
Karena Ling In Chuan mengatakan kalau dirinya sudah siap, dan akan berusaha menahan rasa sakit yang akan akan dialaminya,Ling Ling tanpa membuang waktu segera melakukan terapi fisik.
Pertama yang dilakukannya adalah mengetuk - ngetuk kedua kaki Ling In Chuan. Kemudian dia bertanya, "Apakah merasakan sakit? Kedipkan matamu bila merasa sakit!"
Ling in Chuan tidak mengedipkan matanya . Ling Ling pun mengetuk-ngetuk kembali kaki Ling In Chuan sampai gadis itu mengedipkan matanya, karena merasakan sakit.
Hal seperti itu juga yang di lakukan Ling Ling pada kedua tangan Ling In Chuan. Kemudian Ling Ling memanggil pelayan yang memang dari awal di beri tugas merawat Ling In Chuan.
"Kau kemarilah!" Pelayan cantik itu mendekati Ling Ling. "Saatnya kamu menerapi Ling In Chuan. Aku akan menuntunmu melakukannya! Dan ini harus kau lakukan saat pagi dan sore hari, dan ini wajib dikerjakan!"
"Baik Nona Ling! Saya akan melakukannya! Saya tidak akan mengecewakan. Tugas yang Anda berikan akan saya kerjakan dengan sungguh - sungguh."
Ling Ling kemudian memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan pelayan cantik itu pada kedua kaki dan tangannya Ling In Chaun.
Pelayan cantik itu mulai menggerakkan kaki Ling In Chuan seperti intruksi Ling Ling. Begitu kaki diangkat ke atas kemudian ditekuknya secara bergantian antara kanan dan kiri.
AAAHHHH....
AAAAHHH...
Ling In Chuan menjerit menjerit kesakitan. Matanya berkaca- kaca mau menangis karena tidak sanggup menahan rasa sakit yang luar biasa yang saat ini sedang dialaminya.
Ling Ling yang melihatnya mencibir Ling In Chuan, "Kau mau sembuh bukan! Jadi bertahanlah! A..a..a .. Tidak pakai acara tangis - menangis! Seolah-olah kami telah menyiksa kamu saja."
Ling In Chuan yang mendengar ucapan Ling Ling sekuat tenaga tidak menangis, walau rasa sakit itu benar- benar membuatnya hampir pingsan saja.
Pelayan itu kini mulai menerapi fisik tangan Ling In Chuan. Dan caranya juga sama dengan apa yang di lakukan pada kaki. Begitu tangan Ling In Chuan di tekuk kuat...
AAAUUUHHH..
AAAAUUUHHH ...
Dan kegiatan terapi fisik yang dilakukan pelayan cantik itu kepada Ling In Chuan berlangsung selama 1 jam.
("Dasar Ling Ling gadis jahat! Apa kau belum cukup melihat penderitaanku? Kau itu sebenarnya beneran mengobatiku, ataukah kau sebenarnya ingin menambahi penderitaanku, dengan menyiksa fisikku secara perlahan - lahan seperti ini.") ucap Ling In Chuan dalam hatinya.
Gadis itu sekarang meragukan Ling Ling. Apa benar Ling Ling mau membantu dirinya , dengan cara menyembuhkan penyakit kelumpuhan yang selama ini dialaminya.
Ling Ling tersenyum melihat cara gadis itu memandangnya. Karena Ling Ling dapat menebak, kalau gadis itu sekarang ini meragukan kesungguhannya untuk mengobati dirinya. Dan dia pun tahu kalau gadis ini marah padanya karena merasa dipermainkan oleh Ling Ling.
Ling Ling pun berbicara setelah beberapa lama, " Kalau mau sembuh, Inilah yang harus kau alami. Setiap hari kau akan mengalami rasa sakit itu. Dan itu akan kau alami selama 30 hari."
" Bukankah dari awal sudah aku katakan bahwa pengobatan ini sangat menyakitkan! Makanya aku bertanya Kepadamu tersedia apa tidak menjalankan pengobatan ini. Kalau sudah menjalaninya tidak bisa berhenti di tengah jalan karena akan sia - sia saja."
Ling In Chuan mendengarkan semua apa yang di ucapkan oleh Ling Ling. Dia hanya bisa menarik nafas panjang karena apa yang diucapkan Ling Ling itu memang benar adanya.
Ling Ling kemudian mengambil obat dari cincin dimensinya. Obat yang diambil ada tiga macam jenisnya. Tiga macam pil itu adalah pil Anti nyeri, pil pengecer darah dan pil saraf. Kini pil-pil itu ada di tangan Ling Ling.
" Ini adalah pil yang harus diminum oleh Ling In Chuan. Pil yang berwarna putih harus di minum saat pagi. Sedangakan sisanya harus diminum pada malam hari sebelum tidur! Dan jangan lupa Hanya satu pil saja."
Pil -pil itu langsung Ling Ling serahkan kepada dua pelayan cantik yang memang ditugaskan secara Khusus untuk merawat, menjaga dan mengobati Ling In Chuan.
Kedua pelayan cantik itu dengan serius memperhatikan petunjuk yang di ajarkan oleh Ling Ling. Karena mereka berdua tidak mau sampai ada kesalahan.
" Setelah selesai minum obat, kau sebaiknya istirahat! Dan Jangan berpikir yang macam- macam karena itu bisa mempengaruhi saraf otakmu." ucap Ling Ling dengan apa adanya tanpa ada yang di tutupinya.
" Kalau kau ingin cepat sembuh, kau harus mendengarkan semua ucapanku!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...