
Namun yang di lirik nampak terdiam dengan pandangannya yang kosong. Ya! Erfan malah melamun kan perasaan Kenny yang sudah dia anggap seperti saudara kandungnya sendiri. Dia begitu cemas karena tau jika Kenny akan sangat kecewa padanya jika dia tau Erfan lah yang menggantikan posisinya untuk melamar Renata.
“Fan! kau kenapa? apa kau ingin beristirahat sekarang? besok kau sudah bertugas lagi ya?” Tegur Renata.
“Emm… ya! sepertinya aku memang butuh istirahat Re, aku pulang dulu ya! Tante, Erfan pamit ya, selamat malam!” Erfan mencium pipi kanan dan kiri Renata dan Mommy Iren secara bergantian sebelum pergi.
Pikiran Erfan semakin pelik tak berujung, hingga dia pun tak sadar sudah melupakan seorang gadis yang dia bawa sebelumnya ke pesta Renata. Setelah sampai di Apartemennya, Erfan segera membersihkan diri dan berganti pakaian, dia masih saja memikirkan perasaan Kenny hingga melupakan seseorang yang sejak tadi dia cari, hingga akhirnya ponselnya berdering menandakan sebuah pesan masuk. Setelah di lihat, ternyata pesan tersebut berasal dari anak buahnya yang telah berhasil menemukan keberadaan gadis yang sedang dia cari sejak pesta berlangsung di ball room hotel tadi.
“Syukurlah dia baik-baik saja, tapi kenapa dia bisa berada di villa bersama Kenny?” Gumam Erfan setelah membaca pesan yang masuk di ponselnya.
Tak ingin menambah beban pikirannya, Erfan akhirnya memilih memejamkan matanya dan berharap jika hari esok bisa dia lalui dengan mudah. Meninggalkan segala cerita yang penuh drama dan emosinya hari itu.
Pagi harinya, Jenny yang memang sangat lelah setelah aktivitasnya seharian kemarin, akhirnya bangun kesiangan. Gadis itu masih saja terlelap di bawah selimut tebal yang begitu lembut dan nyaman saat Kenny sudah terlihat melenggang menuruni anak tangga villa keluarganya menuju ruang makan yang berada di dekat halaman belakang villa itu.
“Pagi Tuan, apa Tuan butuh sesuatu? atau Tuan ingin sarapan sekarang? biar Bibi siapkan ya,” Sapa Bibi Rosa yang tak lain pelayan villa keluarga Kenny.
“Tidak perlu Bi, aku hanya ingin segelas susu hangat saja,”.
“Oh iya! apa gadis yang bersamaku semalam sudah bangun?” Tanya Kenny seraya memijat kepalanya yang masih terasa sedikit pusing.
“Maksud Tuan Nona muda yang cantik itu ya? sepertinya dia belum bangun Tuan, apa perlu Bibi bangunkan sekarang?” Kenny meneguk susu hangatnya terlebih dahulu, setelah itu dia beranjak menuju lantai dua villanya untuk memeriksa sendiri keadaan Jenny.
“Tidak perlu Bi, biar aku saja yang membangunkannya! Bibi siapkan sarapan saja! sebentar lagi aku turun bersama gadis itu,” Kenny tersenyum di akhir ucapannya, entah mengapa saat bangun tidur tadi Kenny merasa begitu bersemangat dan ingin segera melihat wajah cantik Jenny.
Tok…tok…tok…
Hening, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar. Kenny yang penasaran akhirnya mencoba memutar handel pintu kamar tersebut yang ternyata tidak di kunci oleh Jenny.
Cekrieettt…
Suara pintu terdengar di buka perlahan, Kenny menyembulkan kepalanya terlebih dahulu untuk mengecek keberadaan gadis yang semalam ikut bersamanya itu.
“Kemana gadis beo itu? apa dia di kamar mandi ya?” Gumam Kenny seraya melangkah masuk ke dalam kamar yang ternyata tak di kunci dan mendekati kamar mandi yang ada di dalamnya.
Samar-samar Kenny mendengar suara gemercik air dari dalam ruangan lembab di ujung ruangan itu, dia sedikit lega saat mengetahui jika Jenny tidak meninggalkannya begitu saja pagi ini. Hingga akhirnya pintu kamar mandi pun terbuka perlahan dan memperlihatkan pemandangan yang begitu indah dan menggoda bagi Kenny.
Dengan susah payah pria tampan itu menelan saliva nya sendiri. Kenny adalah pria normal, apa lagi usianya yang semakin dewasa membuat gairahnya mudah terpancing jika melihat pemandangan seperti saat ini.
“Aaaaaaa!” Jerit Jenny setelah melihat keberadaan Kenny di depan pintu kamar mandinya.
“Hei, kenapa kau berteriak? astaga! kuping ku samapi sakit gara-gara jeritan mu itu!” Gerutu Kenny seraya mengusap-usap telinganya.
“K…kau sedang apa di kamar ku? kenapa main masuk begitu saja, dasar pria mesum!” Jenny hendak melayangkan tangannya untuk memukul Kenny.
Jenny memejamkan matanya rapat sebelum suara rinti*** dia luncurkan dari bibir ranumnya. Gadis itu berusaha membuka matanya, dan…
Degh…
Kedua mata anak manusia itu kembali bertemu, saling beradu, menatap penuh kehangatan yang di temani dengan hembusan nafas dari keduanya yang terasa kian saling menarik mereka untuk saling mendekatkan wajah keduanya.
Cup…
Kali ini Kenny tidak melum** bibir Jenny, dia hanya mengecupnya seraya tersenyum dan beranjak dari atas tubuh gadis cantik itu.
“Bangunlah! Bibi Rosa akan mengantarkan pakaian untukmu sebentar lagi, aku tunggu kau di bawah!” Kenny beranjak dan melenggang ke arah pintu keluar dari kamar Jenny.
Meninggalkan gadis itu yang masih diam terpaku, berusaha mencerna semua yang baru saja terjadi pada dirinya barusan.
“Ya Tuhan, ini ciumanku yang kesekian kalinya dengan pria mesum itu, tapi kenapa aku selalu tak bisa mengelak saat dia mengecup ku seperti tadi, apa aku mulai menyukainya?” Batin Jenny yang kemudian terperanjat karena suara ketukan pintu yang mengejutkannya.
Tok…tok…tok…
“Astaga! siapa sih? bikin kaget aja deh!” Gumam Jenny seraya melangkah menghampiri pintu dan membukanya.
“Selamat pagi Non, Bibi di suruh Tuan muda untuk mengantarkan pakaian ini pada Nona,” Sapa Bibi Rosa seraya memberikan sebuah paper bag berisi pakaian ganti untuk Jenny kenakan.
“Tuan juga berpesan agar Nona segera turun untuk sarapan jika sudah selesai, kalau begitu Bibi permisi ya,” Bibi Rosa segera kembali melangkah meninggalkan kamar Jenny tanpa menunggu jawaban dari gadis itu.
“Terim…makasih!” Ucap Jenny yang tak sempat tersampaikan karena dia sibuk mengecek pakaian yang ada di dalam paper bag itu.
Sejurus kemudian Jenny sudah terlihat cantik dengan dress selutut berwarna biru langit yang dia pakai pemberian Bibi Rosa tadi, tanpa polesan make up sedikit pun wajahnya sudah sangat cantik alami, membuat siapa saja terpesona saat pertaman kali melihatnya.
“Tuan!” Seru Jenny saat dia sudah berdiri tepat di belakang Kenny yang sedang terduduk menikmati buah-buahan segar di ruang makan.
Karena merasa ada yang memanggil, Kenny akhirnya membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa pemilik suara tersebut. Pandangan mata coklatnya langsung membeku setelah melihat sesosok gadis cantik yang berdiri anggun dengan dress biru langit pilihannya.
“K…kau sudah selesai? a..ayo kemari, kita sarapan bersama!” Ucap Kenny terbata-bata.
“Baiklah Tuan,” Jenny segera melenggang ke arah kursi yang bersebrangan dengan kursi yang Kenny duduki saat ini.
“Wah…Nona terlihat begitu cantik dengan dress yang Tuan berikan, terlihat pas dan manis!” Sanjung Bibi Rosa yang sedang sibuk menata makanan untuk mereka sarapan.
“Terimakasih Bi! aku bantu ya,” Jenny beranjak ikut menyiapkan sarapannya bersama Bibi Rosa, meski awalanya Bibi Rosa menolak bantuan Jenny, namun akhirnya dia membiarkannya juga setelah sorot mata Kenny memberikan isyarat agar membiarkan gadis itu melakukan hal yang dia inginkan.
Terus dukung Mom supaya lebih semangat upnya ya guys, see you next episode...