Ling Ling

Ling Ling
Bab 66



Ling Ba Tin pun setuju dengan syarat yang di ajukan oleh Bandit Tengkorak Hitam menutup matanya. Ini sama sekali bukanlah syarat yang sulit.


Cukup lama Ling Ba Tin jalan mengikuti arahan dari anggota Bandit Tengkorak Hitam. Dia un akhirnya bertanya. " Kenapa belom nyampek juga? Apakah masih jauh markas kalian dari sini?"


"Sebentar lagi akan sampai? Sabarlah sedikit lagi!" ucap lelaki bertampang seram itu menjawab apa yang di tanyakan oleh Ling Ba Tin.


"Uhh.. . Dari tadi bilang sebentar nyampek, tapi sampai sekarang belum juga sampai tempat tujuan! Kaki aku pegal dari tadi jalan terus!" ucap sewot Ling Ba Tin.


Bandit yang mengantar Ling Ba Tin untuk bertemu dengan pimpinannya tidak menjawab protes yang di layangkan kepada dirinya.


Tak berapa lama kemudian terdengar suara yang menghentikan perjalanan mereka di depan sebuah rumah kecil. "Berhentiiii! Apa yang kau lakukan, saudara Tang Talun? Kenapa kau membawa orang asing datang ke sini?"


"Maaf saudara Fu Liang, orang ini mau bertemu dengan Pimpinan! Katanya dia ingin menyewa tenaga kita? Tolong sampaikan hal ini pada Pemimpin!" ucap Tang Talun kepada rekannya itu. Sambil membuka ikatan kain yang menutupi mata Ling Ba Tin.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh Tang Talun segera saja Fu Liang masuk ke dalam rumah kecil itu untuk melaporkannya kepada Pimpinan Bandit Tengkorak Hitam.


Tak perlu nunggu waktu yang lama, Fu Liang datang lagi mengmampiri Ling BaTin dan Tang Talun. "Ayo ikut, Pimpinan menunggu di dalam!"


Mereka berdua masuk mengikutinya tanpa banyak kata. Ling Ba Tin di bawa ke sebuah ruangan yang luasnya tujuh meter persegi dan di suruh menggeser pintu batu kemudian menuruni tangga tersebut dan di giring melewati lorong sempit.


Setelah melewati lorong sempit sebuah ruangan batu yang cukup luas terlihat. Di pojok ruangan ada meja dan 3 buah kursih, disalah satu kursih itu ada seorang pria tegap tinggi besar duduk dengan di temani seorang wanita yang duduk di pangkuhannya.


Kedua anggota Bandit Tengkorak Hitam menangkupkan tinju di depan dadanya sebagai penghormatan. "Salam pemimpin! Saya datang dengan membawa orang ini, yang katanya ingin bertemu dengan Anda! Dia bermaksud mau menyewa tenaga kita!" ucap Tang Talun kepada lelaki yang sedang duduk itu.


"Duduklah!" Ling Ba Tin yang di minta duduk segera saja mengambil duduk di depan yang berhadapan langsung dengan pimpinan Bandit. "Sekarang katakan bisnis apa? Kau ingin kerjasama seperti apa dengan kami? Kalau itu menguntungkan, Aku pasti setuju!"


"Aku ingin kalian memberi pelajaran pada seorang wanita! Kalian bunuh pun tidak masalah bagiku diriku! Jangan kwatir dengan bayarannya! Aku bayar mahal kalian!" ucap Ling Ba Tin Pada Pimpinan Bandit.


"Haha... Wanita? Kau menyewa kami karena wanita? Oh.. Apakah dia saingan bisnismu? Hehe... Apa wanita ini kekasih gelapmu?" ucap Pemimpin Bandit Tengkorak Htam.


"Ya..! Wanita ini adalah Nona Muda Keluarga Ling! Namanya Ling Ling, orangnya sangat cantik! Jangan remehkan kemampuannya! Dia sangat kuat dan hebat! Kultivasinya cukup tinggi!" Ling Ba Tin berkata dengan sungguh -sungguh.


BRAAAK


Pemimpin Bandit Tengkorak Hitam tiba -tiba menggebrak meja yang ada di hadapannya. Matanya melotot marah pada Ling Ba Tin.


"Apa? Kau ingin kami datang kediaman keluarga Ling? Kau menginginkan kami menyerang mereka? Kau gila. Kami tidak bodoh mau melakukan itu! Walau bayarannya sangat mahal kami tidak akan tergiur! Kami tidak tertarik!" ucap Pimpinan Bandit marah pada tamunya.


"Siapa yang bilang kamu harus menyerang kediaman Ling! Kalian cukup menghadapinya saat Nona Ling meninggalkan kediaman Ling! Aku akan memberi tahukan padamu kapan waktunya!"


"Nona Ling sering belanja dan jalan -jalan ke pasar... Itulah waktu untuk kalian membuat masalah dan perhitungan, lebih bagus lagi bila kalian bisa membunuhnya!" ucap Ling BA Tin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...