Ling Ling

Ling Ling
Bab 11



Yuan Long mendekat dan makin dekat pada Ling Ling, tapi hal ini sudah di antisipati oleh Ling Ling.


"Mengucapkan selamat dengan jaga jarak! Aku tak mau dan tak menginginkan ucapan seperti yang kemarin!" ucap Ling Ling mengingatkan.


"Haha ....Oh harus beda! Jadi tak boleh sama! Kalau yang seperti ini bedakan!" Yuan Long bergerak di belakang Ling Ling kemudian memeluknya dari belakang dan kepalanya disandarkan pada bahu kanannya.


Ling Ling terkejut dengan gerakkan spontan dari Yuan Long dan tubuhnya sedikit merinding merasakan hembusan nafas Yuan Long menerpah leher jenjangnya.


Ling Ling berusaha melepaskan pelukan itu tapi Yuan Long makin mengeratkannya.


"Aku bilang lepaskan? Yuan Loooong lepas? Kenapa kau perlakukan aku seperti ini? Ini namanya pelecehan?" Ling Ling masih kesulitan melepaskan tangan Yuan Long.


Yuan Long menjawab perkataan Ling Ling, "Aku! Mana mungkin aku melecehkan kamu! Ini itu bentuk kerinduanku!" Sambil melepaskan pelukannya.


"Hah rindu! Haha... Tiap hari bertemu rindu! Hehe... Siapa yang bakal percaya? Aku ini bukan bocah jadi percuma aja membodohiku! Dasar mesum," Kata sarkas Ling Ling.


"Haduch... Di bilangin tidak percaya! Aku itu rindu tak bertemu Bi - BIR - MU !" ucap Yuan Long mengedipkan mata sedang Ling Ling langsung terdiam.


Ling Ling kembali ke tempat tumbukan harta dan memegang beberapa perhiasan. Bersamaan dengan pintu ruangan terbuka.


BRAAK


"Siapa itu? Ling Ling apa yang telah kamu lakukan, kamu mau mencuri hartaku?" ucap Ling In Wurong.


"Haha ... Bagaimana mungkin ini di sebut mencuri ! Ling In Wurong apakah kau melupakan bantuan dan pinjaman yang telah di berikan oleh ayahku dulu. Anggap aja kau telah melunasinya padaku."


Ling In Wurong berkata dengan emosi, "A.... apa yang kau katakan? Itu semuanya tidak benàr jangan cari alasan."


"Ling In Wurong apa karena ayah sudah tidak ada! makanya kamu berusaha untuk menghindar dan tak bau bayar utang," ucap Ling Ling mencibir.


"Kalaupun ternyata tidak bisa dan mampu anggap saja kau sedang memberi aku kompensasi hartamu ini buat beli baju dan keperluan lainnya."


"Ling Ling tunggu saja pembalasanku! Tak lama lagi Ling Yuyu akan pulang! Ku pastikan nanti kau mati sangat, sangat , sangat mengenaskan ," Ucap Ling In Wurong penuh emosi.


Ling Ling melihat kesamping mau mengajak Yuan Long pergi dari ruangan itu. Tapi Yuan Long sudah tidak ada, kapan Yuan Long pergi pun Ling Ling tidak tahu. Dia melangkahkan kaki keluar ruangan meninggalkan Ling In Wurong yang shock kegilangan hartanya.


Ling Ling ke pasar untuk beli beberapa hanfu dan bahan obat untuk ramuan. Suasana pasar yang ramai dengan banyaknya pedagang yang menjajakan dagangannya. Ling Ling memutuskan memasuki toko baju terlebih dulu.


"Pelayan berikan aku hanfu terbaik kalian! Harga bukan masalah bagiku!" ucap Ling Ling yang senang sudah menjadi kaya raya karena harta rampasan dari Ling In Wurong.


Ling Ling melihat sebuah toko yang begitu penuh pengunjung, membuatnya penasaran. Tapi dia tidak bisa masuk dan dia mulai mempraktekkan warisan phioenix tahap pertama yaitu bicara dengan binatang.


"Teknik Racabi!" Kemudian dia melihat seekor burung yang bertengger di ranting pohon dekat toko.


"Ada apa? Kenapa toko ini ramai sekali burung baik?" tanya Ling Ling pada burung kecil.


Orang lain mendengar burung itu lagi berkicau tapi di pendengaran Lin Lin..." Ada Nona muda dari keluarga Tang sedang di bawa berobat pada tabib Yun Yin! Sekarang tàbib Yun Yin sedang meragakan pengobatan di depan para pengujung! Tapi kondisinya parah! Sangat mengkwatirkan!"


Sebagai seorang ahli ramuan di zamannya dia ingin tahu seberapa hebat tabib ini setelah tahu situasinya dari burung kecil. Dia memaksa diri bisa masuk dalam toko dan melihat dari dekat.


"Tabib cepat obati Nona Muda kami, Nona muda kena penyakit dingin! Bisa sembuh kami sanggup bayar berapa pun biayanya," ucap pelayan itu.


"Ini aku sedang buatkan obatnya! setelah meminum ramuan ini dia akan sehat," jawab Tabib Yun Yin.


"Kalau kau memberikan gadis itu bahan obat yang kau racik, dia dalam masalah?" ucap Ling Ling tiba - tiba.


"Gadis kecil kamu ini bicara apa? Kamu jangan sok tahu? Kau tahu apa tentang ramuan? Aku ini sudah sangat berpengalaman jadi tahu pasti yang aku lakukan," ucap Tabib Yun Yin meremehkan.


"Nona, kamu jangan ganggu tabib yang sedang konsentrasi menyembuhkan majikanku!" ucap pelayan itu merasa Ling Ling adalah pengganggu dan pengacau.


"Silakan saja di lanjut pengobatannya? " ucap Ling Ling tanpa dosa.


Tabib segera meminumkan ramuan yang telah di buatnya pada gadis muda itu.


pengunjung 1, "Tabib Yun Yin adalah dewa hidup berani sekali wanita ini."


Pengunjung 2, "Gadis bodoh dari mana ini, mengganggu tabib hebat dalam mengobati pasiennya! Anak sekarang memang kurang sopan santunnya."


Pengunjung 3, "Gadis itu tak tau apa - apa, dasar tak tahu diri!"


"Tabib Yun Yin apa yang terjadi? Ada apa dengan Nona Mudaku! Kau tidak salah mendiagnosa dan ngasih obatkan?" kata pelayan itu semakin mengkwatirkan majikannya.


"Aku tidak bisa mengatakan kalau aku salah mendiagnosa gadis ini! bisa hancur harga diriku!" ucap tabib Yun Yin dalam hati.


" Penyakit Nona mudamu itu yang sudah teramat parah sehingga kasiat obatnya menjadi tidak berguna," jawab Tabib Yun Yin tidak mau disalahkan.


*********