
Ling Ling kembali ke Pavilium Homeling. Dia langsung menuju kamar mandi. Walau harus melewati mayat Tang Talun yang masih tergeletak disana. Dia sama sekali tak peduli. Begitu ada di kamar mandi, segera saja dia merendamkan tubuhnya dalam bak mandi dengan taburan bunga mawar.
Cukup lama gadis itu berendam, setelah di rasa tubuhnya sudah rileks barulah dia menyudai mandinya. Gadis itu segera menggunakan hanfu merah, salah satu dari tiga hanfu pemberian Yuan Long.
"Aih... Badanku kembali segar dan wangi. Hehe.. Sekarang saatnya istirahat."
Ling Ling segera meninggalkan area mandinya sambil sekali- kali menghirup aroma mawar yang melekat pada tubuhnya.
Gadis cantik itu melangkahkan kakinya dengan ringan, tapi seketika itu juga langsung berhenti dan cemberut. Saat ekor matanya tanpa sengaja menatap mayat anggota Bandit Tengkorak hitam yang masih tergeletak di Paviliun Homeling.
"Huh..., tidak bagus, merusak pemandangan. Tidak sedap dipandang mata. Ini harus segera disingkirkan, mayat-mayat itu harusnya menghilang dari Pavilium- ku ini."
Ling Ling segera mendekat pada mayat yang tidak jauh darinya. Ketika 3 meter dari mayat itu, gadis cantik itu langsung mengangkat tangannya, "Teknik Api Prahara!"
Ling Ling menjentikkan jarinya langsung saja nyala api ada di ujung jarinya, kemudian dia hempaskan pada mayat yang ada di hadapannya. Seketika itu juga bara api langsung menyala dan membakar mayat itu.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama mayat itu berubah menjadi abu. Dan Ling Ling mengulang apa yang di lakukannya itu pada mayat lainnya. Dan dalam waktu yang singkat, Pavilium Homeling bersih dari mayat anggota Bandit Tengkorak Hitam.
" Hehe.. lebih cepat, lebih mudah dan pastinya tanpa harus makan waktu! Aih... Ini jauh lebih baik!"
Senyum merekah di wajah Ling Ling, gadis cantik itu puas dengan pekerjaan yang telah di lakukannya.
*********
Gerbang Kediaman Keluarga Ling
Di luar gerbang ada rombongan yang berhenti tepat di depan pintu. Rombongan itu terdiri dari satu buah kereta dan 8 orang menunggang kuda.
"Kenapa tidak segera masuk? Berapa lama kita harus menunggu di sini?" Tanya orang yang ada di dalam kereta kepada sais kereta yang ada di depannya
"Maaf Tuan Ling Daeng, dari tadi tidak ada penjaga yang menjawab dan juga membukakan pintu gerbang." jawab kusir kereta kepada orang yang ada di dalam kereta. Pada saat itu juga terdengar teriakan salah satu dari 8 orang yang berkuda itu .
"PENJAGAAA..... PENJAGA SEGERA BUKAKAN PINTU. TUAN LING DAENG MAU MASUK KEDIAMAN! CEPATLAH! APA YANG KALIAN LAKUKAN? KENAPA LAMA SEKALI? BERANINYA KALIAAAN...."
Orang yang ada di dalam kereta kuda membuka tirai dan kepalanya menjulur keluar cendela. Orang itu melambaikan salah satu tangannya. Dan salah satu penunggang kuda yang ada di dekatnya segera mendekat.
"Dobrak saja pintu gerbangnya? Tidak perlu menunggu lagi..! Ini sangat aneh, tidak seperti biasanya."
Perintah Ling Daeng yang di sampaikan kepada kepala pengawal yang ikut bersama rombongannya. Dia sedikit curiga akan situasi yang sepi. Apa lagi tidak ada penjaga yang berinisiatif menjawab seruan dari salah seorang pengawalnya. Perasaannya menjadi tidak enak dan was- was.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...