Ling Ling

Ling Ling
Bab 146



"Baiklah saudara Tang, aku pasrahkan buruan cantik kita itu kepadamu! Aku percaya kau sanggup menanganinya." ucap Bandit Tengkorak 1.


"Hehe... Tapi ingat saudara Tang Talun! Jangan terlalu kasar, akan sangat merugikan bila gadis cantik itu lecet, apa lagi kalau sampai terbunuh!" kata Bandit Tengkorak 2.


"Benar banget! Memandangnya terus membuatku jadi tidak sabar buat mencicipi kehangatannya, Huuh... Sebelum dengan dia setidaknya dua pelayannya jadi pembukaan juga tak masalah! Hehe..." Bandit Tangkorak 3 menyambar ucapan rekannya.


Seketika itu juga empat rekan Tang Talun langsung berpencar menjadi 2 kelompok. Satu kelompok terdiri dari dua orang dan langsung melesat keluar dari ruang makan mengikuti targetnya. Karena Ling Chi mau pun Ling Yun tidak mau pertarungannya akan mempengaruhi pertempuran Ling Ling. Kedua Kelompok Bandit Tengkorak itu pun mengurung targetnya dari dua sisi.


Ling Chi atau pun Ling Yun tidak takut sama sekali walau lawan yang di hadapinya masing - masing dua orang. Keduanya sudah siap dan ini akan menjadi pertarungan Ling Chi dan Ling Yun untuk pertama kalinya. Pertama kali bertarung tapi langsung pertarungan hidup mati.


WHUUUS TAP---- WHUUS


Langsung saja Bandit Tengkorak 1 menghindar dari serangan Ling Chi dan Bandit Tengkorak 2 melancarkan serangan dengan menggunakan tangannya mencakar punggung Ling Chi. Begitu serangan yang dilancarkannya dihindari oleh Bandit Tengkorak 1, Ling Chi langsung melompat begitu menyadari ada serangan dari rekan Bandit.


TAP---- WHUUUS WHUUUS


Ling Chi melompat kesamping menghindari cakaran Bandit Tengkorak 2. Dan serangan balasan dari Bandit Tengkorak 1 mulai menghampirinya. Sebuah tinju mengarah pada dada gadis cantik itu. Ling Chi menggeser badannya ke kanan dan mundur satu langkah kebelakang. Tinju itu hampir saja mengenai dadanya.


WHUUUS WHUUS TAP-----


"Sayang sekali gagal! Padahal aku ingin sekali memberinya tanda!" Ucap Bandit Tengkorak 1.


"Wahaha... Saudara Leng! Menyerang pun Kamu memilih bagian yang empuk- empuk! Aku jadi ingin menirumu!" ucap Bandit Tengkorak 2 yang tak lain Chan Wen.


"Hehe... Habise sangat menggoda! Apa lagi bila di gerakkan sedikit! Huuh... Tak gahan lagi pengen menariknya ke dalam kamar itu!" ucap Bandit Tengkorak 1 yang tak lain Chan Leng sambil menelunjuk salah satu kamar yang ada di Pavilium Homeling.


Ling Chi yang mendengar kemesuman kedua lawannya giginya gemeretuk dan tangannya makin terkepal erat berusaha menahan amarahnya. Gadis cantik itu segera menepuk kantong penyimpanannya seketika itu juga pedang laras panjang muncul di tangan kanannya.


WHUUUS WHUUUS


Ling Chi melompat dan bersalto ke samping kemudian dia mengayunkan pedang laras panjang menyonsong perut Chan Len kemudian dia perputar menusukkan pedang laras panjang pada dada Chan Wen.


Melihat serangan datang Chan Len menghindar dengan mundur 4 langka kebelakang. Sedangkan Chan Wen langsung menepuk kantong penyimpanannya mengambil senjatanya berupa Pedang pendek hitam. Pedang itu langsung muncul di tangan kirinya dan langsung di ayunkan untuk menghadang serangan Ling Chi.


WHUUUS TANG


Suara pedang yang beradu saat serangan tusukan Ling Chi di gagalkan oleh Chan Wen. Tangan Ling Chi sempat bergetar ketika pedangnya beradu, dia makin menggenggam pedang laras panjangnya makin erat saja.


*


*


Sedangkan pertarungan Ling Ling dan Tang Talun baru tiga dan empat jurus berhenti, kedua orang itu melihat sebentar pertarungan Ling Chi dan juga Ling Yun dengan 4 Bandit Tengkorak Hitam. Tapi, keduanya sama sama melepaskan aura untuk saling mengintimidasi, dan tidak menurunkan kewaspadaannya terhadap lawan yang ada di hadapannya.


"Hem... Ternyata pelayanmu, selain cantik juga memiliki kemampuan yang lumayan! Dan itu sesuai dengan kreteria yang kami harapkan. Haha... Kau dan juga mereka memang pantas dan layak jadi peliharaan kami! Haha.... " Gumam Tang Talun manggut -manggut kepalanya.


Ling Ling memasang kuda - kuda siap memulai kembali pertarungannya yang sempat terjeda. Dia mengambil pedang kembar pemberian Yuan Long dari dalam cincin dimensinya.


Pedang itu secara tiba tiba muncul di kedua tangan Ling Ling. Langsung saja gadis cantik itu mengayunkan pedangnya. Melihat serangan datang, tentu saja Tang Talun tidak tinggal diam. Dia pun langsung menepuk kantong penyimpanannya guna mengambil senjatanya. Tang Talun pun mengerahkan auranya pada bila Tombaknya.


WHUUUUUUS WHUUUUS


Gerakan yang lincah dan kuat, Tang Talun segera menapaki serangan yang datang dari Ling Ling.


BRAAK BRAAK BLAAR


Kedua serangan itu bertemu dan berbenturan di udara. Keduanya sama -sama menggunakan senjata kelas atas dan mengandung aura lebih dari 80%. Hal itu mengakibatkan ledakan yang dahsyat. Sehingga ruang makan itu sebagian rusak parah.


" Ternyata kau sangat hebat juga! Aku terlalu meremehkan dirimu! Hemm... menaklukan gadis sepertimu akan menjadi tantangan bagiku!" ucap Tang Talun justru makin bersemangat. Dan dia langsung melepas Auranya.


WEEEEESS WEEEESS


Aura yang di lepaskan oleh Tang Talun makin lama makin tebal dari yang berwarna biru akhirnya berubah sepenuhnya menjadi warna hitam pekat.


"Ohh...akhirnya! Haha... Akhirnya kau menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya? Dari tadi aku sudah menunggu peristiwa ini!"


Ling Ling tersenyum semrik karena musuhnya telah membuka jadi dirinya yang sebenarnya. Penasarannya tentang aura gelap yang selama ini dia tangkap dari penjaga gerbang, Saat ini telah terungkap dan dia bisa menebaknya.


DEG


"Hah... Karena sudah ketahuan, tiada gunanya lagi aku berpura-pura dan menyembunyikannya!" Pandangan Tang Talun seketika itu menjadi ganas dan liar. Niat membunuh meledak dari dalam tubuh Tang Talun.


Walau pun jarak Tang Talun dengan arena pertarungan Ling Chi serta Ling Yun tidaklah dekat, tapi mereka berenam tetap terkena efek dari Niat membunuh Tang Talun.


"Celaka, Tubuhku rasanya tertimpah beban berat dan dada rasanya sesak!" gumam Ling Chi berusaha bertahan sambil tangan kirinya memegang dan menekan dadanya.


"Niat membunuh siapa ini? Kuat sekali! Sangat mengerikan! Kalau ini berlangsung terus aku tidak akan sanggup bertahan! Semoga nona Ling Ling dalam kondisi baik-baik saja."


"Wduch.... Saudara Tang Talun! Apakah kau bermaksud membunuh kami!"


Teriiak Chan Wen tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin langsung menghampiri. Dan itu tidak dia saja yang mengalaminya, tapi ke tiga rekannya pun sama saja. Bahkan Ling Chi mau pun Ling Yun mengalami, karena tidak mampu lagi melawan akhibatnya...


HOEK BRUUUUS


Mereka muntah bersamaan, padahal tidak ada yang mengarahkan atau janjian. Seteguk darah segar telah di keluarkan. Mereka meringkuk berlutut. Dan kalau Niat membunuh ini tidak di tarik, sudah dapat di pastikan mereka bakal terluka parah.


"Sial, kemampuan saudara Tang Talun makin hebat saja. Kemampuannya kini meningkat pesat. Kami semua jauh tertinggal!" ucap Chan Len sambil berusaha bangkit.