
Setelah keduanya selesai membersihkan diri, Renata duduk di kursi meja makan dengan suami barunya itu. Mereka menikmati setiap waktu kebersamaan mereka dengan begitu romantis dan bahagia.
“Sayang, kau mau tinggal di sini apa di mansion Mommy?” Tanya Erfan seraya menyuapi istrinya sepotong kentang goreng yang dia buat sebelumnya.
“Em… kau sendiri bagaimana? aku akan mengikuti mu saja, aku tidak keberatan tinggal dimana pun itu asalkan kau selalu bersamaku,” Sahut Renata yang membuat Erfan segera mendaratkan kecupan singkatnya di bi*** ranum istrinya itu.
“Hei! kenapa kau mengecup ku lagi? aku sedang makan Fan!” Protes Renata seraya memanyunkan sedikit bibirnya.
“Aku tau sayang, tapi salahmu sendiri yang selalu menggodaku, aku mana tahan kalau di goda terus seperti ini,” Kelakar Erfan yang kembali mencuri cium di bi*** istrinya.
“Fan! kapan aku menggoda mu? sudah ya! aku masih lapar, ini semua salah kau yang terus menguras tenagaku semalaman, dasar tak berperasaan,” Gerutu Renata seraya merebut garpu yang Erfan gunakan untuk menyuapinya.
Erfan hanya terkekeh gemas melihat tingkah istrinya itu, dia begitu bahagia karena akhirnya dia bisa memiliki pujaan hatinya setelah sekian lama dia memendam perasaannya dan mengalah pada Kenny.
Seminggu setelah pernikahan Renata dan resminya hubungan Kenny dan Jenny. Kedua pasangan kekasih tersebut terlihat semakin lengket dan tak bisa di pisahkan satu sama lain. Seperti halnya siang ini, Kenny terus membujuk Jenny supaya mau ikut makan siang bersamanya di kantornya, dia semakin tidak bisa berjauhan dengan Jenny. Rasanya ada yang selalu kurang jika dia tidak melihat wajah cantik kekasihnya itu barang sehari saja.
“Kenn! aku masih banyak pekerjaan, nanti malam saja ya!” Ucap Jenny di seberang panggilan video yang sedang tersambung saat ini.
“Sayang… apa kau tidak kasihan ya padaku! aku kan malam ini harus lembur, jadi aku tidak bisa pulang cepat dan kemana-mana!” Bujuk Kenny dengan wajah memelas nya.
“Haist! baiklah-baiklah, tapi aku hanya bisa mampir sebentar, aku harus menyelesaikan pekerjaanku juga hari ini,” Pasrah Jenny yang tak ingin melihat Kenny kecewa karenanya.
Mereka berdua sudah berkomitmen untuk saling meluangkan waktu di saat-saat kesibukan mereka berdua yang begitu padat. Kenny sengaja membuat kesepakatan seperti itu agar Jenny bisa semakin yakin dengan perasaannya.
“Yes! aku tunggu di kantor ya sayang, miss you honey, emmuach…” Kenny memberikan kecupan jauh sebelum mengakhiri panggilan videonya.
“Ha… dasar tukang paksa, ya sudahlah! sebaiknya aku segera bersiap sekarang,” Gumam Jenny seraya bersiap dan hendak menghampiri Rangga untuk memberitahunya jika Jenny ada keperluan siang itu.
15 menit kemudian Jenny sudah tiba di depan kantor Kenny, dia menghampiri meja resepsionis yang berjaga dengan ramah.
“Selamat siang! ada yang bisa kami bantu?” Sapa seorang resepsionis yang bernama Anggun.
“Selamat siang, saya ingin bertemu dengan Ken…emm maksud saya Tuan Kenny, dia ada di ruangannya kan?” Ucap Jenny membenarkan panggilannya untuk sang kekasih.
“Sebelumnya maafkan saya Nona, apa Nona bernama Jenny?” Tanya Anggun yang ingin memastikan.
“Iya, saya Jenny! apa Tuan Kenny nya ada?”.
“Wah… Nona ternyata benar-benar cantik ya, Tuan muda sudah menunggu kedatang anda sejak tadi Nona, mari saya antar ke ruangannya!” Seru Anggun yang begitu antusias setelah memastikan jika perempuan yang sedang berdiri di hadapannya itu adalah Jenny sang kekasih atasannya.
“Kau terlalu berlebihan…” Jenny bingung saat harus memanggil nama resepsionis tersebut karena dia belum mengetahui namanya.
“Anda bisa panggil sayang Anggun Nona,” Sahut Anggun yang begitu paham dengan kebingungan Jenny.
“Ahh baiklah! namamu benar-benar cocok dengan penampilanmu yang terlihat anggun ya,” Sanjung Jenny tulus.
“Aih… anda bisa saja Nona, kalau begitu mari saya antar ke ruangan Tuan!” Seru Anggun seraya beranjak dan memimpin langkah Jenny menuju ruangan kekasihnya.
Setibanya mereka di depan ruangan, Anggun segera mengetuk pintu dan memberi hormat pada Kenny. Kenny segera beranjak dari kursi kebesarannya setelah tau siapa yang di ajak Anggun masuk ke ruangannya.
“Kau boleh pergi !” Ucap Kenny seraya menghampiri Jenny yang sudah menenteng sebuah paper bag berisi makanan untuk mereka makan siang.
“Baik Tuan, saya permisi, mari Nona!” Sahut Anggun undur diri dengan ramah.
“Sayang, apa yang kau bawa? kenapa lama sekali sampainya?” Tanya Kenny seraya melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jenny yang membuat jarak di antara mereka begitu intim.
“Kenn, lepaskan! nanti ada yang melihat!” Seru Jenny sambil mencoba melepaskan pelukan Kenny.
“Biar saja, mereka tidak akan berani macam-macam kalau melihat sekali pun, ayo duduk!” Ajak Kenny menggiring kekasihnya ke sofa.
“Haist kau ini! sudahlah, sebaiknya kita makan sekarang ya, aku tidak memiliki banyak waktu Kenn,” Tutur Jenny seraya membuka bingkisan yang dia bawa.
“Hei… sayang, aku ini seorang CEO tapi aku masih bisa meluangkan waktu untukmu, kenapa kau khawatir sekali sih jika terlambat, kalau perlu kau berhenti saja bekerja, biar aku saja yang memenuhi kebutuhanmu ke depannya,” Tutur Kenny dengan sombongnya.
“Aku tidak mau bergantung pada siapa pun Kenn, aku tidak ingin dikasihani orang lain selama aku mampu menghasilkan uang sendiri,” Sahut Jenny seraya memberikan satu kotak makanan pada Kenny.
“Sayang! aku ini kekasihmu sekarang. Masa kekasih seorang Kenny Alvaro bersusah payah bekerja sih! kalau kau menginginkan sesuatu bilang saja, aku pasti akan memberikannya padamu, dan itu bukan berarti aku mengasihani mu. Aku hanya ingin kau merasa selalu bahagia selama di dekatku sayang!” Ucap Kenny seraya memegang kedua tangan Jenny yang masih memegang kotak makanan untuknya.
“Tapi Kenn, aku…” Belum selesai Jenny berucap Kenny sudang membungkamnya dengan sebuah lum**** kilat di bibir ranumnya.
“Haist! kau selalu menyerang ku tiba-tiba Kenn!” Gerutu Jenny setelah mereka melepaskan pagutan bibirnya.
“Tapi kau suka kan?” Goda Kenny sambil menaik turunkan sebelah alisnya dan mengusap ujung bibir Jenny yang terasa basah karena ulah pagutan mereka.
“Hm… kau yang suka Kenn, ayolah! waktu ku semakin berkurang sekarang, ini…” Jenny kembali menyerahkan kotak makanan pada Kenny dengan kedua pipinya yang sudah memerah seperti tomat matang.
Kenny yang melihat kekasihnya salah tingkah pun semakin merasa gemas dan tak sabar untuk segera membawa Jenny ke pelaminan.
Minggu selanjutnya, Kenny dan Jenny berencana untuk mengunjungi Erfan dan Renata di kediaman pengantin baru itu. Sebelum mereka mengunjungi pasangan pasutri itu, Jenny meminta Kenny untuk menemaninya membeli buah tangan yang akan mereka berikan pada sang Tuan rumah nantinya.
“Kenn, nanti kita ke supermarket dulu ya, aku ingin membeli beberapa buah-buahan untuk Nona Renata,” Pinta Jenny yang saat ini sedang berada di dalam mobil yang Kenny kemudikan sendiri.
“Baiklah sayang, apa sih yang tidak buatmu!” Kenny menuruti setiap ucapan kekasihnya, dia mulai melajukan mobil sportnya ke sebuah supermarket untuk membeli beberapa buah-buahan yang akan mereka berikan pada Renata sebagai buah tangan.
Saat sepasang kekasih itu sedang asik memilih buah-buahan, tiba-tiba saja Kenny di sapa seorang wanita yang cukup cantik dan modis.
“Kenn! kamu Kenny kan?” Sapa si wanita yang ternyata memiliki nama Geandra.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode...😘😘😘