Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 187 # Pernikahan Jo.



"Tentu, masuklah Tuan!" Sahut sang gadis seraya menunduk tersipu karena panggilan sayang yang di lontarkan Tian padanya.


"Terimakasih! apa kau sudah makan?" Belum, tapi aku baru saja selesai memasak, apa Tuan ingin makan sekarang?" Tanya balik sang gadis.


"Wah... kebetulan sekali, kalau begitu ayo kita makan sekarang! aku takut, jika terlalu lama menunggu Tuan Kenn akan memanggilku lagi," Tutur Tian berseru.


"Baiklah, mari!" Sahut gadis lugu yang berhasil mencuri hati Tian.


Gadis manis itu segera menghidangkan hasil masakannya di atas meja makan, dengan telaten dia melayani Tian layaknya seorang istri idaman.


"Sepertinya kita sudah sangat cocok untuk menjadi pasangan Tri, apa kau mau menikah dengan ku?!" Tanya Tian setelah menghabiskan makanannya.


"Me...menikah?! apa Tuan tidak bercanda? aku kan hanya seorang pelayan, apa Tuan tidak malu jika menikahi saya?!" Sahut Tri alias Tantri yang tak lain mantan pelayan rumah mewah milik Kenny dan Jenny, dulu.


"Kenapa aku harus malu?! bagiku menikah itu masalah kecocokan orang dan hati, bukan status sosial atau kasta! bagiku itu semua tidak penting Tri, jadi... mau kah kau menikah dengan ku?" Tutur Tian.


"Astaga... kenapa Tuan Tian romantis sekali, jantungku jadi semakin berdebar di buatnya," Batin Tri.


"Tri, bagaimana? kau mau kan?" Tegur Tian, karena sejak tadi Tantri nampak diam tak menjawab.


"Eh...emm... sa...saya... mau Tuan!" Jawab Tri dengan Rina merah di pipinya.


"Syukurlah, aku sudah menduga jika kau juga memiliki perasaan yang sama denganku Tri, jika sudah ada waktu yang tepat aku akan mempersunting mu secara resmi pada kedua orangtuamu nanti, terimakasih ya Tri, kau sudah mau menerima bujang tua ini," Kekeh Tian di akhir perkataannya.


"Sama-sama Tuan, saya juga ingin berterimakasih karena Tuan mau menerima saya apa adanya, semoga niat kita berkeluarga akan di mudahkan jalannya hingga waktunya tiba," Seru Tri mengucap harapnya.


"Semoga sayang, aku benar-benar bahagia hari ini, terimakasih ya," Perlahan Tian beranjak dan langsung memeluk Tri dengan erat.


Sepertinya pria lajang tak lagi muda itu benar-benar sangat senang, sehingga dia meluapkannya begitu saja dengan memeluk gadis manisnya.


"Astaga... jantung ku! tapi pelukannya benar-benar sangat nyaman, aku merasa aman dan tenang di dekap nya," Batin Tri.


Kita kembali ke Rumah Sakit. Sepasang muda mudi yang sejak tadi sudah kembali membawakan pakaian Kenji dan Jenny pun akhirnya menyambangi ruangan perawatan Kenny.


Namun setelah mereka berdua tiba di ruangan itu, merek tak mendapati siapa pun yang tinggal. Beruntungnya Suster Rebecca yang sejak tadi merawat Kenny pun memberitahu jika Kenny sudah pulang beberapa saat lalu sebelum Jo dan Anggun datang.


Ceklek...


"Loh... kenapa sepi?! kemana mereka semua?!" Seru Jo saat melihat ruangan Kenny kosong tanpa penghuni.


"Benar Kak, kemana mereka semua pergi? apa Tuan Kenn di pindah ruangan lagi, ya?" Timpal Anggun.


"Bisa jadi, tapi jika memang begitu, Jenny pasti memberitahu kita, kan!" Tutur Jo.


"Apa kita tanyakan pada Suster yang berjaga saja?!" Usul Anggun.


"Boleh, kau memang pintar sayang! ayo kita tanyakan sekarang!" Seru Jo seraya menggandeng tangan Anggun menuju meja jaga Suster.


"Permisi, apa pasien yang berada di ruangan VVIP itu di pindahkan lagi?" Tanya Jo seraya menunjuk pintu ruangan Kenny setelah menghampiri meja jaga Suster.


"Oh, Tuan Kenny sudah keluar dari Rumah Sakit ini baru saja, Tuan!" Jawab Suster Rebecca yang kebetulan berjaga saat itu.


"Keluar?! maksud Suster, Tuan Kenny sudah di perbolehkan pulang, ya?!" Tanya Anggun memastikan.


"Betul Nina, dan sebenarnya Tuan Kenn, baik-baik saja, dia sama sekali tidak terluka," Tutur Suster Rebecca yang membuat Jo mengerutkan dahinya.


"Tidak terluka? maksudnya?!" Gumam Jo bertanya.


"Aku tau, pasti itu siasat Tuan Kenn, Kak! kau juga pasti paham kan dengan tujuan Tuan kaya itu?!" Seru Anggun menjawab pertanyaan kekasihnya.


"Kak, ini masih di Rumah Sakit!" T eh ur Anggun yang nampak tersipu karena Jo meraih pinggangnya begitu posesif.


"Biarkan saja, biar semua orang tau kalau kau adalah milik ku!" Gumam Jo percaya diri.


"Astaga, pasangan ini romantis sekali, mereka terlihat cocok satu sama lain, aku jadi iri pada mereka," Batin Suster Rebecca yang masih memperhatikan interaksi kedua sejoli di depannya.


"Maaf Sus, kalau begitu terimakasih informasinya ya, kami pamit saja, mari!" Ucap Anggun seraya membawa langkahnya keluar dari Rumah Sakit.


Setibanya di dalam mobil, Jo segera melajukan mobilnya ke arah sebuah gedung. Awalnya Anggun sedikit terkejut dan bingung, karena Jo membawanya ke sebuah Gereja mewah di salah satu pusat Kota.


Turun dari mobil, Anggun beranjak dan melangkah hendak masuk ke dalam gedung tersebut, namun lagi-lagi dirinya terkejut sesaat beberapa orang yang di yakini sekelompok tim perias menghampirinya dan membawanya pergi ke dalam sebuah ruangan.


"Mari Nona, kami sudah menunggu anda sejak tadi!" Seru salah satu tim perias yang bernama Windy.


"Me...menungguku? tapi untuk apa? Kak... apa yang sebenarnya terjadi?!" Tutur Anggun bertanya.


"Kau akan di rias sayang, kau menurut saja pada mereka, kau akan menjadi Ratu ku hari ini dan selanjutnya," Sahut Jo yang sejak tadi mengikuti langkah Anggun menuju sebuah ruangan.


Jo ternyata mengubah semua niat awalnya yang akan menikahi Anggun di akhir pekan nanti, namun Jo benar-benar sudah tak ingin menunggu lama lagi, akhirnya dia pun mengatur kembali semua persiapan pernikahannya yang jadi di laksanakan hari itu.


Kurang lebih dua jam, akhirnya tim perias pengantin pun selesai menyulap dan menara penampilan Anggun menjadi seorang Ratu hari itu. Perlahan Anggun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan khusus make over nya menuju ruangan tunggu yang kini di singgahi Jo untuk menanti sang pujaan hatinya.


"Tuan, Nona sudah selesai!" Seru Windy.


Dengan tergesa Jo segera mengarahkan pandangannya pada objek yang dia tunggu-tunggu. Seketika kedua netra nya berbinar, Jo benar-benar terpesona dan terpana dengan kecantikan Anggun. Tak beda dengan Jo, Anggun yang melihat penampilan Jo yang gagah dan tampan Oun sangat terpesona. Dia masih tak percaya jika dia akan di nikahi pria tampan di depannya itu.


"Sayang... kau benar-benar cantik, i love you..." Bisik Jo tepat di samping telinga Anggun setelah mereka berdua saling berhadapan.


Gaun putih yang membalut tubuh ramping Anggun, sangat pas dan membuatnya semakin terlihat cantik mempesona. Jo sampai tak ingin berpaling dari menatap wajahnya. Membuat Anggun semakin tersipu malu karena terus menerus di perhatikan oleh pria idamannya itu.


"I love you... mulai hari ini dan seterusnya hanya kau ratu di hatiku sayang..." Lirih Jo setelah mengucap janji suci pernikahan mereka.


"I love you to, Kak!" Jawab Anggun malu-malu.


"Kenapa kau masih memanggilku Kakak? kau bukan adik ku, ya! kau itu istriku sekarang, jadi ubahlah panggilan mu itu padaku, sayang! aku tak mau mendengar kalau kau memanggilku dengan sebutan itu lagi!" Protes Jo.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon maaf teman-teman author kesayangan mom semuanya, mommy belum bisa normal nyicil mampir lagi, mom masih pemulihan dan ikut mengurus mertua yang sakit, mom minta doanya juga ya... semoga mommy dan mertua seger sehat kembali , Aamiin Allahumma Aamiin... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


See you next episode...