
"Sial, aku benar- benar sial! Apakah ini akan menjadi akhir hidupku? Tidak, aku tidak terima. Aku tidak sudi mati di tangan wanita!" gumam Long Ki yang mulai merasakan ketakutan.
CRAAAAAS JLEEEP CRAAAS
Setelah 15 menit bertukar serangan akhirnya sabetan pedang Ling Chi mampu melukai pundak Long Ki, disusul kemudian di tikaman pedang Ling Yun mendarat cantik di paha lelaki dekil itu.
AAUUHHH AAHHH...
Jerit kesakitan Long Ki saat tubuhnya terkena sabetan dan tikaman senjata dua dara cantik pelayan Ling Ling. Darah segar mulai membasahi tubuh telanjang bulatnya.
CRAAAAS JLEEEP CRAAAS
Pedang Ling Chi kembali mengiris panjang dan dalam punggungnya. Tak hanya berhenti mengiris punggung, pedang itu kembali berkelebat lagi memotong tangan kanan Long Ki. Bersamaan dengan sebuah tusukan mendarat telak pada perutnya.
AAUUHHH AAUUHH..
Teriakan kesakitan kembali terdengar begitu pedang Ling Chi menggores anggota tubuh Long Ki, apalagi saat tikaman pedang menyentuh perutnya dengan telak, teriakan Long Ki begitu kerasnya. Sampai-sampai Ling Yun harus menutup telinganya karena jaraknya yang sangat dekat.
Darah mengalir dengan derasnya dari beberapa area yang terluka. Tubuhnya yang polos tampa selembar benang itu pun kini telah berwarna merah. Apa lagi saat pedang Ling Yun di cabut dari perut, darahnya langsung meluber keluar.
Tubuh Long Ki langsung roboh di lantai kamar, tak lama kemudian tubuh itu sempat menggelepar sesaat sebelum akhirnya berhenti dan tidak bergerak lagi. Long Ki anggota Bandit Tengkorak Hitam itu telah tewas.
"Haha... Haha... Akhirnya bajingan itu mampus juga! Sakit hatiku telah terobati! Dengan mata kepalaku sendiri, aku menyaksikan kematiannya. Sekarang aku bisa tenang!"
Wajah Ling Nui tersenyum lebar melihat mayat Long Ki. Kemudian gadis cantik itu memutar tubuhnya melihat Ling Chi dan Ling Yun yang membersihkan pedangnya dari darah yang menempel. "Sekali lagi terima kasih. Aku berhutang budi pada kalian berdua."
"Ehh... Lupakan saja! Kau tidak berhutang budi apapun pada kami. Bukankah wajar, kalau kita saling tolong menolong sesama pelayan kediaman keluarga Ling."
"Apa yang dikatakan Ling Chi itu memang benar, Pavilium Homeling tadi juga diserang. Bahkan tadi di taman kami juga sempat bertarung. Kelihatannya kediaman keluarga Ling saat ini sedang diserang. Tapi siapa para pelakunya kami tidak tahu? Kami pun tidak bisa menebak dan menerkanya." ujar Ling Yun panjang lebar kepada Ling Hui akan situasi kediaman Ling saat ini.
Sementara itu pertarungan Yuan Jing dengan Long Lo dan Long Bi sudah mendekati akhir. Kedua anggota Bandit Tengkorak Hitam itu dalam kondisi babak belur, beberapa anggota tubuhnya telah patah. Dari awal pertarungan, sudah bisa di ketahui kalau Yuan Jing yang akan jadi pemenang.
PLAAAK PLAAAK AAUUHH
Sebuah tamparan kembali lagi datang melayang cepat menyentuh wajah bengkak Long Bi, membuat lelaki kasar itu terpelanting dan menyemburkan seteguk darah segar. Begitu kerasnya tamparan itu membuat rahangnya menjadi miring. Bahkan akibat dari tamparan yang berulang- ulang itu banyak giginya yang ikut tanggal. Gara -gara tamparan itu Long Bi melolong kesakitan. Sungguh dia tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya.
" Sa-sakit sekali, A- aku tidak kuat! Le-lepaskan kami!" ucap terbata -bata Long Bi memohon belas kasihan dari Yuan Jing.
Setelah menampar Long Bi, pemuda tampan itu memutar tubuhnya kemudian menendang perut Long Lo sampai jatuh terpental 2 meter menabrak lantai kamar. Dengan melompat dia sudah ada di depan Long Lo, kemudian tangannya bergerak sangat cepat menangkap kaki lelaki kasar itu, kemudian...
KRAAAK KRAAAK AAUUHH..
Kaki Long Lo yang tertangkap itu dicengkram dengan begitu kuatnya oleh Yuan Jing sampai tulangnya patah, kemudian menggeser tangannya sejauh 3 depa kemballi tangannya mencengkram kuat hingga tulang kaki itu kembali patah.
"Ahh... Cukup, cukup, hentikan! Tolong hentikan! Aku tidak kuat. Aku mohon hentikan. Jangan siksa kami lagi! Bunuh, bunuh saja! Akhiri semuanya!"
Yuan Jing memandang intens Long Bi kemudian memalingkan wajahnya melihat Long Lo. Dia bisa melihat keputus asaan dari bola mata keduanya. Mereka sudah menyerah untuk hidup. Keinginan untuk bertahan telah lenyap, mungkin itu semua di karenakan kondisinya yang tadi di siksa oleh Yuan Jing dengan keji. Hampir semua anggota badannya patah dan ada beberapa bagian yang mengalami remuk.
"Hmm... Baiklah, bila itu mau kamu! Aku kabulkan! Aku ini orang yang murah hati! Teknik Tembus Jari Dewa!"
Selesai berbicara, Yuan Jing langsung saja memusatkan Energi Auranya pada dua jari tangan kanannya. Seberkas cahaya ungu muncul dari ujung dua jari tangannya. Langsung saja dua jari tangannya itu dia arahkan pada kening Long Lo.
WHUUUUUS AAHHH...
Begitu dua jari kanan terarah lurus langsung saja Seberkas cahaya itu melesat lurus menembus kening Long Lo. Seketika itu juga lelaki yang bernama Long Lo itu langsung berteriak keras. Dan kemudian tumbang dengan kening berlubang. Lelaki itu mati dalam keadaan mata terbuka memandang Yuan Jing.
Long Bi yang tak jauh dari tempat Long Lo, matanya terbelalak melihat temannya akhirnya menutup mata, mengakhiri penderitaan yang di alaminya.
WHUUUS AAUUHHH..
Setelah membunuh Long Lo, kemudian Yuan Jing mengarahkan dua jari kanannya pada Long Bi. Lelaki kasar itu sudah siap menyongsong kematiannya. Sebab dia menyadari, kalau luka yang dialaminya itu bisa sembuh, tapi tidak akan bisa lagi hidup normal. Jadi buat apa hidup kalau akan menyusahkan.
Seberkas cahaya lurus Ungu datang menghampiri Long Bi, bersamaan dengan lelaki kasar itu mejamkan matanya. Long Bi sudah pasrah, makanya dia tidak teriak, cuman berusaha menahan sakitnya saat sinar itu menembus keningnya, bersamaan dengan tubuhnya yang tumbang terlentang di lantai kamar Ling In Chuan.
Long Bi menghembuskan nafas terakhirnya dengan sedikit menarik sudut bibirnya. Dan hal itu tidak terlepas dari mata elang Yuan Jing. Lelaki tampan itu cuman bisa menarik nafas panjang.
Ling In Chuan yang berdiri tak jauh dari Yuan Jing, ekspresinya senang melihat kematian dua orang penjahat kelamin itu. "Mereka memang pantas mati! Orang seperti mereka memang tidak layak untuk hidup! Hanya bisa menyusahkan dan mencelakai orang lain saja." Kemudian dia mendekat pada Yuan Jing, "Siapa kamu? Kau telah berjasa menolong diriku! Kau pantas mendapatkan hadiah. Tapi...Kelihatannya kau bukanlah penjaga kediaman keluarga Ling ini! Kau ini siapa?"
Yuan Jing yang di tanya Ling In Chuan hanya diam saja. Pemuda tampan itu bahkan tidak memandangnya. Dia langsung meninggalkan gadis cantik itu begitu saja. Ling In Chuan hanya bisa beng'ong menatap punggung Yuan Jing.
Kini semua orang yang ada di Pavilium Roseling memusatkan perhatiannya pada pertarungan Ling Ling dan Long Yi yang sudah bertukar beberapa jurus. Pertarungan mereka berdua sangat seru. Sebab Long Yi adalah pimpinan dari kelompok Bandit Tengkorak Hitam yang menyerang dan berusaha menaklukkan Paviliun Roseling.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...