Ling Ling

Ling Ling
Bab 177



" Maaf Nona Ling, terpaksa saya ambil alih! Biarkan saya yang menghukumnya!" ucap Yuan Jing kepada wanita cantik yang ada di belakang tubuhnya.


WHUUUUJUS


Yuan Jing langsung menyerang begitu selesai berbicara sama Ling Ling. Dia melompat dan melayang di udara. Saat dekat dengan Fang Bi Kang, di tangannya tiba - tiba ada pedang laras panjang langsung menebas ke arah tangan Fang Bi Kang.


Yuan Jing memang sengaja mengincar tangan pimpinan Bandit Tengkorak Hitam itu, karena tangan itulah yang berani lancang menyentuh pantat wanita tuannya.


WHUUUUS CRAAAS


Begitu cepatnya serangan yang dilancarkan Yuan Jing, sehingga Fang Bi Kang tidak sempat untuk menghindar, akibatnya sabetan pedang Yuan Jing telah berhasil memotong tangan kirinya.


"Ck, Aku belum kalah! Main serobot saja! Bagus sekali tindakanmu... Cincang tubuhnya, lakukan itu untukku!" Perintah Ling Ling kepada anak buah Yuan Long itu yang terdengar sangat jelas di telinganya.


AAUUHHH....


Pimpinan Bandit tengkorak hitam menjerit kesakitan, saat salah satu tangannya terpotong oleh ketajaman pedang Yuan Jing. Secara refleks tangan kanannya memegang bagian dari tangan kiri yang buntung itu.


Darah membasahi hanfu compang- campingnya, darah juga mengalir pada tangan kanannya. Segera saja Fang Bi Kang menepuk kantong penyimpanannya. Dia mau mengambil pil yang berguna menghentikan pendarahan. Begitu pil berada di tangan langsung saja dia menelannya.


Fang Bi Kang melirik ke samping kiri tubuhnya, dia melihat potongan tangan kirinya tergeletak di tanah. Nafasnya memburu, giginya bergemertuk, dan mata yang merah karena kemarahan telah menguasainya.


"Ba - Jing -an! Beraninya kau! Berani memotong tanganku!" ucap Fang Bi Kang.


" Ck, Tentu saja aku berani! Memangnya kau siapa? Bagiku kau tidak lebih dari sampah!" Sarkas Yuan Jing kepada pimpunan bandit Tengkorak Hitam. "Bukan hanya satu yang akan aku potong tapi anggota tubuhmu yang lainnya juga. Karena Kau telah melakukan kesalahan yang sangat fatal!" ungkap Pemuda tampan itu dengan mata yang masih nyalang melihat Fang Bi Kang.


WHUUUUUS


Yuan Jing kembali melakukan serangan, pedang yang ada di tangannya dilepaskan. Pedang itu terbang melesat dengan kecepatan tinggi memutari tubuh Fang Bi Kang.


Fang Bi Kang berantisipasi dengan berusaha menjaga jarak dari lintasan pedang, Mana mungkin dia membiarkan pedang itu mendekati dirinya. Dia harus hati- hati dan waspada jangan sampai kehilangan satu anggota tubuhnya lagi.


Tiba - tiba saja pedang Yuan Jing bergerak maju dengan cepat mendekati Fang Bi Kang. Pedaang itu langsung menusuk pertahanan yang di buat oleh pimpinan Bandit tengkorak hitam itu.


TRAAAAK


Kekuatan yang di gunakan Fang Bi Kang untuk menahan laju tusukan pedang hampir 95 %. Tapi itu ternyata tidaklah cukup untuk menghentikan lajunya pedang Yuan Jing.


WHUUUS TAP------


Pedang laras panjang Yuan Jing meluncur dengan sangat cepat. Fang Bi Kang berusaha menghindarinya dengan buru buru menggeser tubuhnya ke samping. Dan pedang Yuan Jing melintas dan hanya mampu menggores saja.


" Siaaal!" Juan Jing mengeluh, pemuda tampan ini kesal karena serangan yang di bangunnya tidak cukup membuat pimpinan bandit terluka parah hanya mampu menggores saja.


Kembali lagi gadis cantik itu berbicara, "Cepat selesaikan pertarungannya jangan lama- lama. Kalau kau tidak bisa, menyingkirlah! Biar aku yang maju dan menyelesaikannya."


" Tuan Yuan Jing kau pasti bisa! Saya percaya sama Anda! Bajingan itu bukan lawan Anda." Teriak Ling Yun tiba- tiba.


Tidak mau ketinggalan dengan teman baiknya, Ling Chi juga memberi semangat kepada Yuan Jing. " Tuan Yuan, semangat...Jangan mau kalah sama Bajingan busuk itu. Dia masih jauh di bawa Anda..."


Tubuh Yuan Jing di selimuti Aura berwarna ungu begitu juga dengan pedang laras panjang yang ada di tangannya. Pedang itu bersinar sangat terang.


" Teknik Pedang Elang Bayangan!" Sinar cahaya dari pedang keluar dan membentuk siluet burung besar pada ujung pedang laras panjang.


Begitu Padang diayunkan oleh Yuan Jing, siluet gambar burung besar langsung melayang menyerang Fang Bi Kang.


Sementara itu Pimpinan Bandit Tengkirak Hitam, yang melihat Yuan Jing menggunakan kekuatannya. Dia pun tidak mau ketinggalan, segera saja Yuan Jing mengalirkan energi aura pada sekujur tubuh dan pedangnya.


"Teknik Amukan Badai Iblis!" Pedang itu bersinar dan asap menggumpal keluar dari ujung pedang. Asap menggumpal itu segera berubah wujud menjadi Babi angin tornado yang sangat besar.


WHUUUUUS


Ling Yun, Ling Chi dan Ling In Chuan bergidik nyeri melihat penampilan teknik Fang Bi Kang. Bukan hanya wujud orangnya yang berpenampilan seram, bahkan juga jurusnya pun membuat bulu kuduk merinding. Hanya Ling Ling yang biasa saja memandangnya.


Babi angin tornado adalah gabungan antara hewan Babi dan angin tornado. Dimana kepala babi sebagai sebagai pusat tornado. Apa pun yamg masuk akan terhisap masuk monjong babi dan akan menjadi energi tambahan. Terutama seorang kultivator, tubuhnya langsung diekstrak menjadi nutrisi.


WHUUUUUS HAP----


Ling Ling secepat kilat langsung melayang ke arah Ling Yun, Ling Chi dan Ling In Chuan, dia tidak ingin kalau sampai ketiga wanita itu ikut kehisap seperti halnya para mayat anggota Bandit Tengkorak Hitam yang berserakan di pelataran Pavilium Krisanling.


Begitu Ling Ling ada di depan ke tiga gadis cantik itu langsung saja dia menggunakan telunjuk tangan kanannya membuat pola pada telapak tangan kirinya.


"Teknik Array Perlindunga, Aktifkan!" Teriak Ling Ling dengan buru- buru karena situasi dan kondisi yang sangat mendesak.


Pola yang di buat itu dengan segera di aliri aura sehingga bersinar. Ling Ling kemudian menghentakkan tangannya kirinya pada tanah yang di bawa kakinya. Begitu pola menyentuh tanah, langsung bergerak liar dalam sekejap mata pola itu telah membentuk sebuah sangkar. Sangkar perlindungan yang terbuat dari energi Aura. Selama mereka ada di dalam, tidak akan ada bahaya yang mengancam.


"Ahh... Selamat! Selamat ! Untung Nona Ling bergerak cepat, kalau tidak... Aku tidak bisa membayangkannya. Apakah Tuan Yuan masih sanggup melawan? " kata Ling Yun sambil matanya terbelalak melihat sekitar.


" Terima kasih Nona Ling...! Anda cepat tanggap sehingga kami aman. Apa yang terjadi bila kita ikut terhisap?" Tanya Ling Yun kepada orang- orang yang ada di sekitarnya.


Ling In Chuan langsung menyambar, " Kalau tidak luka parah ya mati! Memangnya ada selain itu?"


Ling Ling mendengar semuanya, tapi tidak ada satu pun yang di tanggapinya. Konsentrasi gadis cantik itu pada pertarungan. Dia berharap Yuan Jing segera mengalahkan Fang Bi Kang agar kerusakan kediaman keluarga Ling tidak makin parah.