sedang mengandung buah hatinya bersama sang suami. Membuat harapan Jo hilang dalam sekejap untuk merebut Jenny sebagai kekasih hatinya.
“Benar Tuan, tapi untuk hasil yang lebih akurat dan penjelasan yang lebih rincinya lagi, anda bisa memeriksakannya pada Dokter Obgyn,” Tutur Dokter.
Sejurus kemudian Jenny terlihat mengerjapkan matanya dan tersadar secara perlahan dari pingsannya. Dengan sigap Jo segera menghampirinya dan membantu Jenny untuk beranjak duduk.
“Hati-hati Jenn! apa kau baik-baik saja?” Ucap Jo.
“Em… kepala ku terasa sangat pusing, kenapa aku bisa ada di sini dengan mu?” Tanya Jenny.
“Kau tadi pingsan Jenn, kebetulan aku tadi sedang berada di sana, dan melihatmu hampir terjatuh ke lantai karena tak sadarkan diri, karena khawatir aku segera membawa mu ke sini,” Tutur Jo menjelaskan.
“Astaga! aku melupakan Kak Uno! dia pasti sedang menungguku di gudang tadi!” Gumam Jenny seraya mencoba beranjak turun dari pembaringan pemeriksaan.
“Hati-hati Jenn! sebenarnya aku ingin mengajakmu menemui satu Dokter lagi,” Ucap Jo yang membuat Jenny menghentikan aksinya.
“Dokter lagi? apa aku mengidap penyakit yang serius?”.
“Nanti kau akan tau sendiri hasilnya Jenn, ayo aku bantu!” Seru Jo seraya membantu Jenny beranjak turun untuk menghampiri Dokter yang akan memeriksa Jenny.
Setelah berada di depan pintu ruangan Dokter Obgyn, Jenny menatap Jo bingung seakan meminta penjelasan tentang apa yang terjadi padanya.
“Tuan, untuk apa kau membawa ku ke Dokter Obgyn? apa aku…” Tanya Jenny tercekat saat menyadari sesuatu yang baru dia pahami.
Matanya berubah berbinar dengan kilatan kebahagiaan di dalamnya, tanpa menunggu Jenny melanjutkan pertanyaannya, Jo pun menjawab dugaan Jenny tersebut seraya tersenyum miris.
“Iya Jenn, selamat! kau sedang mengandung saat ini, aku membawa mu ke sini untuk memastikannya lebih rinci lagi, ayo aku temani ke dalam!” Seru Jo sambil membukakan pintu ruangan Dokter Obgyn yang sudah menunggu kedatangannya setelah di beri rujukan dari Dokter yang sebelumnya memeriksa Jenny.
Jenny segera di baringkan kembali di tempat tidur pemeriksaan untuk melakukan Ultrasonografi (USG). Dengan lugas dan jelas Dokter menuturkan hasil pemeriksaannya pada Jenny dan juga Jo perihal keadaan janin yang Jenny kandung serta menuliskan resep vitamin dan obat penguat kandungan untuk Jenny.
“Selamat Tuan, istri anda positif hamil, usia janin nya baru berumur sekitar 3 minggu, saya sarankan agar banyak-banyak mengkonsumsi buah dan makanan bergizi dan menjaga pola hidup sehat, dan satu lagi! tolong untuk tidak terlalu lelah beraktivitas ya, karena usia kandungan di trimester pertama ini masih rentan keguguran,” Tutur Dokter kandungan yang memeriksa Jenny.
“Baiklah Dok, terimakasih atas saran nya! kalau begitu kami permisi!”.
“Iya Kak, aku tunggu ya!” Ucap Jeny sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.
“Kau yakin tidak ingin aku antar kan pulang?” Tutur Jo yang masih setia menemani Jenny di loby Rumah Sakit.
“Aku sudah menelepon supir Tuan, aku harap kau tidak memberitahu dulu berita kehamilanku ini pada siapa pun ya, terutama pada Kenny! aku ingin memberinya kejutan di hari ulangtahunnya nanti,” Sahut Jenny seraya mengusap lembut perutnya yang masih terlihat rata.
Jo hanya bisa menganggukkan kepalanya demi membuat gadis yang dia sukai senang. Meski hatinya terasa sedih karena tidak bisa memiliki gadis yang dia sukai, tapi Jo bersyukur masih bisa selalu ada di dekatnya dan melihat Jenny bahagia.
Tak lama kemudian ponsel Jo berdering dan menampilkan nama sang Oma pada layarnya.
“Iya Oma,”.
“…”.
“Kita sudah selesai ko, Oma sebaiknya pulang langsung saja, Jenny juga sudah mau pulang ko sekarang, dia di jemput supirnya!”.
“…”.
“Baiklah, hati-hati ya Oma, bye!”.
“Tuan, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu!” Tutur Jenny setelah melihat Jo memasukan kembali ponselnya di saku jas yang dia gunakan.
“Emm… apa?”.
“Itu… em… apa Tante Erika…” Tutur Jenny terpotong kala sang supir menyapanya dan mengajak pulang.
“Permisi Nona, maaf saya sedikit terlambat!” Seru Bruno.
“Tidak apa-apa Kak,”.
“Tuan sepertinya aku harus pulang sekarang!”.
“Tapi apa yang ingin kau tanyakan tadi Jenn? apa kita masih bisa bertemu?”
“Hm… aku rasa kita memang harus bertemu lagi nanti, aku harus pergi ke rumah Ibu dulu sekarang, terimakasih sudah menolongku lagi ya, sampai jumpa!".
“Hati-hati!” Jo tak dapat mencegahnya lagi, gadis yang dia sukai itu melenggang masuk ke dalam mobil yang akan membawanya pulang ke rumahnya.
Di lain tempat, tepatnya di sebuah Restoran yang cukup mewah, Kenny terlihat sedang menyantap makan siangnya dengan cukup lahap di temani seorang wanita bertubuh se*** nan menggoda.
.
.
.
.
.
.
.
Siapa yang nemenin Kenny ya??? ikutin terus kelanjutan ceritanya ya guys, jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya juga...
See you next episode guys…😘