Ling Ling

Ling Ling
Bab 219



"Nona Ling Yu Bing, Anda masih sakit, lebih baik Istirahatlah sebentar. Nanti bisa bergabung lagi dalam perayaan Festival setelah sembuh. Khan hanya butuh satu jam saja."


" Baik Pangeran! Terima kasih... Saya permisi." Ling Yu Bing pergi, tidak lupa memberi salam pada Pangeran Li Sau Yi.


"Aih... Itu tadi sudah bagianmu. Sekarang giliranku ... Kau harus membayar apa yang telah kau lakukan. Hehe..." Ucap dalam hati Ling Ling saat Ling Yu Bing berbalik bersama pelayan istana.


Ling Ling segera mengambil jarum tipis, setebal helai rambut dari cincin dimensinya. Jarum yang pastinya sudah mengandung racun.


"Hehe... Rasa gatal yang kau rasakan sangat cocok dengan racun ini. Dan aku pastikan, kau akan berterima kasih, Hihi... Tentu saja pada siapa pun orang yang membantumu mengatasi dan meringankan gatal itu..." Ling Ling membatin kembali.


WHUUUUS


Dengan gerakan secepat kilat, jarum setebal rambut itu melesat dengan kecepatan tinggi, terbang ke arah Ling Yu Bing. Karena rasa gatal yang dialaminya, dan kedua tangannya tidak berhenti menggaruk terus anggota tubuhnya, sehingga gadis itu tidak menyadari saat jarum itu menembus dan menancap pada lehernya.


"Ahh, Gelas arak kita sudah terisi lagi, ayo kita minum..." ucap He Lian berusaha mengembalikan suasana yang sempat ricuh gara-gara peristiwa yang terjadi tadi dengan Ling Yu Bing.


Sementara Ling Yu Bing yang di antar pelayan istana menggaruh tubuhnya yang gatal lebih intens lagi. Dia tidak peduli melakukannya sambil berjalan.


"Uhh, gatalnya...! Padahal sudah minum obatnya. Tapi kenapa rasanya makin panas...!" Ling Yu Bing mengeluh.


" Masih jauhkah tempatnya?" Tanya gadis cantik itu pada pelayan istana.


"Tidak Nona, sudah dekat. Di depan sana itu. Jawabnya sambil menelunjuk bangunan Paviliun Merah yang letaknya paling dekat dengan taman.


 Terpaksa Ling Yu Bing harus ke paviliun Merah sendirian. Di depan pintu Paviliun Merah ada 2 prajurit yang menjaga.


" Apa ada kamar kosong yang bisa aku pakai?" Tanya Ling Yu Bing pada prajurit jaga.


  Kedua prajurit jaga yang ditanya itu diam. Mereka kaget dan heran akan penampilan gadis yang ada di hadapannya. Gadis cantik itu tidak malu sama sekali menggaruk badan bagian depannya di hadapan mereka. Apa lagi itu area gunung kembar. Dan hanfu yang dikenakan gadis itu juga bagian atasnya agak terbuka.


GRAK AAHH UUHH...


Jadi tidak aneh apa bila prajurit jaga tidak fokus dengan pertanyaan gadis itu, karena mata kedua prajurit itu melotot memandangi gerakan tangan maju mundur yang tiada henti di salah satu area sensitif yang dimiliki gadis itu.


"Brengseeek! Ada kamar kosong tidak! Aku butuh...!" Bentak Ling Yu Bing dengan terpaksa mengulang kembali pertanyaannya.


UHH AAHH...


"Hehe... Ada Nona. Ayo saya tunjukkan kamarnya." Ucap prajurit jaga 1. " Biar aku yang mengantarnya kau tetap jaga di sini." ucapnya pada temannya.


Prajurit jaga satu langsung bergerak dan diikuti oleh di belakangnya oleh Ling Yu Bing.


"Ehh, kita antar bersama. Ini baru benar, Hehe..." Kata prajurit jaga 2 langsung mengekor di belakang gadis itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...