Ling Ling

Ling Ling
Bab 37



Xiao Xiao yang tergeletak tak sadarkan diri di jalan kini di kerubuti para penonton yang melihat perkelahian tadi.


"Apa ada dari kalian yang masih ada hubungan dengan Keluarga Xiao?" ucap penonton tiga kepada orang - orang yang berdiri di sekitarnya. "Kalau ada antarkan Nona Xiao ini pada keluarganya."


"Ada aku, tapi jujur saja aku takut membawanya! Lihatlah kondisinya, Aku kwatir nanti yang di salahkan atas kejadian yang menimpah dirinya," ucap pemuda tampan baju hijau itu.


"Apa yang kau katakan ada benarnya? Tapi demi kemanusiaan bagaimana kalau kita sebagian ikut mengantar, jadi bisa menjadi saksi." ucap gadis cantik itu.


**********


Pavilium Homeling


"Nona, akhirnya Anda pulang!" ucap Ling Yen pada Ling Ling. "Saya sudah menyiapkan semua keperluan mandi Anda."


Ling Ling yang baru saja tiba hanya bisa menganggukkan kepalanya, tanpa berkata - kata langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket oleh keringat.


Ketika keluar dari kamar mandi Ling Ling melihat Yuan Long sudah berada dalam kamarnya.


"Aku punya hadiah untukmu! Dan ini sangat spesial, Kau akan suka dengan hadiah kejutan dari diriku ini!" ucap Yuan Long percaya diri dengan senyum yang sangat menawan.


Ling Ling melihat benda yang terbungkus kain yang ada di ranjangnya itu. Perlahan tangannya terulur menarik kain yang menutupi hadiah yang Yuan Long berikan kepada dirinya.


Mata Ling Ling terbuka lebar melihat hadiah yang diberikan oleh Yuan Long. Ling Ling sungguh tak nyangkah bisa memiliki pedang yang sangat bagus dan berkwalitas tinggi.


"Yuan Long bagaimana kamu tahu kalau aku sangat ingin senjata?" ucap Ling Ling kepada pemuda tampan itu. "Hadiah kejutan darimu ini sungguh membuat aku bahagia dan senang.


Yuan Long tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Ling Ling. " Tentu aja aku tahu apa yang jadi keinginanmu? Dan bisa mewujudkan adalah keharusan yang akan aku lakukan untukmu? Melihat kamu tersenyum begitu membuat diriku merasakan kebahagiaan."


Mata Ling Ling berbinar mendengar apa yang di ucapkan oleh Yuan Long. Walau kehadiran Yuan kadang membuatnya jengkel karena kemesumannya tapi bila tidak ada Yuan Long dirinya juga merasa sendirian dan kesepian.


Sejak dirinya berada di dunia baru ini, orang pertama yang menemani dan selalu bersamanya adalah Yuan Long. Kenyataannya Yuan Long tidak perna meninggalkan dirinya. Yuan Long berbuat sesuatu selalu berakhir dengan kebaikan Ling Ling sendiri kecuali kekurang ajarannya suka nyiam- nyium dirinya.


"Eh..! Hehe... Terima kasih. Hadiah darimu sungguh membuat aku berkesan, sangat berkesan malah! Kau memang yang terbaik!" ucap Ling Ling tersenyum dan mengangkat ibu jarinya.


Mendapat ucapan terima kasih dari Ling Ling tidak langsung membuat Yuan Long gembira. Tiba - tiba dalam sekejap mata Yuan Long berdiri tepat di depannya, menarik pinggang Ling Ling dan menundukkan kepalanya menyentuh bibir ranum Ling Ling dengan lembut.


Ling Ling yang tidak menyangkah mendapat serangan tiba - tiba Yuan Long hanya bisa kaget. Dirinya ingin berontak pun sudah terlambat karena Yuan Long telah mengunci tubuhnya. Karena terlalu senang mendapatkan pedang Ling Ling melupakan tabiat kemesuman Yuan Long suka mencari kesempatan mencuri ciuman.


Yuan Long mengakhiri ciumannya kemudian berkata lirih, "Inilah ucapan terima kasih yang benar, antara kau dan aku! Jangan perna lupa itu, harus selalu kau ingat."


Usai bicara Yuan Long melangkahkan kaki keluar kamar Ling Ling. Sedangkan Ling Ling masih berdiri menatap kepergian Yuan Long.


Ling Ling menarik napas panjang setelah punggung Yuan Long menghilang di balik pintu. "Kenapa dengan diriku ini ? Kenapa sekarang tidak bisa marah saat Yuan Long menciumku?" gumam lirih Ling Ling. "Semakin ke sini aku jadi terbiasa dengan sentuhannya. Malah aku jadi ikutan terhanyut oleh bibir tebal kenyal itu saat bibirku di lahapnya!" Secara refleks tangan Ling Ling menyentuh bibirnya sendiri.


"Ling Ling sadar, sadar ,sadar kau tidak boleh lemah begini! Kau harus kuat hidup di dunia ini yang lemah akan tertindas! Hidup di dunia ini sangat keras kau juga harus memakai otakmu!"


Ling Ling memainkan pedang yang ada di tangannya. " Hem... Selera Yuan Long boleh juga! Pedang ini selain bahan yang berkualitas, pembuatannya juga rapi dan juga sangat ringan. Cocok sekali bila yang memakai adalah seorang wanita."


Cukup lama Ling Ling memainkan pedang yang dia dapat dari Yuan Long. Kemudian dia menyimpan pedang itu di dalam cincin dimensi miliknya. Senyum kepuasan terlihat jelas di wajah cantiknya itu.


Ling Ling keluar kamar dan bertemu dengan Ling Chi yang mempersiapkan makan malam. Ling Chi yang melihat Ling Ling mendekat segera saja berbicara. " Nona Ling, saya dapat kabar terbaru dari Pavilium Roseling. Bahwa besok Nona Ling Yuyu tiba di kediaman Ling. Sekarang mereka sedang mempersiapkan segala sesuatu yang layak untuk menyambut kedatangannya."


"Oh... Akhirnya orang yang sangat di harapkan! Begitu di nantikan kehadirannya oleh Ling In Wurong besok baru nyampai ? Untuk menggadapi diriku Ling In Wurong sangat percaya dan yakin gadis ini bisa dan mampu memberi pelajaran pada diriku! Hem... Sebentar lagi menginjakkan kakinya di kediaman Keluarga Ling ini. Aku jadi tidak sabar..." ucap Ling Ling.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling Ling mulut Ling Chi jadi terbuka beberapa saat. Kemudian tersadar dari rasa terkejutnya.


"Nona tidak takut dan kwatir? Nona Ling Yuyu sangat hebat, dia terkenal jenius dan kultivasinya sangat tinggi!" ucap Ling Chi kepada Ling Ling yang makin tersenyum lebar mendengar apa yang di katakan oleh Ling Chi.


"Kenapa harus takut? Belum apa - apa sudah keburuh takut itu justruh merugikan diri sendiri?" ucap Ling Ling memandang lurus mata Ling Chi. "Apa kau pikir aku akan membiarkan mereka bisa berbuat seenaknya pada diriku? Kalau diam mereka akan makin menjadi dan besar kepala!"


********