Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 148 # kecupan.



"Jenn... tinggal di Apartemen xxx Mom," Jawab Jenny.


"Loh... itu kan alamat Apartemen Kenny juga, Jenn?!" Sahut Mom Bella.


"Jenny hanya tinggal sementara di sana Mom, rencananya setelah projek pertunjukan Fashion Show nya selesai, Jenny akan kembali ke Negara M," Tutur Jenny.


"Negara M? jadi selama ini kau tinggal di sana ya?".


"Jenn, apa kau tidak ingin tinggal bersama Mommy lagi? Mommy sudah bertemu dengan putra mu juga tadi, dia begitu tampan! wajahnya sebagian sangat mirip dengan mu, sayang!" Lirih Mom Bella seraya mengusap sebelah bahu Jenny dengan lembut.


"Jenny sudah memiliki kehidupan yang lain di Negara M, Mom! Jenny tidak bisa tinggal di sini lagi," Sahut Jenny tak kalah lirih.


"Tapi apa kau tega melihat putramu berpisah lagi dengan Daddy-nya? Mommy lihat, dia begitu bahagia tadi bisa menikmati Es krim dengan Kenny di ruangannya,".


"Jenn, Mom tau kau pasti masih marah pada Kenny, tapi Mommy minta kau pikirkan juga perasaan putra kalian yang sangat membutuhkan sosok Ayahnya!" Mom Bella terus membujuk agar Jenny mau menetap kembali di Tanah Airnya itu.


"Ken, masih punya ketiga pamannya yang selalu bisa dia andalkan Mom, Jenny rasa itu sudah cukup!" Sahut Jenny seraya melirik tajam ke arah Kenny yang sejak tadi diam memperhatikan interaksi kedua wanita yang begitu dia sayangi.


"Tapi Jenn..." Ucap Mom Bella tercekat karena di sanggah oleh Kenny.


"Sudahlah Mom, berikan waktu dulu saja pada Jenny, dia pasti butuh memikirkan semuanya sebelum mengambil keputusan, sebaiknya kita kembali menemani anak-anak saja Mom, mereka pasti merasa bosan jika kita tinggalkan terlalu lama," Tutur Kenny.


"Hm... kau benar Kenn, kalau begitu kita ajak mereka ke taman bermain saja ya, Mom juga ingin menghabiskan banyak waktu dengan Ken kecil, kau tidak keberatan kan kalau Mommy mengajak cucu Mommy pergi?" Sahut Mom Bella meminta persetujuan.


"Emm... tapi apa tidak akan merepotkan Mommy?" Tanya Jenny ragu.


"Tentu saja tidak! dia kan Cucu Mommy juga Jenn, jadi kau jangan khawatir ya, Mommy juga ingin membawanya berkunjung ke kantor Papah, Papah pasti senang kalau tau Cucunya setampan itu," Tutur Mom Bella.


Jenny tidak terdengar menyahut kembali, pikirannya entah sedang berkelana kemana. Mungin tidak ada salahnya membiarkan Ken kecil pergi bersama Omanya, meski Jenny masih ragu, tapi dia juga tidak ingin membuat Mom Bella bersedih jika dia menolak keinginan mantan mertuanya itu untuk menghabiskan waktu bersama dengan Cucu nya sendiri.


"kalau begitu tunggu apa lagi Mom, ayo kita pergi sekarang!" Seru Kenny memecah keheningan.


"Kenn! aku butuh tandatangan mu sebelum kau pergi!" Cegah Jenny seraya menghampiri meja kerjanya.


"Sepertinya kalian sibuk ya, ya sudah Kenn! kau tetap di kantor saja, biar Mommy yang menemani kedua anak menggemaskan itu, kalian selesaikan saja ya pekerjaannya," Ucap Mom Bella memberi kode Kenny agar tetap tinggal supaya bisa mendekati kembali gadis pujaan hatinya itu.


"Emm... sepertinya memang Kenn juga sedikit sibuk hari ini Mom, kalau begitu Kenn percayakan anak-anak pada Mommy ya, Kenn akan menyuruh Tian untuk menemani Mommy juga agar tidak terlalu repot," Tutur Kenny seraya meraih benda pipih canggih andalannya.


"Ok! Mom tinggal dulu ya Jenn, selamat bekerja!" Sahut Mom Bella seraya melenggang dengan senyum yang terus terukir di bibirnya.


Sepeninggalannya Mom Bella, ruangan Jenny mendadak hening dan sunyi, perempuan berprofesi Desainer itu memilih kembali berkutat dengan sketsa yang sedang dia kerjakan. Sedangkan pria tampan yang sejak tadi masih bersamanya kini terlihat fokus memeriksa beberapa dokumen yang Jenny berikan padanya tadi sebelum di bubuhi tandatangannya.


Saat keduanya tengah terfokus pada pekerjaan masing-masing, diam-diam Jenny mencuri pandang ke arah Kenny yang tengah terduduk serius di sofa ruangannya. Perempuan berparas cantik itu sedikit terpesona saat melihat wajah Kenny yang begitu tampan saat terfokus membaca seperti saat ini.


"Kenapa wajahnya bisa semakin tampan?! Astaga Jenn!! kau tidak boleh terkecoh dengan tampangnya, kau harus fokus bekerja demi membahagiakan Ken," Batin Jenny bermonolog.


"Apa dia sedang menatapku? ahh... Jenn, jika saja aku boleh memeluk dan mencium mu! sudah pasti aku tidak akan melepaskannya dengan mudah," Batin Kenny yang ternyata menyadari tingkah Jenny yang mencuri pandang ke arahnya.


Tiba-tiba pria tampan itu berdehem untuk menetralkan perasaan dan suasana hening saat itu.


"Ehem... sepertinya kau sangat sibuk, apa ada yang bisa aku bantu?" Seru Kenny bertanya seraya menghampiri Jenny di kursi kerjanya dan memberikan berkas yang sudah dia bubuhi tandatangannya.


"Kenapa kau gugup seperti itu? apa kau masih menyukaiku? aku tau, sejak tadi kau terus mencuri padang ke arah ku, kau pasti masih terpesona kan dengan wajah tampan ku ini," Ucap Kenny percaya diri.


"Haist! siapa bilang?! aku hanya tidak habis pikir denganmu yang menandatangi berkasnya di sini, kau sangat menganggu tau!" Ketus Jenny seraya kembali fokus pada sketsanya.


"Oh... jadi kau terganggu ya, berarti tebakan ku benar kan! kalau wajah tampan ku ini membuatmu tak fokus bekerja, kau masih terpana kan dengan ketampanan ku ini?!" Goda Kenny seraya menarik turunkan sebelah alisnya.


"Ishh!!! dasar pria tak tau diri, sudah sana cepat kembali ke ruangan mu!" Usir Jenny seraya beranjak dan mendorong tubuh tegap Kenny agar keluar dari ruangannya.


Namun sayangnya, tenaganya tak begitu cukup kuat untuk membuat Kenny pergi dari ruangan itu. Dengan sekali gerakannya saja, Kenny kini mengubah posisi mereka menjadi terbalik, dimana posisi Jenny seperti hampir terjatuh, namun Kenny dengan sigap menahan tubuhnya bak gerakan dansa saat seorang wanita tengah berpegang erat di lengan sang penari pria.


Keduanya akhirnya terlibat aksi saling tatap menatap, terhanyut dengan perasaan keduanya yang entah seperti apa. Kenny terus memindai wajah cantik pujaan hatinya itu, dia merasa enggan berkedip sedikit pun agar tak terlewatkan mengabsen setiap inci wajah cantik milik Jenny.


"A...apa yang mau kau lakukan, cepat lepaskan aku!" Seru Jenny saat wajah Kenny terus mendekat ke arah wajahnya.


"Tenanglah! aku hanya ingin membuat satu kenangan. baru dengan mu, sayang!".


Cup...


Satu kecupan pun berhasil Kenny darat kan di bibir ranum milik Jenny.


"Kurang ajar, apa yang kau lakukan, Kenn!" Geram Jenny seraya berontak dan beranjak dari sanggahan tangan Kenny.


"Kau pikir apa yang kita lakukan, barusan? Jenn... aku memang salah, untuk itu aku minta maaf! aku benar-benar menyesal atas perbuatan ku dulu padamu, aku ingin kita memulainya lagi dari awal, aku masih sangat mencintaimu, Jenn!" Tutur Kenny lirih.


"Tapi aku sudah tidak mencintaimu lagi, Kenn! jadi sekarang kau pergilah! aku akan kembali bekerja!" Sahut Jenny tanpa melihat ke arah Kenny yang masih menatapnya penuh damba.


"Kau bohong Jenn! aku masih bisa melihat cinta itu di mata mu! kau masih mencintai ku, Jenn!" Ucap Kenny percaya diri.


"Aku tidak mencintaimu lagi, Kenn!" Jerit Jenny tanpa menoleh sedikit pun pada Kenny.


.


.


.


.


.


.


.


Jumat berkah... Mom kasih bab double deh hari ini.


biar tambah semangat, kasih Mom dukungannya ya guys! sertakan like, komen, gift dan vote kalian di karya receh Mom ini ya, see you next episode guys... 😘😘😘