
Setelah muncul, tidak jauh dari Ling Ling berdiri Yuan Long bersuara. "Ehem, Ehem...!" Ling Ling yang sedang berhadapan dengan Ling In Wurong menoleh ke belakang ke asal suara.
Ling Ling tidak berbicara tetap diam setelah mengetahui siapa yang bersuara. Pandangannya kembali fokus pada Ling In wurong.
"Perlu bantuanku? Jangan selalu di atasi sendiri? Ada kalahnya berilah aku kesempatan?" Yuan Long kembali bersuara saat tidak ada tanggapan mau pun reaksi dari Ling Ling.
" Aku bisa mengatasinya sendiri jadi tidak memerlukan bantuan darimu. Lagian bantuan darimu ujung- ujungnya pasti kau minta imbalan! Dan aku tahu, imbalan apa yang kau mau?" Ling Ling menjawab perkataan Yuan Long tanpa melihatnya.
"Ck, Kau ini! Aku itu perduli padamu! Sekali - kali lemahlah di hadapanku!" ungkap hati Yuan Long.
"Idih... Jangan harap!" ucap Ling Ling masih mengawasi Ling In Wurong yang kondisinya makin parah. Ling In Wurong kini jatuh ke lantai Pavilium Dreamling tidak jauh dari tubuh Ling Yuyu yang tak bernyawa.
"In...Ini pasti per .., perbuatanmu? Ti..., tidak mungkin ka..., karena racun Ling Yuyu! Ka.., kalau ini racun Ling Yuyu! Ke..., kenapa kau ba..., baik- baik saja?" ucap Ling In Wurong terbata - taba.
"Haha... Karena aku sudah punya persiapan! Sebelum datang ke sini minum pil antibody. Mana mungkin aku datang dengan tangan kosong! Aku tidak bodoh!" ucap Ling Ling sambil tersenyum mengejek.
"Bagaiman rasanya senjata makan tuan? Kau dan putrimu ingin mencelakaiku, tapi malah kau dan purtimu sendiri yang celaka!"
Ling In Wurong tidak menjawab dia hanya diam saja. Yang jelas kebenciannya makin bertambah kepada Ling Ling karena ke dua putri kesayangannya telah celaka di tangan Ling Ling.
" Ayo... kita tinggalkan tempati ini! Racun yang ada di tubuhnya bukan racun biasa! Dan Ling In Wurong pantas mendapatkannya! Sangat sulit untuk di sembuhkan!" ucap Ling Ling.
Ling Ling langsung saja pergi dari Pavilium Dreamling tanpa memerdulikan kondisi dan keadaan Ling in wurong di ikuti dari belakang oleh Yuan Long.
Pada saat yang sama kepala pelayan keluarga Ling yaitu Ling Ba Tin datang ke tempat Ling In Wurong berada. Ling BaTin terkejut dan kaget melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
" Tuaaaan! Apa yang terjadi? Kenapa jadi begini? Ini mala petaka! Bencana besar!" ucap Ling Ba Tin sambil berusaha membantu Tuannya yang kini tubuhnya gemetaran tak terkendali.
" PENJAGAAA.. .. PENJAGA...!" Teriak- teriak Ling Ba Tin sekuat tenaga agar penjaga segera datang untuk membantu dirinya.
"Kenapa mala beng'ong? Cepat bantu aku membawa Tuan Ling In Wurong ke kamarnya! Dan kamu segera bawa tabib Hang untuk mengobati Tuan! Dan kamu segera bersihkan dan urus tempat ini?" ucap Ling Ba Tin langsung memberi perintah pada para penjaga yang telah datang itu.
Tanpa banyak kata, para penjaga itu langsung menjalankan perintah dari Ling Ba Tin. Tanpa ada yang protes apa lagi membantahnya.
Dengan di bantu dua orang penjaga Ling Ba Tin membopong tubuh Ling In Wurong yang telah pingsan.
Bersamaan dengan meletakkan tubuh King In Wurong di ranjang, tabib Hang datang dengan terburuh- buruh bersama seorang penjaga.
"Kenapa dengan Tuan Ling In Wurong? Mengapa aku di panggil ke kamar Tuan?" Tanya tabib Hang yang baru masuk kedalam kamar.
"Jangan banyak tanya tabib? Periksalah Tuan Ling In Wurong? Lakukan tugasmu?" ucap Ling Ba Tin kepada Tabib Hang.
Tanpa di perintah dua kali tabib Hang langsung saja memeriksa keadaan dan kondisi Ling In Wurong dengan cermat dan teliti.
Setelah memeriksanya tabib Hang kemudian berkata, " Tuan Ling In Wurong telah keracunan! Dan ini racun yang sangat berbahaya. Sangat susah untuk menyembuhkannya!" ucap Tabib Hang kepada Ling Ba Tin Kepala pelayan keluarga Ling.
" Bisakah Tabib Hang mengobati dan juga menyembuhkan Tuan Ling In Wurong? Jangan kwatir dengan biayanya kami bisa membayarmu!" ucap Ling Ba Tin
"Tentu saja saya akan berusaha mengobati, tapi masalahnya adalah bahan obat, sumber dayanya sangat sukar untuk di dapatkan dan harganya juga luar biasa mahal."
"Kau tinggal sebutkan saja? Kami yang akan mencari dan mendapatkannya! Itu bukanlah masalah sulit dan sukar bagi kami!" ucap Ling Ba Tin kepada Tabib Hang dengan sungguh- sungguh.
"Yang aku herankan, kenapa Tuan Ling In Wurong sampai kena racun? Apa kah Tuan punya musuh? " tanya tabib Hang kepada kepala pelayan Ling Ba Tin sambil memilah- milah bahan obat untuk Ling In Wurong.
...****************...