
Banyak Pengunjung yang setuju dengan usul pengunjung berbaju merah itu. Akan lebih baik bila di lelang jadi siapa pun punya kesempatan untuk mendapatkan dan memiliki pedang kembar tersebut.
Manejer Pavilium Bambu Kuning pun akhirnya memutuskan mengikuti kemauan sebagian besar dari pengunjung yang menonton dan menyaksikan perkelahian itu.
"Untuk anda berdua Nona, maaf! Maafkan saya tidak bisa mengijinkan Anda berdua untuk ikut lelang ini. Karena saya tidak mau nanti terjadi pertarungan lagi dengan cara yang lain. Dan itu nanti pasti akan mengganggu jalannya lelang!" ucap Manejer Pavilium Bambu Kuning.
"Kau melarang diriku ikut lelang? Bagaimana bisa, aku yang lebih dulu menginginkan pedang itu! Hanya saja wanita sialan ini yang bikin ulah mengganggu urusanku!" ucap Xiao Xiao tidak terima bila dirinya tidak di ikut sertakan.
"Haha... Aku tidak dapat dia pun tidak jadi tidak masalah bagi diriku. Hehe... Orang lain yang dapatkan itu malah lebih baik. Kasihaaan keinginannya selalu gagal total!" ucap Ling Ling tertawa mencemo'o Xiao Xiao.
"Saya benar -benar minta maaf sekali lagi kepada Nona brdua, untuk segera meninggalkan tempat ini! Karena ini semua demi kenyamanan para pengunjung?" ucap Manejer merasa tidak enak sama sekali karena sama saja itu mengusir mereka langsung.
Ling Ling langsung saja meninggalkan Pavilium Bambu Kuning. Dirinya memang butuh senjata tapi tidak mau lama - lama di tempat yang telah mengusirnya secara halus.
"Berhenti kau wanita sialan? Jangan coba menghindar apa lagi lari?" ucap Xiao Xiao mengejar Ling Ling sampai berada di jalan.
"Aih.. Apalagi? Apa yang kau inginkan wanita tak tahu malu? Apa belum cukup dirimu selalu mempermalukan diri?" ucap Ling Ling tidak sabaran.
Tanpa banyak kata ketika Xiao Xiao sudah berada di hadapaan Ling Ling langsung menyerang dengan cepat. Pedangnya diputar kemudian di sabetkan ke tubuh Ling Ling.
Secara spontan Ling Ling langsung menghindari serangan yang datang dengan mundur cepat kebelakang 5 langkah.
"Brengsek... Rupanya kau memang tidak ingin hidup lebih lama lagi? Sudah cukup toleransiku padamu?" ucap Ling Ling langsung mengambil pedang dari cincin dimensinya.
Aura nampak menyelimuti tubuh Ling Ling dengan cepat pedang ditebaskan ke tubuh Xiao Xiao. Melihat musuhnya menyerang dengan sigap Xiao Xiao menggunakan pedangnya untuk menghadang.
TANG TING TANG
Bunyi benturan kedua pedang saat bertemu di udara mengeluarkan dan menciptakan percikan api. Baik Xiao Xiao maupun Ling Ling tidak mau kalah satu sama lain.
Pertarungan itu terjadi di jalan menyebabakan banyak orang yang berjalan dan berhenti. Kemudian melihat dan menonton dari jauh perkelahian itu.
"Siapa mereka? Kenapa kedua gadis cantik itu bertengkar?" ucap penonton satu.
"Itu Nona Muda Xiao kan! Apa lagi yang telah diperbuatnya? Jangan sampai Keluarga Xiao kena imbasnya lagi?" ucap pengunjung dua yang mengenali Xiao Xiao.
"Nona Muda berbaju biru itu yang bikin ulah! Dia menghentikan jalan Nona itu dan langsung menyerangnya?" ucap Penonton tujuh.
Pada saat itu sebuah tebasan dari Ling Ling mendarat di punggung Xiao Xiao dengan sangat dalam, pakaiannya terkoyak dan darah mulai merembes dari luka sabetan pedang. Hanfu yang semula bersih kini terdapat noda darah.
CRAAAASH AAHHH..
"Siaaal! Dia berhasil melukai tubuhku! Gerakannya makin cepat! Tapi aku tidak boleh kalah dari wanita sialan ini ," Gumam lirih Xiao Xiao sambil matanya tak lepas dari musuhnya.
"Aih... Itu baru satu sabetan selanjutnya hati- hati dengan wajah cantikmu kalau tidak mau terukir indah oleh pedangku?" ucap Ling Ling sambil tersenyum mengejek.
Xiao Xiao melompat tinggi kemudian menggunakan tumpuhan pada pedangnya yang di tancapkan di tanah dia kembali bersalto dan mendarat tepat di belakang Ling Ling langsung saja menusukkan pedangnya ketubuh Ling Ling.
WHUUUS
Ling Ling menghindari serangan itu dengan membuat gerakan kayang. Gerakan yang menitik beratkan tumpuan pada tangan dan kaki secara bersamaan. Kemudian berguling kesamping dan melesatkan tendangan kaki kearah kaki Xiao Xiao dengan kuat dan tenaga penuh.
Begitu kuatnya tenandangan Ling Ling sampai Xiao Xiao jatuh terjengkang. Ling Ling melompat bangun dan kembali menyerang Xiao Xiao dengan menusukkan pedangnya kearah Xiao Xiao.
JLEEP JLEEP AAHHH...
Xiao Xioa berguling di lantai untuk menghindari serangan tusakan Ling Ling tapi reaksinya kurang cepat sehingga pedang Ling Ling tetap berhasil kembali melukai tubuhnya. Luka tusukan yang di buat Ling Ling kali ini sangat dalam. Darah kembali merembes keluar dari bekas tusukan pedang membasahi hanfu.
"Brengseeek! Brengseek! Awas kau! Wanita sialan keparaaat!" umpat marah -marah Xiao Xiao tidak terima tubuhnya terluka lagi.
"Haha... Haha... Ck, hanya segini saja kemampuan mu? Jangankan melukaiku menyobek hanfuku saja tidak tidak akan perna bisa terjadi!" tawa renyah Ling Ling mengejek Xiao Xiao.
Xiao Xiao menyerang Ling Ling kembali dengan emosi dan amarah yang meledak - ledak, serangannya begitu ganas dan brutal dan kali ini.
Ling Ling makin tersenyum menyeringai melihat hal itu. Segera saja disambutnya serangan Xiao Xiao dengan menggerakkan pedangnya untuk menghadang.
TANG CRAAHS AAHHH..
JEELP TING AAHHH...
Serangan Ling Ling begitu cepatnya dan sangat lincah serta gesit membuat Xiao Xioa keteteran dan panik sehingga menghasilkan luka yang sangat banyak di tubuh Xiao Xiao.
Xiao Xiao yang begitu emosi tak terkontrol justru melihatkan banyak kelemahan dari jurus dan teknik pedang yang selama ini dikuasainya.
"Wah... Lihat kelihatannya Nona Xiao hanya jadi permainan gadis cantik itu! Nona Xiao jadi bulan - bulanan! Tidak benar kalau dia itu hebat dan berbakat? " ucap penonton lima bicara pada kumpulan teman-temannya yang ikut menyaksikan pertikaian itu.
"Ck, kalau aku ada di posisinya, aku akan malu sekali! Entah mau dikemanakan wajahku ini!" ucap gadis penonton yang cantik.
Xiao Xiao yang baru menyadari sekitarnya kalau dirinya dan Ling Ling telah jadi tontonan para pejalan kaki makin marah karena banyak yang kasak kusuk melihat dirinya. Membuatnya makin membenci dan dendam kepada Ling Ling yang sekali lagi mempermalukan dirinya di depan umum.
Darah yang merembes dari luka- luka Xiao Xiao membuat hanfu yang di pakai menjadi warna darah. Dan Xiao Xiao tidak memperdulikan sama sekali hingga pandangan Xiao Xiao tak lama kemudian menjadi gelap.
BRUUK
Tubuh Xiao Xiao jatuh ke tanah dengan keras. Xiao - Xiao telah jatuh pingsan tak sadarkan diri. Ling Ling menyimpan kembali pedang yang di pakai bertarung ke cincin dimensinya. Kemudian Ling Ling meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi ke arah Xiao Xiao.
******