Ling Ling

Ling Ling
Bab 49



Tabib Hang tersenyum mendengarnya, kemudian dia pun kembali berkata kepada Ling Ba Tin kepala pelayan Keluarga Ling.


"Kau memang benar, usianya seumuran dengan anakku tapi aku tidak memiliki anak perempuan. Yang aku miliki tiga anak laki -laki. Oleh karena itu, aku tidak merasa sedang bergulat dengan anakku dan aku juga tidak merasa bersalah. Aku justru merasa bangga, senang dan puas bisa bercinta dengan gadis yang masih belia."


"Kau gila! Ada yang tidak beres dengan otakmu itu! Bagaimana bisa tabib Hang, dirimu malah bangga melakukannya?" Ucap Ling Ba Tin sambil menggelengkan kepalanya.


"Enak saja bilang aku sudah gila. Aku ini masih waras masih sadar dengan apa yang telah aku lakukan! " ucap Tabib Hang protes tidak terima dirinya dikatakan sudah gila oleh Ling Ba Tin.


Perlahan tabib Hang melangkah mendekati Ling Ba Tin dengan keadaan yang masih telanjang bulat tanpa memakai sehelai pun benang yang menutupi tubuhnya.


"Kenapa dari tadi kau hanya berbicara saja, Ling Ba Tin? Cepat seret tua bangka ini, hajar dia sampai mampus. Berilah hukuman yang setimpal yang memang pantas di terima tua bangka ini. Teriakkan dan jeritan dari tua bangka akan mengobati luka hatiku ini!" ucap Ling In Chuan dalam hati.


"Ck, menjijikkan! Jangan mendekat! Bagaimana bisa kau mendekat padaku masih polos begitu? Haiii... Pakailah bajumu itu!" ucap Ling Ba Tin kepada Tabib Hang yang tak tahu malu.


"Hehe.. Pakai baju? Ahh...malam masih panjang! Bagaimana bisa aku meninggalkan Ling In Chuan yang lagi bersedih seperti itu? Dia butuh hiburan. Untuk bisa melepas kesedihannya!" ucap tabib Hang.


Tabib Hang berdiri di depan Ling Ba Tin tiba -tiba memegang tangan Ling Ba Tin dan langsung menariknya menuju ke ranjang tempat Ling In Chuan berbaring.


Ling Ba Tin terkejut dirinya di tarik mendekati ranjang. Dimana disana Ling In Chuan masih telanjang bulat. "Apa yang mau kau lakukan tabib Hang? Lepaskan tanganku!"


Sekarang kedua orang tua itu berdiri di samping ranjang. Tabib Hang memandang mesum Ling In Chuan sedangkan Ling Ba Tin menutup kedua matanya tidak mau melihat apa yang ada di hadapannya.


"Ling Ba Tin, Aku tidak mau melepaskan hasratku pada Ling In Chuan. Salah satu jalan adalah aku harus bisa mempengaruhimu agar tidak ada bedanya denganku. Aku harus rela membagi Ling In Chuan. Dan ini akan tetap menjadi rahasia yang sangat menyenangkan!" ucap Tabib Hang dalam hati penuh tekad.


Kemudian perlahan tangan Ling Ba Tin di arahkan oleh Tabib Hang bertengger pada mangga besar yang kembar milik Ling In Chuan. Di tekannya tangan Ling Ba Tin ke bawah.


"Jangaaan! Ling Ba Tin sadarlah! Aku ini Ling In Chuan majikanmu, kau harus menolong dan melindungiku! Jangan berani kurang ajar padaku!" ucap Ling In Chuan dalam.hati.


Telapak tangan Ling Ba Tin langsung menyentuh kulit halus dan rasa kenyal saat tangannya di tekan dari atas oleh tangan Tabib Hang. Tangan Ling Ba Tin sedikit bergetar.


Dengan cepat Ling Ba Tin menarik kembali tangannya dari mangga milik Ling In Chuan. Ling Ba Tin menatap Tabib Hang dengan Emosi. "Kau, apa yang kamu lakukan tabib Hang? Jangan samakan aku denganmu? Aku tidak mau!"


Dengan tersenyum tabib Hang berkata, " Lihatlah Nona Ling In Chuan ini! Ayo lihat.. " Ling Ba Tin mengalihkan pandangannya ke Ling In Chuan. "Buka matamu! Ayolah...! Aku tidak menyangkah kalau kau Tuan Ling Ba Tin sebegitu pengecutnya".


Ling Ba Tin yang merasa di remehkan oleh tabib Hang langsung membuka kedua matanya memandang lurus ke Ling In Chuan. Tak perlu menunggu lama Ling Ba Tin menelan Liurnya karena melihat tubuh polos Ling In Chuan. Dan tabib Hang yang mengetahinya hal itu, dia akan memanfaatkannya.


"Tubuhnya indah dan sintalkan! Sangat luar biasa enak dan nikmat bila di rasakan!" tabib Hang Berbicara sambil tangannya sekali lagi mengarahkan tangan Ling Ba Tin menyentuh pada benda kenyal besar yang kembar. "Perhatikan dan rasakan ke halusanya, kelembutannya dan juga kekenyalannya."


Tangan Ling Ba Tin di bimbing oleh tangan tabib Hang mempermainkan benda kenyal itu. Di tekan , di tepuk- tepuk, di cubit dan di remas.


Tak lama kemudianTabib Hang menarik tangannya yang ada di atas tangan Ling Ba Tin. Tangan Ling Ba Tin tidak berhenti, masih saja mempermainkan benda kenyalnya Ling In Chuan.


...****************...