Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 121 # Bukti rekayasa.



Akhirnya kedua pasutri yang tak lagi muda itu menggiring tubuh putra semata wayang nya ke kamar. Mereka bekerja sama untuk merebahkan tubuh tinggi tegap anaknya itu di atas tempat tidur. Karena kondisinya yang sudah sangat larut, akhirnya mereka berdua terpaksa membawa Kenny sendiri ke kamarnya tanpa bantuan para pelayan mansion mewah itu.


“Sebaiknya kau pulang saja Ge! terimakasih sudah mengantarkan Kenny pulang.” Ucap Mom Bella setelah berhasil merebahkan putranya di atas tempat tidur.


“Apa Kenn akan baik-baik saja Tante? Gea takut, Kenn akan muntah-muntah lagi!” Sahut Gea pura-pura cemas.


“Kami orangtua nya, Ge! jadi kau tidak perlu khawatir seperti itu!” Tegas Papah Oscar.


Gea semakin kesal dengan respon yang di berikan kedua orangtua Kenny yang begitu nampak tak bisa menerimanya. Alhasil akhirnya wanita licik itu meninggalkan kediaman keluarga Alvaro tersebut dengan hati yang dongkol penuh kecewa.


“Pah! sebenarnya Kenny kenapa sih? kok Mommy jadi punya firasat buruk ya sama hubungan pernikahannya,” Tutur Mom Bella setelah menyelimuti tubuh putranya yang sudah tak sadarkan diri di atas tempat tidur.


“Papah juga belum tau apa masalah anak kita Mom, sebaiknya kita berdoa saja! mudah-mudahan pernikahan mereka selalu bahagia sampai maut memisahkan!” Sahut Papah Oscar.


“Amin, semoga saja ya Pah!” Ucap Mom Bella. Kedua orangtua Kenny itu akhirnya kembali ke kamar mereka dan melanjutkan tidur.


Keesokan harinya, Jenny terlihat menyuapi Nenek Martha sarapannya. Gadis itu dengan telaten membersihkan setiap makanan yang tertinggal di area wajah Nenek Martha dengan lembut.


“Apa Nenek mau makan buah juga?” Tawar Jenny. Nenek Martha menggelengkan kepalanya, dia menatap Jenny dengan tatapan yang teduh.


“Ya sudah kalau begitu Jenny cuci dulu mangkuk kotornya ya Nek!” Seru Jenny seraya beranjak.


Ceklek…


“Mam, bagaimana keadaan Mamih pagi ini? sepertinya Mamih semakin bugar!” Tutur Mom Bella yang baru saja tiba bersama sang suami.


Nenek Martha hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia bahagia karena di rawat Jenny dengan penuh perhatian. Sejurus kemudian, Jenny terlihat baru keluar dari kamar mandi. Gadis itu ternyata baru saja selesai mencuci mangkuk bekas sarapan Nenek Martha tadi.


“Mom, Pah! apa kalian sudah lama datang?” Sapa Jenny setelah keluar dari kamar mandi.


“Mommy dan Papah baru saja datang sayang,”.


“Kau pasti belum sarapan kan! Mommy membawakan kau sup jamur dan beberapa makanan untuk mu sayang, kau makan ya!” Tutur Mom Bella seraya membuka makanan yang dia bawa dari rumahnya.


“Wah… Mommy tau saja kesukaan Jenny, terimakasih ya Mom!” Ucap Jenny tulus setelah membuka kotak makanan yang di bawakan mertuanya.


“Sama-sama sayang.” Sahut Mom Bella.


Saat Jenny hendak menyendok makanannya, seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut dengan penampilan yang begitu berantakan. Pria bertubuh atletis itu menghampiri tempat tidur sang Nenek seraya menjatuhkan dirinya yang terlihat masih sempoyongan.


Brak…


“Astaga! Kenn! apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Papah Oscar.


“Kenn, ingin memeriksa keadaan Nenek, Pah! Kenn takut Nenek diracuni oleh gadis pembohong itu!” Tuding Kenny.


“Kenn! sepertinya kau masih mabuk! kau pulang saja ya, biar Papah yang mengantar mu!” Ucap Papah Oscar seraya menghampiri sang putra.


“Tidak Pah, Kenny sudah sadar ko, Kenn tidak mabuk! Kenn ingin bersama Nenek di sini!” Tutur Kenny menghampiri temat pembaringan Neneknya.


Jenny masih memperhatikan interaksi suaminya dengan sang mertua, hatinya semakin terasa sesak dan sedih ketika Kenny menuduhnya kembali. Jenny berusaha menguatkan hati dan raganya agar tak terbawa emosi. Dia harus menjaga kondisi kesehatan jiwa dan raganya demi sang buah hati yang sedang ia kandung.


Terakhir kali Jenny berkonsultasi, kehamilannya itu terancam gugur karena Jenny terlalu stress dan beberapa kali mengalami keram dan benturan pada perutnya. Beruntungnya si jabang bayi seakan begitu kuat demi memberi semangat pada sang Mommy untuk memberinya dukungan dan agar Jenny tau jika dia saat ini tidak sendirian.


Setelah beberapa kali menghela nafas, akhirnya Jenny sedikit bisa mengontrol perasaannya, dia pun berniat melanjutkan menyantap sarapannya. Namun lagi-lagi rutinitasnya menghambat dia memakan apa yang akan dia santap di pagi itu.


Hoek…


“Jenn! kau tidak apa-apa kan nak?” Mom Bella mengelus punggung Jenny dengan perasaan cemas.


“Apa sebaiknya kau juga di periksa saja ya, Jenn! kalau Papah perhatikan kau sudah sering muntah muntah begini! Papah panggilkan Dokter saja ya sekalian!” Seru Papah Oscar yang tak kalah cemas.


“Tidak perlu Pah, nanti juga mual nya hilang sendiri ko!” Sahut Jenny.


“Bahkan Papah saja kau tolak kan! kau takut ya kalau kehamilan mu itu di ketahui oleh kami!” Ucap Kenny yang tiba-tiba menyela.


“Hamil? apa itu benar Jenn?” Tanya Mom Bella. Jenny mengangguk lemah, dirinya sudah gagal dalam memberikan kejutan kehamilannya itu.


“Ya ampun sayang, kenapa kau baru memberitahu Mommy sih!” Mom Bella memeluk menantunya dengan begitu bahagia.


“Pah! akhirnya kita mau punya cucu juga, Pah!” Ucap nya lagi seraya tersenyum merekah.


“Mommy jangan senang dulu, karena anak yang Jenny kandung saat ini belum tentu anak Kenny!” Sela Kenny yang membuat kebahagiaan Mom Bella seketika memudar.


“Apa maksud mu Kenn? Jenny sudah pasti mengandung anak dari mu, kau ini ada-ada saja deh!” Sahut Mom Bella mencoba menyangkal.


“Kenny tidak yakin Mom!” Ucapnya ketus.


“Kenn! harus berapa kali aku katakan padamu! anak ini anak kita! aku bisa membuktikannya nanti sesudah kandunganku cukup kuat!” Sela Jenny.


“Alasan! kenapa kau tidak membuktikannya sekarang saja? bukannya jaman sekarang teknologi kesehatan sudah sangat canggih dan banyak yang aman ya! kau pasti hanya mengulur waktu untuk membohongi kita lagi, kan!”.


“Kenn, aku tidak pernah berniat membohongi mu dan kedua orang tua kita! aku berani bersumpah!”.


“Kenn! atas dasar apa kau tidak percaya jika istrimu itu bukan mengandung anakmu? kenapa kau bisa menuduhnya seperti itu?” Tanya Papah Oscar geram.


“Kenny punya buktinya Pah!” Sahut Kenny seraya mengeluarkan ponselnya dari saku jas yang dia kenakan.


Kenny menunjukkan sebuah foto yang di kirim kan Gea malam itu. Kedua orangtua Kenny nampak terkejut dengan foto tersebut, tapi mereka tidak mempercayainya begitu saja. Mereka percaya jika menantu kesayangannya itu tidak mungkin tega mengkhianati mereka.


“Ini pasti hanya kesalahpahaman Kenn, bisa saja foto itu hanya rekayasa seseorang yang menginginkan kalian berpisah! Papah rasa Jenny tidak mungkin melakukan hal hina itu Kenn!” Tutur Papah Oscar.


“Pah, kalau memang benar anak itu anak Kenn, untuk apa dia merahasiakan kabar kehamilannya itu! dia pasti sudah mengatakannya pada Kenn sejak awal,”.


Papah Oscar nampak berpikir, dia masih belum percaya jika menantunya bisa mengandung anak orang lain.


Tok…tok…tok…


Semua orang yang berada di ruangan tersebut akhirnya memfokuskan pandangan mereka ke arah pintu yang di ketuk. Dengan ragu, Mom Bella terlihat menghampiri untuk memeriksa siapa yang berkunjung ke ruangan tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys… 😘😘😘