
Bandit Pelayan langsung tersenyum gembira, menciptakan peluang telah dirinya dapatkan. Sekarang akan sangat mudah bagi Bandit Pelayan untuk menjalankan tugasnya, menaburkan racun pada dua masakan yang khusus dibuat dari tangan trampilnya.
Satu jam lamanya waktu yang di butuhkan oleh Bandit pelayan membuat Tumis kangkung dan Sup ikan sidat. Dia melihat ke kanan dan melihat ke kiri, memastikan tidak ada orang yang memperhatikan dirinya mengambil sesuatu dari dalam kantong penyimpanannya.
Dirasa sudah aman, langsung saja Bandit Pelayan menghentakkan tangannya, tiba-tiba saja muncul sebuah botol kecil berwarna coklat. Dengan segera dia menuangkan isinya sedikit ke dalam tumisan kangkung kemudian tak lupa mengaduknya agar tercampur rata dan kembali menuangkan sedikit isi botol kecil warna coklat itu pada sup ikan sidat, ia pun segera mengaduknya agar tercampur rata.
Dia juga memastikan kalau racun yang di gunakan itu tidak akan merubah rasa dan juga penampilan dari masakannya. Itu di lakukannya agar tidak memancing kecurigaan.
"Masakan yang aku buat sudah selesai! Biar ayam bakar ini aku yang meneruskannya!" ucap Bandit Pelayan mengambil bumbu dan mengoleskannya pada ayam yang sedang di bakar. Koki yang menangani ayam bakar menganggukan kepala kemudian dia mengerjakan yang lainnya.
Apa yang di lakukannya pada sup ikan sidat dan tumis kangkung juga terjadi pada ayam bakar, dia menuang racun pada bumbu ayam bakar. Dan hal itu di lakukannya dari masakan satu ke masakan lain, hingga semua hidangan yang di buat hari ini semuanya mengandung racun.
Bandit Pelayan tersenyum puas karena tugasnya sudah berhasil separuh jalan, tinggal mengirim makanan itu pada penghuni kediaman keluarga Ling. Harapannya semua orang menyantap masakan hingga ludes sehingga saat penyerangan oleh rekan Bandit Tengkorak Hitam tidak akan ada perlawanan yang berarti. Dengan begitu tugasnya baru bisa di bilang berhasil.
"Segera suruh para pelayan, mengirim semua makanan ini pada penghuni kediaman! Mereka semua pasti sudah menunggunya! Khusus untuk Paviliun Homeling, para pelayan pribadi Nona Ling Ling sendiri yang akan mengambil hidangan yang akan disantap!" Ling Fei mengintruksikan pada rekan- rekan kokinya.
Senyum puas terlihat di wajah Bandit pelayan, melihat semua makanan itu satu persatu meninggalkan Barak Dapur dan mulai diantar ke tiap Paviliun dan Barak kediaman Keluarga Ling.
🌿🌿🌿
Paviliun Homeling
Ling Ling baru selesai berlatih tahap tiga dari Warisan Pheonix penguasaan akan api. Badannya basah oleh keringat dan hal itu juga yang terjadi pada dua pelayan pribadinya Ling Chi dan Ling Yun. Kedua pelayan cantik itu pun baru saja menyelesaikan latihannya.
Kedua pelayan itu mengulang kembali gerakan dari jurus yang di ajarkan oleh Ling Ling. Ketiga gadis cantik itu duduk bersandar pada dinding dengan kaki lurus. Nafas mereka naik turun dengan tempo yang masih sedikit cepat.
Keletihan terlihat jelas pada tubuh mereka, tapi senyum kepuasan nampak sekali di wajah cantiknya.
" Kalian berdua hebat...! Dalam waktu 3 hari, sudah bisa menguasai gerakan jurus pedang menari! Kemajuan kalian ini patut aku acungi jempol!" Puji Ling Ling pada Ling Chi dan juga Ling Yun.
Ling Ling tidak heran dengan peningkatan mereka berdua dan saat ini sangat puas dengan kemajuan yang di capai Ling Chi dan Ling Yun. Karena Kedua pelayan pribadinya itu selain berbakat juga giat sekali berlatih.
"Emm... Nona terlalu memuji kami. Ini semua karena Nona Ling adalah guru yang hebat. Penjelasan yang Nona sampaikan ringkat, padat dan gampang dipahami sehingga kami mudah untuk menyerap dan mempraktekkannya." ujar Ling Chi apa adanya.
"Aih... Apa kalian tidak lapar? Capekkan berlatih! Sudah saatnya diisi kembali dengan tenaga yang telah menghilang!"
"Ops... Hehe... Kami akan segera menyiapkannya! Nona tunggu sebentar ya!" ucap Ling Chi langsung berdiri dan bergegas berlari kecil meninggalkan Ling Ling dan Ling Yun.
Ling Yun ikutan berdiri langsung berbicara, " Saya akan segera menyiapkan perlengkapan mandi, Nona Ling."
" Nanti saja mandinya. Kita makan bersama dulu. Lagian cacing di dalam perutku sudah pada protes minta segera diisi. Kamu bantu Ling Chi saja mengambil beberapa menu tambahan! Jangan lupa bawakan aku buah Pomelo!"
" Baik Nona..., Saya akan memetiknya beberapa buah. Kebetulan kemarin saya melihat banyak yang sudah masak!" ucap Ling Yun kemudian gadis cantik itu pergi meninggalkan Ling Ling sendirian.
Tak perlu menunggu waktu lama, Ling Chi datang dengan membawa beberapa menu masakan. Hidangan itu segera di tatanya di atas meja makan. Ling Ling datang mendekat dan mau duduk tapi karena hidung Ling Ling sangat sensitif dengan racun.
Dan itu dari berasal dari atas meja makan. Tidak heran apa bila Ling Ling langsung menyadari ada yang tidak beres dengan hidangan yang di bawa Ling Chi. Dilihatnya satu persatu hidangan yang ada di atas meja. Manakah hidangan yang di dalamnya mengandung racun.
" Nona Ling, Silakan! Mumpung semuanya masih panas, baru selesai di masak! " Ucap Ling Chi menawarkan hidangan yang di atas meja itu. Tangan Ling Chi pun terulur mau mengambil piring.
"Berhanti!" ucap Ling Ling. "Aku merasa ada yang tidak beres dengan menunya! Harus di periksa dulu demi keamanan!"
"Ehh...Apaaa? Maksud Nona Ling Ling hidangan ini ada racunnya?"
"Berani sekali mereka mau meracuni nona? Siapa yang telah berani melakukan hal itu?" Ling Yun datang dengan membawa banyak buah pomelo.
Ling Ling segera mengeluarkan jarum perak dari dalam cincin dimensinya, untuk mengetahui biar lebih pasti lagi, mana yang beracun mana yang tidak beracun.
Gadis antik itu lalu memasukkan jarum perak itu ke tumisan kangkung, dan ketika di ambil ternyata mengandung racun. Kemudian Ling Ling mencobanya lagi menancapkan jarum perak pada ayam bakar ternyata ketika jarum perak di ambil ujung jarum yang menancap berubah warna hitam, yang berarti ayam bakar pun beracun.
Ling Ling mengulangnya pada setiap masakan ternyata hasilnya sama semua. Seluruh masakan yang tersaji ternyata semuanya mengandung racun. Ling Yun terbelalak matanya, apa lagi Ling Chi yang tadi mengambil makanan, untung saja dia tidak tergoda. Ling Chi tidak bisa membayangkan apa jadi dirinya kalau tadi di tergoda dan akhirnya mencicipi salah satu dari makanan itu.
"Untung..., Nona peka dengan racun! Sehingga kita semua selamat, terhindar dari marah bahaya." ucap Ling Chi yang di angguki oleh Ling Yun.
Ling Ling mengepalkan kedua tangannya dan juga berusaha menahan emosinya setelah mengetahui semua itu. Siapa orang yang ada dikediaman Ling ini yang bermaksud mencelakainya.