
"Baik Nona Ling In Chuan! Kami akan berusaha mendapatkannya obat atau ramuan yang bisa mencegah kehamilan itu!"
"Semakin cepat kalian mendapatkannya, itu akan semakin baik bagiku! Lakukanlah dengan diam- diam. Aku tidak mau, apa yang telah terjadi pada diriku sampai diketahui oleh orang lain." ucap Ling In Chuan kepada Ling Hui dan Ling Niu.
Ling Hui dan Ling Niu tidak menjawab ucapan dari Ling In Chuan mereka berdua hanya mengangguk- anggukan kepalanya.
Tiba -tiba pintu kamar Ling In Chuan kembali terbuka, itu membuat kedua pelayan yang ada di samping Ling In Chuan, secara refleks melihat ke arah pintu dan wajah mereka sedikit tegang walau cuman sesaat, setelah tahu siapa yang telah memasuki kamar.
"Ada apa? Apakah telah terjadi sesuatu?" ucap gadis cantik yang baru masuk. Dan dia telah menangkap ketegangan dari dua pelayan yang dimintanya untuk menjaga dan merawat Ling In Chuan. Walau hanya sesaat tetapi itu tidak bisa lepas dari mata tajam Ling Ling.
"Nona Ling Ling." Ucap kedua Pelayan cantik itu bersamaan. Kemudian mereka berdua saling berpandangan. Mereka memberi isyarat satu dengan yang lainnya untuk jujur, apa adanya kepada Ling Ling. Karena mereka berdua yakin, apabila Ling Ling memeriksa kondisi Ling In Chuan pasti akan ketahuan.
"Emmm....Anu, anu Nona Ling!" Gumam Ling Niu tidak jelas apa yang mau di katakannya.
" Anu, anu Nona! Bicaralah yang jelas! Agar aku tahu? Kalau kayak begitu. Bagaimana aku bisa tahu?" Ling Ling berbicara menegur Ling Niu kemudian matanya menatap Ling Hiu, "Ceritakan semuanya! Jangan ada yang ditutup-tutupi! Aku mau yang sebenarnya, apa adanya?"
Ling Hiu menatap mata Ling In Chuan, "Maaf Nona Ling In Chuan. Tidak ada gunanya kita tutupin hal ini dari Nona Ling Ling!"
Setelah mendengarkan semua cerita dari kedua pelayan pendamping Ling In Chuan. Ling Ling hanya bisa menarik nafas panjang. Sebab Ling Ling sudah bisa menduganya, kalau hal itu pasti bakal terjadi dan terulang kembali, karena Ling Ba Tin mau pun Tabib Hang menganggap Ling In Chuan adalah milik mereka.
Ling Ling yang berdiri di samping kanan ranjang Ling In Chuan, menatap mata gadis itu kemudian "Kau menginginkan pil pencegah kehamilan?"
" Iya aku menginginkannya! Aku tidak mau hamil! walau masa depanku sudah hancur. Aku tidak mau semakin terpuruk!" jawab Ling In Chuan dengan sungguh- sungguh berharap Ling Ling bisa membuatkan obat itu untuk dirinya.
"Baiklah! Sesuai dengan keinginan kamu, akan aku kabulkan! Nanti biar Ling Niu saja yang mengambil ramuannya di Paviliun Homeling."
"Terima kasih! Terima kasih!" ucap Ling In Chuan sambil matanya menatap Ling Ling.
(" Tapi apa yang telah aku alami selama ini juga gara-gara dirimu! Kalau bukan kamu yang membikin aku lumpuh. Aku juga tidak akan bernasib na'as seperti ini! Aku juga sadar, kalau apa yang aku alami ini, juga kemungkinan besar adalah karma perbuatanku kepada dirimu! Dan aku sangat menyesalinya. Sekarang yang penting aku harus bisa sembuh! Dan engkau adalah harapanku satu-satu!") ucap Ling In Chuan dalam hati.
Tanpa membuang waktunya, Ling Ling langsung memeriksa kemajuan pengobatan yang di berikannya pada gadis yang telah menjadi bunga ranjang selama beberapa bulan itu.
"Kemajuan respons saraf dan ototmu cukup tinggi, dengan meminum Pil Sartot tak lama lagi kau bakal bisa bergerak. Sekitar 5 sampai 7 hari. Sekarang berikan pil ini padanya!"