Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 25 # Di antar pulang



“Tidak apa-apa Tante, Jenny hanya terkejut saja ko, Tuan mau menitipkan sesuatu kah?” Jenny beralih bertanya pada Kenny setelah memberi penjelasan untuk Mommy Bella.


“Kau duduklah, biar aku yang mengambil air rebusannya!” Titah Kenny tak mau di bantah.


Dengan patuh akhirnya Jenny kembali duduk dengan perasaan canggung karena merasa di perhatikan oleh kedua orangtua Kenny yang duduk berhadapan dengannya.


“Emm… maaf ya Tan, gara-gara Jenny ceroboh air rebusan ketumbar nya jadi lama tersaji!” Tutur Jenny merasa bersalah.


“Sudahlah, Tante rasa sekarang Tante sudah mulai membaik ko!” Sahut Mommy Bella seraya mengusap punggung tangan Jenny yang dia taruh di atas meja makan.


“Mom! lain kali kita cek up ya ke rumah sakit, Papah benar-benar khawatir!” Ucap Papah Oscar cemas.


“Mommy tidak apa-apa Pah, jangan khawatir ya!” Sangkal Mommy Bella.


Tak lama berselang Kenny sudah kembali dengan segelas air rebusan ketumbar di tangannya. Beruntung Bibi Rosa sigap menghangatkan kembali air rebusan tadi, sehingga airnya masih terlihat mengepul panas saat di tuangkan ke dalam gelas.


“Mom, ini… apa air rebusan itu untuk di minum ya?” Ucap Kenny bertanya seraya memberikan segelas air rebusan pada sang Mommy.


“Bukan! air itu hanya untuk di hirup aromanya,” Seru Jenny menjelaskan.


“Oh begitu ya, ya sudah! ayo Mom coba hirup, semoga air rebusan itu bisa membuat migrain Mom mereda!” Pinta Kenny.


“Baiklah!” Mommy Bella mematuhi permintaan putranya.


Mom Bella mulai menundukkan kepalanya seraya menghirup aroma dari air rebusan biji ketumbar tersebut. Dengan tarikan nafas yang cukup dalam, Mommy Bella menghirupnya, menikmati sensasi menenangkan yang di keluarkan dari aroma rebusan biji ketumbar.


“Emm… rasanya migrain Mommy sedikit berkurang Pah, wah… kau pintar sekali Jenn membuat ramuan ini! sepertinya Mommy akan sering membuatnya juga di rumah jika kambuh nanti,” Puji Mommy Bella setelah menghirup aroma rebusan biji ketumbar.


“Syukurlah Tan, Jenny sangat senang kalau Tante menyukainya!”.


“Emm… sepertinya hari semakin siang, Tuan! kau sudah membaik juga kan, jadi aku ingin pamit pulang ya!” Pinta Jenny.


“Ok, kau tunggu sebentar ya! aku mau bersiap dulu!” Seru Kenny beranjak.


“Tuan! aku bisa pulang sendiri, kau tidak perlu repot-repot mengantarku! aku akan memesan taksi saja!” Sangga Jenny seraya mencekal salah satu pergelangan tangan Kenny.


“Kau tidak akan menemukan taksi yang melintas di daerah sini Jenn, sudahlah! tunggu Kenny saja sebentar, biar Tante suruh Tian untuk mengantar kalian nanti,”Bantu Mommy Bella membujuk.


“Benar Jenn, kau tunggu saja ya, aku tidak akan lama ko, janji!” Kenny mengacungkan kedua jari tangannya ke udara untuk meyakinkan.


Jenny berpikir sejenak sebelum menjawab. Jika di ingat lagi dirinya memang tidak pernah melihat taksi yang melintas di daerah tersebut, sehingga akhirnya Jenny memilih menuruti ucapan Mommy Bella dan Kenny yang menyuruhnya untuk pulang di antar.


“Hm… kalau aku ingat-ingat, sepertinya memang benar yang di katakan Tante Bella, di sini memang tidak terlihat taksi berlalu-lalang, apa karena daerahnya yang cukup terpencil ya? ah…ya sudahlah aku turuti kata mereka saja, semoga saja Kak Aldo tidak akan marah saat aku pulang nanti!” Batin Jenny bermonolog.


“Baiklah Tan, Jenny pulang di antar saja kalau begitu!”.


Kenny terus menyunggingkan senyum merekah di bibirnya kala mengingat Jenny yang akan dia hantarkan pulang pagi menjelang siang itu. Entah mengapa perasaannya benar-benar bahagia saat Jenny mengindahkan ajakannya untuk mengantarnya pulang.


“Kenapa aku merasa senang ya saat Jenny mau aku antar? emm…aku pakai baju yang mana ya? ah… yang ini saja deh, sepertinya baju ini sangat cocok dengan warna baju Jenny!” Gumam Kenny saat masih berada di dalam kamarnya.


“Ayo Jenn!” Seru Kenny setelah berdiri di hadapan Jenny yang kini tengah duduk bersama kedua orangtuanya di ruang keluarga.


“Wah… anak Mommy tampan sekali, kau benar-benar sudah sembuh ya Kenn? pasti obat yang Dokter berikan tadi malam benar-benar manjur! kamu terlihat lebih segar sayang!” Kekeh Mommy Bella di akhir ucapannya.


“Ini semua berkat Jenny juga Mom, dia yang semalaman merawat Kenny!” Puji Kenny seraya melirik ke arah Jenny yang sedang terduduk.


Yang di tatap hanya bisa menunduk tersipu dengan kedua pipinya yang sudah merona semerah tomat matang. Jenny tersipu karena dia di puji langsung oleh Kenny di depan kedua orangtuanya. Jenny sempat berpikir, apakah Kenny juga memiliki perasaan yang sama dengannya? jika benar begitu, Jenny benar-benar merasa sangat senang tentunya.


“Kau terlalu berlebihan memujiku Tuan, itu semua memang berkat obat yang diberikan Dokter ko, aku hanya membantu mengompres mu saja semalam,” Tutur Jenny berusaha menepis semua khayalannya yang mulai jauh melayang.


Ya! Jenny sadar jika dirinya hanya seorang pen dekor biasa, dia merasa tidak pantas jika harus bersanding dengan Kenny meski tak bisa di pungkiri jika Jenny sangat mengharapkan perasaannya terbalas.


“Apa benar begitu Jenn? kau memang yang terbaik sayang, terimakasih ya sudah menjaga putra Tante semalaman,” Ucap Mommy Bella tulus.


“Jenny hanya sedikit membantu Tan, selebihnya itu pasti karena obatnya yang manjur, seperti yang Tante katakan tadi!”.


 “Ya sudahlah Mom, Kenny pergi sekarang ya, Kenny tidak mau keluarga Jenny semakin mengkhawatirkannya!” Tutur Kenny seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya


“Baiklah… kalian hati-hati ya sayang, Mommy titip salam untuk keluarga kamu ya Jenn!” Sahut Mommy Bella seraya memeluk gadis itu dengan hangat.


“Iya Tan, akan Jenny sampaikan nanti! kalau begitu Jenny pulang dulu ya, sampai berjumpa lagi Tan, Om Jenny pamit ya!” Jenny tak lupa mengatupkan kedua telapak tangannya untuk berpamitan pada kedua orangtua Kenny sebelum pergi.


“Berhati-hatilah, Tian jangan ngebut-ngebut ya!” Titah Papah Oscar pada asisten putranya itu.


“Siap Tuan besar! mari Tuan muda, nona!” Seru Tian dengan begitu sopan.


Kedua muda-mudi itu pun melenggang menuju mobil Kenny yang sudah terparkir dengan baik di depan Villa, saat hendak masuk ke dalam mobil, Jenny sempat melihat sosok Bibi Rosa yang mengintipnya dari jarak yang masih bisa dia lihat. Bibi Rosa ternyata masih saja merasa bersalah pada Tuan mudanya. Baru saja Tuan mudanya itu membawa gadisnya ke villa itu, namun Bibi Rosa sudah membuatnya terluka. Jenny yang merasakan kecemasan itu pun akhirnya memilih menghampirinya dan berpamitan sebelum dia benar-benar pulang.


“Kau mau kemana lagi Jenn?” Tanya Kenny saat melihat Jenny kembali turun dari mobilnya.


“Tunggu sebentar ya, aku tidak akan lama!” Ucap Jenny seraya melangkah ke arah persembunyian Bibi Rosa.


“Apa yang dia lakukan? kenapa dia berjalan ke samping villa?” Gumam Kenny dengan segala pertanyaannya.


“Mungkin Nona ingin berpamitan pada Bibi Rosa Tuan,” Sahut Tian mencoba mengurai pertanyaan Tuan mudanya.


“Ah… benar, dia menghampiri wanita tua itu ternyata,”.


see you next episode guys...