Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 58 # Ancaman Gea



“Kak! Kenny dan keluarganya begitu ikhlas membantu kita, mereka benar-benar hanya ingin membantu Jenny untuk menyembuhkan Kakak,” Sahut Jenny.


“Hm… apa kau yakin? kau tidak memohon pada mereka dengan iming-iming atau yang lainnya kan?” Tanya Aldo yang langsung di angguki oleh Jenny sebagai jawabannya.


“Baiklah kalau begitu, aku rasa tidak ada salahnya aku menerima tawaran mereka,”.


Seketika mata Jenny berbinar dan segera beranjak untuk memeluk sang Kakak. Jenny benar-benar bahagian karena Kakaknya akhirnya mau menerima juga tawaran pengobatan kakinya itu. Rangga dan kedua orangtuanya yang menyaksikan aksi haru tersebut pun ikut tersenyum bahagia.


Meski mereka tidak bisa banyak membantu kedua Kakak beradik tersebut , namun Jenny dan Aldo begitu bersyukur karena masih ada Rangga dan kedua orangtuanya yang mau menyayangi keduanya dengan tulus setelah kepergian kedua orangtua mereka.


“Sudahlah, sebaiknya kita lanjutkan lagi sarapannya!” Seru Aldo setelah melerai pelukan adiknya.


“Emm…Kak! sebenarnya ada satu hal lagi yang ingin Jenny sampaikan.” Tutur Jenny.


“Hal apa Jenn?” Sahut Aldo bertanya.


“Emm… dalam waktu dekat ini juga, Kenny mau melamar Jenny!” Ucap Jeny setelah mengumpulkan keberaniannya.


“Apa!” Ucap Aldo mengejutkan semua orang di ruang makan tersebut.


“I…iya kak, Kenny akan melamar Jenny dalam waktu dekat ini,” Tutur Jeny terbata-bata.


“Apa kau sudah memikirkannya matang-matang? bukannya terakhir kali pria menyebalkan itu sudah menuduhmu berselingkuh? kau tidak melupakan perlakuan kasarnya padamu kan?” Sahut Aldo dengan sederet pertanyaannya.


“Kak, Jenny sudah memaafkannya, lagi pula Kenny melakukan hal itu karena dia begitu mencintai Jenny, dia menjadi emosi saat melihat Jenny di dekati pria lain,” Tutur Jenny membela kekasihnya.


“Heh! ternyata niat mereka membantu ku untuk pengobatan ada maunya ya, tidak semudah itu Jenn, aku tidak ingin melihatmu di kecewakan lagi oleh bocah menyebalkan itu,” Aldo beranjak berdiri dengan di bantu kedua tongkat yang selalu dia bawa kemana pun. Dia benar-benar kecewa Rp keputusan Jenny yang terbilang terlalu mudah memaafkan Kenny yang sudah merendahkan harga dirinya kemarin.


“Kak! pengobatan itu tidak ada sangkut pautnya dengan hal lamaran Jenny, mereka benar-benar tulus ingin membantu kita, dan satu hal lagi yang harus kakak tau! Jenny mencintai Kenny Kak, Jenny sudah mantap untuk menikah dengannya,” Tutur Jenny seraya mencegah Kakaknya yang hendak melenggang pergi entah kemana.


“Kakak hanya ingin kau tidak salah memilih pendamping hidup Jenn!” Ucap Aldo dan langsung bergegas ke luar rumahnya.


“Bu, bagaimana ini?” Lirih Jenny seraya terisak karena sudah tak kuasa lagi menahan air matanya.


“Tenang lah Jenn! Ibu tau maksud Aldo baik, dia begitu karena dia sangat menyayangi mu, lambat laun dia pasti mengerti dengan keputusanmu itu, sebaiknya sekarang kalian berangkat bekerja saja, bukannya hari ini kau bilang ada pertemuan dengan kolega yang kemarin tidak jadi bertemu ya?” Tutur Ibu Tania menenangkan.


“Ibumu benar Jenn, Aldo pasti akan mengerti perasaan mu nanti, kau harus kuat untuk meyakinkannya, semangat ya!” Ucap Ayah Primus memberi support yang di angguki Jenny seraya mengusap air matanya.


“Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang ya Bu, Yah, dah…” Seru Rangga seraya melangkah ke arah pintu depan rumahnya dan di ikuti Jenny dengan langkah lesunya.


Di perjalanan menuju kantornya, Kenny menerima sebuah chat masuk dari sang kekasih yang memberitahunya jika siang ini dia akan menemuinya untuk makan siang bersama.


Ting… Suara chat masuk.


“Eh… chat dari My Queen ternyata,”.


💌 My Queen: "Kenn, nanti siang aku akan ke kantormu untuk makan siang bersama, kau ada waktu kan?".


“Astaga... aku benar-benar sangat senang jika setiap hari dia seperti ini,” Gumam Kenny seraya menunjukkan senyum merekah di bi***nya. Tanpa membuang waktu Kenny segera membalas chat untuk Jenny.


💌 Kenny : "Ok sayang, aku akan menunggumu nanti, see you later dear 😘,".


Jenny kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas selempang yang dia kenakan untuk bekerja hari itu. Kini pikirannya kembali terfokus pada pekerjaannya untuk menemui sang kolega yang kemarin batal dia temui.


“Jenn, kau yakin akan pergi sendiri?” Tanya Rangga memastikan.


“Iya Ga, kau pergi langsung ke lokasi dekorasinya saja, nanti aku akan menyusulmu jika sudah selesai menemui koleganya,” Jawab Jenny.


“Baiklah, hati-hati ya Jenn, aku pergi sekarang, bye…”.


Jenny kembali merogoh ponselnya di dalan tas selempang yang dia gunakan, ternyata ada panggilan masuk yang mebuat ponselnya terus bergetar dan berdering.


“Nomer siapa ya? apa kolega yang kemarin ya? tapi kenapa nomernya berbeda lagi?” Gumam Jenny sebelum menjawab panggilan telepon tersebut.


“Ah… aku angkat dulu saja deh!” Ucapnya lagi seraya menggeser gambar hijau di layar ponselnya.


Tak lama kemudian terdengar suara seorang wanita yang begitu Jenny kenali dan waspadai di seberang telepon sana. Dia benar-benar penasaran dengan hal yang akan di lakukan wanita genit itu padanya kali ini.


“Hei kenapa kau lama sekali menjawab panggilan telepon dariku, kau takut padaku ya?” Tutur Gea dengan percaya dirinya. Jenny berdecak kesal sebelum menjawab pertanyaan Gea yang meremehkannya.


“Haist! kau terlalu meremehkanku Nona. Bagiku kau hanya remahan kudapan kering yang bisa kapan saja aku singkirkan jika aku mau,” Sahut Jenny tak kalah sombong.


“Arrggg! dasar gadis kurang ajar! sudahlah jangan membuang waktu ku lagi, aku hanya ingin memperingatkan mu supaya tidak menerima lamarannya Kenny, kalau tidak aku akan melakukan hal yang tidak akan pernah kau bayangkan sebelumnya,” Ancam  Gea seraya memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.


“Haist! dasar wanita rubah, dia pikir aku akan takut apa, ha… sebaiknya aku segera ke kafe kemarin lagi saja deh untuk menemui kolega, untung kolega kemarin tidak komplen karena aku pulang duluan,” Gumam Jenny yang lebih memilih pergi dan mengabaikan ancaman Gea.


Sesampainya di Kafe, Jenny segera duduk di salah satu kursi pelanggan dan memesan satu gelas green tea untuk menemaninya menunggu kolega yang akan bertemu dengannya pagi menjelang siang itu.


“Hm… kira-kira orang itu masih lama tidak ya?” Gumam Jenny seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


“Permisi! apa anda perwakilan dari pihak dekorasi?” Sapa seseorang yang suda berdiri di belakang Jenny duduk.


Dengan cepat Jenny menolehkan kepalanya dan membulatkan mata indahnya saat mengetahui orang yang telah menyapanya saat itu.


“Tu...Tuan Jo, apa anda yang dimasud kolega oleh atasan ku?” Tanya Jenny sedikit terkejut.


Jonathan mengukir senyu di bi***nya. Pria itu lalu menarik kursi di hadapan Jenny dan duduk dengan santainya sebelum menjawab pertanyaan Jenny.


“Aku memang yang menyuruhmu untuk bertemu hari kemarin dan hari ini Jenn, apa aku mengejutkan mu?” Tutur Jonathan.


“Ti…tidak Tuan, hanya saja bos ku bilang nama kolega kami itu bernama Tuan Milan, jadi aku sedikit bingung ketika mengetahui kau yang datang, kenapa Tuan tidak memakai nama asli Tuan saja?” Tutur Jenny menjelaskan.


“Aku memang sudah memakai nama asli ku Jenn, mungkin bos mu terlalu suka memanggilku dengan nama Milan, karena namaku memang Jonathan Milano,” Sahut Jonathan yang membuat Jenny membulatkan mulutnya.


“Oh… begitu ya, aku baru tau sih, hehe…”Seru Jenny seraya tersipu.


“Sudahlah, tidak perlu di pikirkan lagi. Oh iya sebelum membahas pekerjaan, ada yang ingin aku katakan padamu Jen,” Sahut Jonathan.


“Emm… apa yang ingin anda sampaikan Tuan?” Tanya Jenny.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys...😘😘😘