
Dan hasilnya putaran film pun lebih cepat melaju ke menit berikutnya yang menampilkan sosok yang paling Erfan tidak mau lihat.
“Aaaaaaaaa!!!” Teriak Erfan seraya memeluk Renata dan menyembunyikan wajahnya tepat di depan dua gundukan kenyal milik Renata.
Membuat tubuh gadis itu menegang karena hembusan nafas Erfan yang menyapu langsung ke permukaan kulit dadanya yang sedikit terbuka dan menampilkan belahannya sedikit.
Renata mencoba merenggangkan pelukan tersebut, namun Erfan seperti enggan melepasnya dan semakin mempererat pelukannya itu. Hingga akhirnya Renata angkat suara tentang ketegangannya saat itu.
“Fan! kau tidak apa-apa kan? apa kau bisa melepas pelukan ini sebentar? sepertinya kau terlalu dekat dengan dua bukit ku!” Ucap Renata susah payah.
Erfan yang baru sadar segera melerai pelukannya. Namun saat kedua bola mata mereka bertemu, keduanya malah saling terlena dan terhanyut dalam buaian cinta yang menggelora. Tanpa mereka sadari keduanya saling mendekatkan wajah masing-masing, memusatkan kedua pandangan mereka pada manik-manik mata mereka masing-masing dengan penuh cinta dan gai***.
Renata mulai memejamkan matanya kala hidung mereka saling menyentuh tak ada jarak. Hembusan nafas keduanya kian terasa hangat menyapu wajah masing-masing. Erfan memiringkan kepalanya dan segera meraup bibir ranum kekasihnya itu dengan lembut dan penuh perasaan. Lama-lama pagutan mereka semakin menuntut dengan posisi mereka yang semakin tak terkondisikan.
Saat ini Renata sudah berada di bawah kungkungan tubuh atletis Erfan yang masih belum melepas pagutan bibirnya. Di atas sofa Apartemen yang begitu nyaman dan lumayan besar itu mereka berdua semakin menggila. Hingga akhirnya keduanya kehabisan oksigen dan melepaskan pagutan tersebut seraya terengah-engah.
“Sayang! aku ingin kita menikah malam ini juga!” Ucap Erfan setelah berhasil melepaskan pagutan bibir mereka.
“Hah!! ta…tapi ini sudah sangat malam untuk melakukan sumpah janji pernikahan Fan!” Renata cukup terkejut dengan ucapan Erfan barusan.
Pasalnya malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 22.50 dimana semua gereja dan kantor pengurus pernikahan sudah tutup semua. Namun dengan kekuasaan dan jabatannya, Erfan bisa saja melakukan hal itu semua dengan sangat mudah. Dia tinggal menyuruh anak buahnya dan menunggu dengan tenang hingga semua keinginannya
terpenuhi.
“Hal itu sama sekali tidak akan menjadi penghalang untuk ku Re, kau tau kan kekasihmu ini siapa? aku ini pengusaha sukses yang merangkap sebagai Polisi, aku bisa melakukan apa pun yang aku mau!” Ucap Erfan penuh percaya diri.
“Haist!! kau ternyata bisa sombong juga ya Fan, ya sudah kalau begitu apa kau berani meminta restu pada kedua orangtua ku sekarang?” Sahut Renata melipat kedua tangannya di depan dada.
“Itu hal kecil Re! aku akan menelpon kedua orangtua mu saat ini juga!” Ucap Erfan seraya merogoh saku celana yang dia kenakan untuk mencari ponselnya.
Sejurus kemudian terdengar suara Mom Iren yang menyahut panggilan telepon Erfan. Mom Iren benar-benar terkejut dengan keinginan Erfan yang mendadak itu.
“Ada apa Fan?” Sahut Mom Iren dengan suara kas bangun tidur setelah panggilan telepon tersambung.
“Tante, Erfan ingin menikahi Renata malam ini juga, Tante dan Om merestuinya kan?” Sergah Erfan.
“Astaga! kau tidak sedang mabuk kan Fan?” Tanya Mom Iren memastikan.
“Aku memang sedang mabuk Tante, tapi mabuk asmara pada putri cantikmu, aku ingin segera memilikinya malam ini juga, jadi aku mohon restu i pernikahan kami malam ini ya!” Lirih Erfan terdengar memelas di akhir ucapannya.
“Tapi Fan, pernikahan itu sakral, dan Tante ingin pernikahan Renata di gelar dengan pesta mewah dan meriah, agar semua orang tau kalau putri tunggal Tante dan Om sudah tidak melajang lagi, kau pasti paham kan Fan!” Tutur Mom Iren menyampaikan keinginannya.
“Kalau masalah itu Erfan pasti melakukannya nanti Tante, yang penting malam ini Erfan ingin menikah secara sederhana dulu saja, baru nanti resepsinya kita gelar dengan besar-besaran,”.
“Haist!!! kau benar-benar memberiku kejutan Fan, ya sudah! Tante bicarakan dulu dengan suami Tante ya,” Mom Iren tidak memutuskan sambungan teleponnya, dia berusaha membangunkan sang suami untuk berbagi kabar mengejutkan dari Erfan saat itu juga.
“Pah, bangun dulu sebentar, ada yang ingin aku bicarakan!” Mom Iren menggoyang-goyangkan tubuh suaminya agar terbangun.
“Ish!! Papah… serius!! aku mau bilang kalau Erfan ingin menikahi putri kita malam ini juga, apa Papah merestui mereka?” Seketika Papah Willy membuka matanya dengan lebar. Dia benar-benar terkejut dengan ucapan istrinya barusan.
“Mom, kau tidak bercanda kan? kenapa mendadak sekali?” Papah Willy segera beranjak duduk dari posisi tidurnya dan menatap sang istri dengan wajah serius.
“Mommy serius Pah, Erfan bilang dia ingin menikahi Renata secara sederhana dulu malam ini!” Tutur Mom Iren ter jeda karena sahutan dari suaminya.
“Maksud Mommy? Papah gak ngerti dengan rencana Erfan, kenapa dia ingin menikahi putri kita secara sederhana seperti ini?”.
“Pah, makannya dengarkan dulu sampai selesai kalau Mom bicara, Papah main potong gitu aja sih!” Gerutu Mom Iren seraya memanyunkan bibirnya.
“He…ya sudah lanjutkan dong sayang, masa gitu aja marah sih, Papah kan cuman khawatirkan putri semata wayang kita,” Bujuk Papah Willy seraya mencolek dagu istrinya dengan gemas.
“Haist!! ya sudah dengarkan baik-baik ya Pah!” Tegas Mom Iren.
“Jadi Erfan menginginkan menikahi Renata malam ini juga secara sederhana, tapi dia juga berjanji akan melangsungkan resepsinya nanti secara besar-besaran dan meriah, mungkin Erfan sudah tidak bisa menahan diri dengan pesona putri kita Pah,” Kekeh Mom Iren di akhir ucapannya.
“Hm… anak muda sekarang memang berbeda dengan orang tua dahulu ya, mereka melakukan semua hal semaunya saja,” Papah willy men jeda ucapannya dengan helaan nafas kasar.
“Lalu apa keputusan Papah? Renata juga sangat mencintainya Pah,” Sahut Mom Iren.
“Ha… ya sudahlah, biarkan mereka melakukan yang mereka inginkan saja, toh kita hanya bisa mendoakannya saja kan, semoga putri kita bisa bahagia dengan pria pilihannya,” Lirih Papah Willy.
“Berarti Papah merestui mereka menikah malam ini kan, kalau begitu Mommy akan memberi tahu Erfan keputusan Papah ini , mereka pasti sangat senang,” Ucap Mom Iren seraya meraih kembali ponselnya yang terletak di samping tempat tidurnya.
Mom Iren segera menyampaikan keputusan suaminya pada Erfan saat itu juga. Setelah semua sepakat Erfan segera meminta kedua orangtua Renata itu untuk datang ke salah satu gereja yang sudah dia siapkan untuk melangsungkan janji suci pernikahannya bersama Renata.
Tidak butuh waktu yang lama bagi Erfan untuk mengatur semua keperluan pernikahannya yang di langsungkan secara sederhana itu, dengan segala kekuasaan dan jabatannya Erfan benar-benar di buat mudah dalam segala persiapan dadakan tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
Hem... enak banget ya jadi orang kaya, mau apa aja pasti gampang... semoga aja reader tercinta juga sama gampangnya ya buat kasih dukungan terbaiknya di karya kedua Mom ini... tetap tinggalkan jejak dukungan terbaiknya dan see you next episode guys...😘😘😘